Aneh, Jadwal Razia kok Diumumkan

91
HOAX

eQuator.co.id – SEPANJANG Rabu malam (10/1), pesan tentang informasi razia kendaraan yang akan dilakukan serentak membanjiri WhatsApp dan lini masa media sosial. Dalam pesan itu disebutkan bahwa razia akan dilaksanakan serentak pada 11 Januari 2018.

Dalam pesan itu tertulis, razia akan dilakukan secara bersamaan oleh pemda, dishub, dan Polri. Sasaran razia adalah pengguna kendaraan yang telat membayar pajak STNK mobil dan motor di seluruh kabupaten, kotamadya, provinsi di Indonesia.

”Berdasarkan data, ada ratusan ribu motor dan mobil yang belum bayar pajak. Bagi kendaraan yang telat bayar pajak tiga tahun atau lebih akan langsung dikandangin”. Begitu isi pesan tersebut. Kalimat itulah yang memicu ketakutan para pemilik kendaraan. Dalam pesan tersebut juga dikatakan bahwa mereka yang terkena razia dikenai biaya derek dan parkir kendaraan Rp 400 ribu per hari.

Pembuat pesan juga menyelipkan jadwal razia. Mereka mengklaim informasi jadwal itu berasal dari Mabes Polri. Jadwal razia tersebut, antara lain, pagi (pukul 09.00–12.00), siang (14.00–17.00), dan malam (20.00–24.00) serta dilanjutkan dini hari (02.00–05.00).

Informasi itu ternyata tidak benar. Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, tidak ada TR (telegram rahasia) dari Polda Jatim terkait kegiatan razia seperti yang beredar di media sosial.

Kabiro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjenpol M. Iqbal bahkan memastikan kabar itu hoax. Divisi humas juga sudah menyebar imbauan kepada masyarakat dalam bentuk poster digital lewat sejumlah akun media sosialnya.

Dari penelusuran Jawa Pos, pesan serupa ternyata pernah menyebar pada November dan Desember 2017. Bedanya, pada kalimat pembuka tidak disebutkan tanggal razia yang jelas. Hanya disebutkan, ”Razia STNK Dimulai Besok”. Padahal, keesokannya tidak ada razia seperti yang disebutkan dalam pesan tersebut. (Jawa Pos/JPG)

FAKTA: Polisi tidak membuat informasi razia serentak yang menyasar penunggak pajak kendaraan. Pesan yang sama pernah menyebar sepanjang November hingga Desember, tetapi juga tak terjadi.