Akhiri Kekerasan Terhadap Anak

PENGHARGAAN. Wagub Christiandy Sanjaya menyerahkan penghargaan dan hadiah kepada salah seorang anak yang berprestasi pada kegiatan peringatan HAN tingkat Kalbar di Istana Rakyat, Sabtu (6/8). RUSLAN HUMAS PROV KALBAR

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Makna penting dari Peringatan Hari Anak Nasional (HAN), upaya perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Pemenuhan hak-hak anak, atas hidup, tumbuh kembang dan berpartisipasi secara wajar, sesuai harkat dan martabat kemanusiaan.

“Setiap anak memiliki kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengembangkan dan mengepresikan diri dalam kegiatan positif. Menggugah rasa keramahan dan rasa kepedulian terhadap anak melalui keluarga. Terutama dalam mengakhiri kekerasan terhadap anak dan mencegah perkawinan usia dini, agar anak dapat menjadi pewaris yang berkualitas,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM saat menyampaikan sambutannya pada acara puncak Peringatan HAN di Istana Rakyat (Pendopo Gubernur), Sabtu (6/8).

Christiandy mengatakan, peringatan HAN kali ini merupakan momentum untuk mengajak seluruh komponen bangsa Indonesia, khususnya Kalbar, baik orangtua, keluarga, masyarakat, dunia usaha, pemerintah dan negara, melaksankan kewajiban dan tanggungjawabnya, sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Yaitu melakukan perlindungan dan mewujudkan kesejahteraan anak, dengan memberikan pemenuhan hak-haknya dan perlakuan tanpa kekerasan, eksploitasi maupun diskriminasi,” jelas Christiandy.

HAN menjadi momentum, berkomitmen memberikan perlindungan terhadap anak. Pemprov Kalbar telah membuat Peraturan Daerah ( Perda ) Nomor 4 tahun 2015 tentang Perlindungan Anak.

“Anak sebagai tunas penerus cita-cita perjuanagan bangsa. Sangat berpotensi memiliki peran yang strategis, serta ciri dan sifat yang wajib dilindungi dari segala bentuk perlakuan tidak manusiawi. Apalagi mengakibatkan pelanggaran hak asasi manusia,” tegas Wagub.

Maraknya kasus kekerasan terhadap anak, terutama kekerasan seksual, Wagub mengajak komponen bangsa, baik pemerintah maupun masyarakat untuk bersama-sama mengakhirinya. Caranya, melakukan pencegahan dan penanganan kasus. Tentunya selalu berkoordinasi dan bekerja secara terpadu untuk pencegahan dan penanganan optimal. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tanpa dukungan masyarakat dan dunia usaha maupun sektor lainnya.

“Sehingga anak-anak Kalbar dapat tumbuh, berkembang, sehat, cerdas serta dapat bersaing aktif dan berakhlak,” harap Christiandy.

Peringatan HAN Kalbar 2016 dirangkai dengan berbagai kegiatan. Antara lain lomba menggambar dan lomba mewarnai untuk anak TK dan SD. Kemudian senam sehat dan gerak jalan keluarga, serta dialog anak dengan pimpinan daerah.

 

Laporan: Isfiansyah

Editor: Hamka Saptono