Anak-anak Sekadau Suarakan Kekhawatiran kepada Pemerintah Daerah

Kekerasan dan Pernikahan Dini Masih Menjadi Momok

Stop Kekerasan. Anak-anak membubuhkan cap telapak tangan sebagai bentuk penolakan dan perlawanan kekerasan, disela peringatan HAN di Gedung Kateketik Sekadau, Sabtu (24/8). Abdu Syukri-RK

eQuator.co.id – SEKADAU-RK. Kekerasan Terhadap Anak dan Pernikahan Dini masih sering terjadi di negeri ini. Bertepatan dengan Hari Anak Nasional (HAN), anak-anak di Kabupaten Sekadau menyampaikan kekhawatirannya. Suara itu disampaikan langsung oleh Presiden Anak Kabupaten Sekadau, Putri Arin Salsabila kepada Wakil Bupati, Aloysius disela peringatan HAN di gedung Kateketik Sekadau, Sabtu pagi (24/8).

“Kita menyampaikan beberapa suara anak kepada pemerintah,” kata Putri.

Putri berharap, suara mereka bisa didengar dan ditindaklanjuti serta  dipenuhi oleh pemerintah daerah. Putri juga berharap pemerintah bisa mewujudkan apa yang menjadi keinginan anak-anak saat ini, terutama masalah kekerasan terhadap anak.

Menurutnya, banyak hal yang sangat dibutuhkan dan perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Satu lagi yang paling urgent adalah masih tingginya angka pernikahan usia anak.

Pelajar SMA N 1 Sekadau itu menyebutkan, pernikahan usia anak di Kalbar berada di lima besar nasional. Sementara, untuk sekop kabupaten/kota, Kabupaten Sekadau juga menjadi penyumbang angka pernikahan usia anak yang cukup banyak. “Di Sekadau juga banyak pernikahan usia anak,” ucapnya.

Masalah ini, kata Putri,  perlu dukungan semua pihak. Dukungan tersebut diharapkan bisa dilakukan secara maksimal oleh pemerintah daerah, maupun para orang tua anak itu sendiri. “Orang tua juga perlu mengawasi pergaulan anak-anaknya. Jangan biarkan mereka berpacaran,” cetusnya.

Wakil Bupati Sekadau, Aloysius menyambut baik suara-suara yang sudah disampaikan anak-anak itu. Ia pun berjanji untuk menindaklanjutinya. “Tadi kita sudah mendapatkan beberapa suara-suara anak. Ini akan kita tindaklanjuti bersama OPD terkait,” ujar Aloy.

Aloy menambahkan, suara anak-anak tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang hanya formalitas. Karena itu, upaya untuk perwujudannya juga harus dilakukan serius. “Tidak boleh hanya seremonial saja. Harus ada tindakan yang kongkrit,” tegas Aloy.

Peringatan hari anak nasional yang dilakukan anak-anak di Sekadau, diinisiasi Forum Anak Daerah dan Wahana Visi Indonesia (WVI) Kabupaten Sekadau. Acara tersebut juga didukung jajaran Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Sekadau.

Selain Wakil Bupati, kegiatan itu juga dihadiri Waka Polres Sekadau, dan Ketua GOW Sekadau. Kegiatan diisi dengan penampilan seni dari anak-anak.  Ada juga pameran fotografi serta kampanye stop kekerasan terhadap anak.

Laporan: Abdu Syukri

Editor: Ambrosius Junius