HPI Terus Dorong Perda Bagi Pemandu Wisata Kalbar

eQuator.co.id-Pontianak. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPD HPI) Kalimantan Barat, Fahroollyadi, menekankan saat ini HPI masih berfokus pada penerapan payung hukum atau Peraturan Daerah (Perda) bagi pemandu wisata di Kalbar
Hal ini diungkapkan Fahroollyadi, saat kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) III yang digelar di Aula Keriang Bandong, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pontianak (KPw BI Kalbar), Rabu (1/4) 2026 kemarin.
HPI masih fokus kepada payung hukum pemanduan bagi pekerja pemandu wisata yang profesional di Kalbar, sebelumnya kita sudah mengajukan berupa Perda Pramuwisata yang sudah diinisiasi dari tahun 2020 lalu, di tahun 2023 sudah keluar dan direvisi kembali, sehingga kita masih menunggu pelaksanaan juknis dari Perda tersebut,” ujar Fahroollyadi kepada sejumlah media.
Dijelaskan Fahroollyadi, pentingnya Perda ini, mengingat dalam pelaksanaannya masih terdapat pemandu-pemandu asing yang masuk tanpa izin atau ilegal, tentu hal tersebut merugikan bagi pemandu lokal yang sudah memiliki standardisasi sesuai dengan ketentuan.
“Hadirnya pemandu asing ilegal tentu mengusik guide lokal kita, harapan kita adanya Perda yang bisa segera diterapkan ini dapat meningkatkan standar pelayanan pemandu wisata secara profesional dan mampu mendorong peningkatan kunjungan wisatawan di Kalbar,” ungkapnya.
Terkait pariwisata di Kalbar sendiri, dikatakan Fahroollyadi, saat ini masih tersentral pada empat titik. Kota Pontianak, Singkawang, Sambas, dan Sintang.
“Potensi wisata kita sangat bagus, kita punya air terjun, riam, bukit kelam dan kawasan perbatasan seperti aruk dan Entikong, yang menjadi nilai tambah,” sambungnya
Terlebih kata Fahroolyadi, Kalbar merupakan wilayah yang unik, dengan keanekaragaman budaya, wisata dan lainnya, akan tetapi juga perlu didorong dari sisi akses.
“Baik jalan transportasi darat laut dan udara yang masih perlu diperbaiki dan sesuai dengan standardisasi, seperti bus, bukan bus angkutan umum namun sesuai standar, baik dari bus, layanan pemandu supirnya harus bagus,” ucapnya
berharap dengan digelarnya Musda ini, pihaknya mendapatkan formulasi agar kedepan dapat dikolaborasikan dengan berbagai stakeholder pariwisata di Kalbar.
“Seperti Asita PHRI juga terus mendorong bagaimana meningkatkan kunjungan wisatawan, ini tentu menjadi triger pergerakan pariwisata di Kalbar ditahun 2026 ini,” tuturnya
Lebih lanjut ia juga menyampaikan bahwa agenda utama Musda kali ini adalah pemilihan ketua baru untuk periode 2026.
“Agenda kita hari ini yang paling utama adalah pemilihan Ketua HPI yang baru periode 2026,” sebutnya
Dalam Musda ini juga membahas rencana strategis organisasi, termasuk penguatan kerja sama dengan berbagai pihak di sektor pariwisata.
“Kita akan merancang bagaimana kegiatan ataupun rencana pengembangan HPI Kalbar ke depannya terkait dengan kerjasama dengan stakeholder pariwisata baik itu praktisi, akademisi ataupun sektor-sektor lain yang bergerak di bidang kemasyarakatan ekonomi kreatif,” pungkasnya. (Ova)