Ada Pelanggaran, Langsung Ditindak

Pakta Integritas Tidak Sekedar Formalitas

PAKTA INTEGRITAS. Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Sri Handayani dan salah seorang peserta seleksi saat penandatanganan pakta Integritas seleksi penerimaan SIPSS TA 2019 di Mapolda, Jumat (1/2)--Polda Kalbar for RK

eQuator.co.id – PONTIANAK-RK. Sumber daya yang paling penting dalam sebuah organisasi bukanlah sumber daya yang bersifat materiil. Tetapi manusianya sendiri yang mengawaki organisasi tersebut.

Sehingga tidak mengherankan jika negara-negara maju dan perusahaan sukses, banyak yang menitikberatkan investasinya pada sumber daya manusia (SDM). Dalam hal ini bagi Polri adalah rekrutmen anggota Polri.

Hal ini dikatakan Kapolda Kalbar, Irjen Didi Haryono yang disampaikan oleh Wakapolda Kalbar, Brigjen Sri Handayani di hadapan peserta seleksi dan orangtua/wali, panitia seleksi, serta pengawas internal dan eksternal saat penandatanganan pakta integritas seleksi penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Ajaran 2019 di Mapolda Kalbar, Jumat (1/2).

“Penandatanganan pakta integritas ini hendaknya tidak dipandang sebagai peristiwa seremonial semata, namun harus disadari bersama, bahwa proses seleksi yang jujur, objektif, bersih, transparan dan akuntabel akan menghasilkan calon anggota Polri yang kompeten, baik dari segi intelektual, jasmani dan rohani,” tuturnya dalam keterangan pers yang diterima Rakyat Kalbar, Sabtu (2/2).

Lanjutnya mengatakan, sumpah yang telah diucapkan tidak hanya di hadapan manusia, namun di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa. “Ini sebagai jaminan bahwa akan menyelenggarakan dan mengikuti proses seleksi ini sesuai dengan prosedur dan aturan yang ada,” tuturnya.

Wakapolda mengatakan, sebagai institusi yang sedang bertransformasi dengan program reformasi birokrasi Polri, maka Polda Kalbar dengan pakta integritas ini berupaya untuk mencegah terjadinya praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dalam tiap tahapan seleksi.

“Perbuatan KKN tersebut tidak hanya terjadi atas inisiatif dari satu pihak saja, setidaknya ada upaya-upaya transaksional sebelum KKN itu terjadi. Oleh karenanya saya minta agar panitia dapat menjaga integritas dan kredibilitasnya dalam seleksi penerimaan,” pintanya.

Kapada para peserta seleksi dan orangtua/wali, Wakapolda mengingatkan agar yakin dengan kemampuan yang dimiliki. Serta  jangan percaya rayuan dan janji sanggup membantu meluluskan dari oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

“Saya jamin, setelah penandatanganan pakta integritas ini, maka setiap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh panitia, peserta dan orangtua atau wali akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Dan, juga diingatkan kepada panitia seleksi serta pengawas internal maupun pengawas eksternal, untuk melaksanakan tugas dengan bersungguh-sungguh dan bertanggungjawab. Agar menghasilkan calon anggota Polri yang kompeten, jujur dan berakhlak mulia. Tidak ada lagi penyalahgunaan wewenang. Setiap dugaan pelanggaran pasti akan diproses dan diusut hingga tuntas menurut ketentuan yang ada.

“Jangan pernah terpikir untuk melakukan kecurangan dengan maksud agar lulus seleksi. Yakinlah bahwa kerja keras dan kesungguhan yang anda curahkan tidak akan membohongi hasil,” tegasnya.

Wakapolda juga menjelaskan, kehadiran pengawas internal dan eksternal dengan fungsi kontrolnya terhadap proses penerimaan ini. Diharapkan dapat melahirkan proses seleksi yang bersih dan bermartabat. Oleh sebab itu, panitia seleksi mempedomani prinsip BETAH (bersih, transparan, akuntabel dan humanis) sehingga penerimaan SIPSS Polda Kalbar tahun ini bisa menjadi momen pembuktian kepada khalayak ramai bahwa di Kalbar ini, Polri benar-benar berbenah.

“Ada beberapa penekanan yang harus saya sampaikan dan laksanakan bersama, yakni pakta integritas ini pada hakikatnya merupakan pernyataan kesanggupan untuk menjunjung tinggi sumpah jabatan di hadapan Tuhan, sehingga diharapkan tidak hanya sebagai formalitas semata, namun dapat diimplementasikan dalam proses penerimaan calon SIPSS sesuai aturan yang berlaku,” tuturnya.

 

Laporan: Ambrosius Junius

Editor: Ocsya Ade CP