SEMRAWUT LALU LINTAS DI BORDER. Beginilah kondisi lalu lintas di border Entikong yang tidak teratur. Kondisi seperti ini sejak adanya penyempitan jalan karena pembangunan perbatasan-Ocsya Ade CP
eQuator.co.id – Pintu perbatasan rawan akan penyelundupan barang terlarang. Untuk mencegah kejahatan itu, semua pihak yang berwenang di perbatasan mengoptimalkan pemeriksaan. Seperti di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau.
Perbatasan ini sedang dalam proses pembangunan alias perombakan. Perombakan di zaman Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) ini, salah satunya untuk mencegah penyelundupan dan memajukan perekonomian masyarakat yang dimulai dari perbatasan.
Tentunya, dengan adanya pembangunan ini, membuat penyempitan area dan ruang gerak aktivitas para pelaku usaha dan penyedia jasa di sana. Petugas di perbatasan pun dituntut tidak lengah terhadap kesempatan-kesempatan yang mungkin dimanfaatkan pelaku penyelundupan.
Minggu (3/7) kemarin, para petugas terlihat ketat dalam mengawasi dan memeriksa para pelintas batas. Petugas Bea dan Cukai memeriksa barang bawaan, baik menggunakan alat pemindai maupun manual, untuk mengantisipasi masuknya barang berbahaya seperti Narkoba dan lainnya.
BONGKAR KEMASAN MENCURIGAKAN. Petugas Bea dan Cukai membongkar kemasan yang diduga terdapat barang terlarang di dalamnya-Ocsya Ade CP
BONGKAR UNTUK DIPINDAI. Setiap barang bawaan di bagasi mobil harus diturunkan untuk dipindai. Jika terdeteksi ada barang terlarang, maka tas atau kemasan lainnya akan dibongkar seluruhnya oleh petugas Bea dan Cukai-Ocsya Ade CP
INFRASTRUKTUR JALAN RUSAK. Jalan satu-satunya di border Entikong kini dalam keadaan rusak parah, seiring proses pembangunan perbatasan-Ocsya Ade CP
KULI PIKUL LINTAS BATAS. Masyarakat setempat menyediakan jasa pikul barang bawaan dari arah Terminal Tebedu, Malaysia ke Entikong, Sanggau. Begitu juga sebaliknya-Ocsya Ade CP
MEMASTIKAN ISI BARANG. Meski tidak ditemukan barang terlarang, kemasan barang bawaan warga harus dibongkar habis jika terdeteksi ada barang yang mencurigaan oleh alat pemindai-Ocsya Ade CP
PINDAI BARANG BAWAAN. Petugas Bea dan Cukai Entikong sedang memindai barang bawaan pelintas batas yang baru tiba dari Tebedu, Malaysia-Ocsya Ade CP
SEJALUR UNTUK DUA ARAH. Jalan ini dulunya menjadi jalan arah keluar border Entikong menuju Tebedu, Malaysia. Kini menjadi jalan untuk arah keluar-masuk border-Ocsya Ade CP
TELITI MEMINDAI BARANG. Petugas Bea dan Cukai teliti dalam memindai barang bawaan pelintas batas, agar tidak kecolongan. Mengingat, daerah perbatasan sangat rawan penyelundupan-Ocsya Ade CP
ZONA BEBAS BUKAN PARKIRAN. Zona bebas kerap dijadikan parkiran kendaraan pembawa barang dari arah Tebedu, Malaysia maupun sebaliknya. Penyalahgunaan ini menjadi salah satu penyumbang kemacetan-Ocsya Ade CP
Tikar Bidai. Warisan nenek moyang suku Dayak itu kian lestari. Cahaya menjaganya dari lenyap. Para pewaris pun ajek berkreasi. Merawat kearifan lokal nyambi mengisi…
Bak sebuah lagu dangdut ‘gubuk derita’ begitulah nasib Lebek Adam, 70, dan istrinya Timah, 50. Cinta saja mempersatukan keduanya 10 tahun hidup di gubuk…
Banyak cara dilakukan warga dalam mengelola sampah. Mereka yang sadar terus mencari cara agar warga lain ikut menjaga kebersihan. Salah satunya Badan Usaha Milik…