”Dakwaan-dakwaan yang dibacakan hari ini menjadi kesempatan bagi saya untuk membersihkan nama baik. Saya bukan pencuri” –Najib Razak, Mantan PM Malaysia
eQuator.co.id – Kuala Lumpur–RK. Untuk kali ketiga dalam kurun tiga bulan terakhir, Najib Razak mendatangi Sessions Court di Jalan Duta, Kuala Lumpur. Setelah semalaman menjadi tahanan, mantan perdana menteri (PM) Malaysia itu hadir dalam pembacaan dakwaan kemarin (20/9). Total, ada 25 dakwaan tambahan yang menjerat tokoh negeri jiran berusia 65 tahun tersebut.
Penangkapan Najib Rabu (19/9) dilakukan Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM), lembaga antikorupsi Malaysia. Sekitar pukul 16.13. Dia lantas dikeler ke markas SPRM di Putrajaya. Bekerja sama dengan Polis Diraja Malaysia, SPRM menginterogasi Najib.
”Ini untuk membantu penyelidikan terkait dugaan pelangggaran Undang-Undang Tahun 2001 tentang Anti Pencucian Uang, Anti Pendanaan Terorisme, dan Hasil dari Kegiatan yang Melanggar Hukum,” tutur seorang pejabat SPRM.
Hanya saja, seperti dua proses sebelumnya, kali ini pun Najib tak perlu masuk bui. Pengadilan mengizinkannya bebas dengan uang jaminan sebesar 3,5 juta ringgit atau setara dengan Rp 12,5 miliar. Uang jaminan itu, rencananya, dibayarkan hari ini (21/9). Namun, nominalnya 1 juta ringgit atau Rp 3,5 miliar lebih dulu. Setelah itu, kekurangannya dicicil per hari sebesar 500 ribu ringgit (sekitar Rp 1,7 miliar) sampai lunas.
”Harus sudah lunas pada 28 September,” kata hakim Sessions Court Azura Alwi sebagaimana dilansir Associated Press, kemarin (20/9).
Dispensasi itu sempat membuat Kepala Jaksa Penuntut Gopal Sri Ram geram. Menurut dia, Najib tidak seharusnya bebas dengan jaminan. Sebab, dakwaan-dakwaan itu sangat serius. Sejauh ini, Najib telah menerima total 32 dakwaan. Atas seluruh dakwaan itu, dia mengaku tak bersalah.
Kepada Reuters, Gopal mengatakan, jika bebas dengan jaminan pun, Najib harus membayar lebih banyak. Tidak hanya 3,5 juta ringgit. Melainkan, minimal 5 juta ringgit atau setara dengan Rp 17,9 miliar. Selain itu, seharusnya Najib tidak diperkenankan berbicara di hadapan publik.
”Itu bisa memengaruhi opini masyarakat,” ujarnya.
Namun, pengacara Najib, Mohd Shafee Abdullah, tidak sependapat dengan Gopal. Menurut dia, mematok uang jaminan yang tinggi sama artinya dengan menghukum kliennya sebelum proses sidang berlangsung. Untuk empat dakwaan yang Najib terima pada 4 Juli lalu, dia dijadwalkan menjalani sidang pada 18 Februari mendatang.
Shafee yang juga berstatus terdakwa dalam kasus pencucian uang itu meminta besaran uang jaminan untuk Najib dikurangi. Yakni, menjadi 500 ribu ringgit atau setara Rp 1,7 miliar saja. Tetapi, Azura menolak tawaran itu mentah-mentah.
Agar bisa bebas dengan jaminan, Najib harus punya dua penjamin. Kemarin Shafee menyebutkan nama Mohd Nizar Najib dan Mohd Shahrir Arifin sebagai penjamin. Nizar adalah putra pertama Najib.
Bagi Gopal, yang menjadi inti masalah bukanlah besar kecilnya nominal uang jaminan untuk Najib. Namun, citra baik Malaysia.
”Fakta bahwa seorang kepala negara menghadapi dakwaan-dakwaan semacam itu adalah aib bagi bangsa ini,” paparnya. Najib merupakan satu-satunya mantan PM Malaysia yang bermasalah dengan hukum karena kasus korupsi.
Kemarin Azura membacakan 21 dakwaan terkait pencucian uang dan empat dakwaan penyalahgunaan kekuasaan. Sesuai berkas yang masuk ke pengadilan, Najib disebut-sebut menerima 2,1 miliar ringgit (sekitar Rp 7,5 triliun) dari Tanore Finance Corp. Investigasi Amerika Serikat (AS) menyebutkan bahwa perusahaan itu dijadikan alat penyedot dana 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
Sementara itu, dakwaan penyalahgunaan kekuasaan tersebut berkaitan dengan jabatan Najib sebagai menteri keuangan dan chairman 1MDB periode 2011–2014. Konon, PM ke-6 Malaysia itu mendapatkan uang sebesar 2,3 miliar ringgit atau sekitar Rp 8,2 triliun dengan menjadikan jabatan sebagai alat intimidasi.
Untuk tiap-tiap dakwaan penyalahgunaan kekuasaan itu, Najib terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. Sedangkan untuk 21 dakwaan pencucian uang tersebut, masing-masing mengandung ancaman hukuman 5 tahun penjara.
Wakil Komisioner Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) Azam Bakii mengungkapkan, bakal ada dakwaan lain yang dilayangkan ke beberapa individu terkait korupsi 1MDB. Saat ditanya apakah Rosmah Mansor, istri Najib, salah satunya, dia tidak menampik.
“Bisa jadi,’’ ujarnya.
Rosmah pernah menjalani penyidikan oleh SPRM terkait kasus korupsi tersebut. Menurut New Straits Times, Rosmah bakal dijerat dengan sekitar 20 dakwaan. Mayoritas dakwaan itu terkait pencucian uang. Rosmah memang memiliki banyak perhiasan, tas, dan barang-barang mewah yang diduga dibeli dengan uang 1MDB. Kini, hampir semuanya telah disita SPRM.
BEGINI DUGAAN CARA
NAJIB MENCUCI UANG
- Lukisan Picasso yang diberikan kepada Leonardo DiCaprio, hak yang diberikan kepada dua komedian Hollywood, dan kalung berlian senilai USD 27,3 juta milik istri Rosmah, termasuk aset yang sedang diselidiki AS.
- Berlian senilai USD 8 juta yang diberikan kepada Miranda Kerr, model Australia. Berlian itu senilai 11,72 karat, berbentuk hati untuk Hari Valentine pada 2014, namun Kerr tidak memberikan komentarnya.
- Departemen Kehakiman AS mencari aset senilai 540 juta USD, termasuk kapal pesiar mewah dan properti real estate. Semua itu disebut-sebut dibeli dengan dana pemerintah Malaysia oleh Najib Razak.
- Departemen Kehakiman juga sedang mencari hampir USD 1,7 miliar aset yang disebut dicuri dari dana 1Malaysia Development Berhad (1MDB), dan dicuci melalui lembaga keuangan di AS.
- Lebih dari USD 4,5 miliar disebut-sebut telah disalahgunakan oleh pejabat tingkat tinggi Malaysia dan rekan-rekan mereka. Tahun lalu USD 731 juta dari dana 1MDB itu disetorkan ke rekening bank milik Najib.
- Di bawah pimpinan Najib, Pemerintah Malaysia membuat program dana pada 2008 seolah-olah mempromosikan pembangunan ekonomi. Tapi pinjamannya sangat banyak, dan sebagian besar uang itu digunakan dalam skema investasi yang tak jelas.
- Pemain utama dalam pembangunan tersebut adalah Jho Low, teman dari anak tiri Najib, Riza Aziz. Low menggunakan sebagian dana untuk gaya hidup yang mewah dan berteman dengan para selebriti. (Jawa Pos/JPG)