eQuator.co.id-Pontianak . Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat (KPwBI Kalbar) bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura (FEB UNTAN) menyelenggarakan Penelitian Komoditas/Produk/Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM Tahun 2026 yang mencakup 14 kabupaten/kota dan 174 kecamatan di Kalbar.
Penelitian ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pemetaan potensi ekonomi daerah dan mendorong pengembangan UMKM berbasis potensi lokal yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Dalam keterangan resminya, Kepala KPwBI Kalbar, Doni Septadijaya menerangkan, penelitian KPJU bertujuan mengidentifikasi komoditas, produk, dan jenis usaha yang memiliki keunggulan serta prospek untuk dikembangkan di masing-masing wilayah.
“Pemetaan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, antara lain kondisi produksi, ketersediaan bahan baku, kapasitas usaha, potensi pasar, pemasaran, tenaga kerja, akses pembiayaan, serta kendala pengembangan usaha,” ujarnya.
Dengan cakupan hingga tingkat kecamatan, penelitian diharapkan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi ekonomi dan sektor usaha unggulan di Kalimantan Barat.
KPwBI Kalbar memandang penelitian KPJU sebagai bagian penting dalam memperkuat basis informasi sektor riil dan UMKM di daerah.
“Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi Bank Indonesia, pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merancang program pengembangan ekonomi yang lebih tepat sasaran,” terang Doni
Dalam pelaksanaannya, KPwBI Kalbar menggandeng FEB UNTAN sebagai mitra penelitian. Tim peneliti dan enumerator akan melakukan pengumpulan data secara langsung di 174 kecamatan untuk memperoleh informasi aktual mengenai kondisi, potensi, dan tantangan usaha di berbagai wilayah Kalbar.
Untuk menjaga kualitas dan konsistensi data, seluruh tim peneliti dan enumerator telah mendapatkan pelatihan intensif dengan menghadirkan SEM Institute.
Pelatihan meliputi metodologi penelitian, pemahaman instrumen dan kuesioner, teknik wawancara, proses pengumpulan data, serta standar etika penelitian lapangan.
Hasil penelitian KPJU diharapkan dapat mendukung pemerintah daerah dalam identifikasi sektor dan usaha yang potensial untuk diprioritaskan, sekaligus memberikan informasi bagi perbankan dan lembaga keuangan dalam melihat peluang pengembangan pembiayaan UMKM.
Bagi usaha pelaku, hasil yang diharapkan dapat mendukung pengembangan kapasitas, perluasan pasar, peningkatan nilai tambah, dan penguatan keterhubungan dengan rantai pasok.
Pelaksanaan penelitian KPJU juga membutuhkan dukungan lintas pemangku kepentingan.
KPwBI Kalbar mengajak pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, perbankan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), asosiasi usaha, pelaku UMKM, akademisi, serta berbagai mitra strategi untuk mendukung kelancaran penelitian dan pemanfaatan hasilnya.
“Ke depan, KPwBI Kalbar akan terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, FEB UNTAN, lembaga pendidikan, perbankan, pelaku usaha, dan komunitas dalam mengoptimalkan potensi ekonomi daerah,” tutupnya.
Melalui penelitian KPJU 2026, pemetaan potensi hingga tingkat kecamatan diharapkan menjadi salah satu pijakan dalam mengembangkan komoditas, produk, dan jenis usaha unggulan berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat daya saing UMKM dan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Kalbar yang inklusif dan berkelanjutan. (Ova) Rilis




