4.111 Botol Miras Ilegal Disita Polresta

Diduga dari Sarawak, Masuk Kalbar lewat Jalan Tikus

ILEGAL. Kapolresta AKBP Ade Ary Syam Indradi menggelar konperensi pers pengungkapan miras ilegal di Mapolresta Pontianak, Rabu, (31/19). Andi Ridwansyah-RK

eQuator.co.id – PONTIANAK-RK. Tidak semahal dan serumit bisnis serta peredaran Narkoba, ribuan botol minuman keras illegal impor berbagai merk berhasil ditangkap aparat Polresta Pontianak di Jalan Arteri Supadio, Kubu Raya, Kamis (24/10) malam.

Jumlahnya lumayan, 4.111 botol, dimuat dalam sebuah truk. Menariknya, dan sekaligus rumit juga, belum terlacak asal miras tersebut. Diduga dari jiran Sarawak, Malaysia, lewat jalan tikus di perbatasan. Namun pihak kepolisian belum berani memastikan, karena sedang dilacak.

“Rencananya minuman beralkohol tersebut akan dikirim pelaku RIW ke Semarang, melalui Pelabuhan Dwikora Pontianak,” ungkap Kapolresta Pontianak AKBP Ade Ary Syam Indradi pada konperensi pers di Mapolresta, Rabu, (31/19) sore.

Namun, miras yang ditaruh dalam puluhan kardus dan karung, itu duluan terendus petugas sehingga gagal dibawa ke Pelabuhan. “Jadi informasi dari masyarakat, ada sebuah truk yang membawa ratusan bahkan ribuan botol miras,” tutur Ade kepada wartawan.

Polisi yang bertugas di kawasan Pelabuhan Dwikora (KP3L) bersama Satreskrim Polresta Pontianak bergerak cepat melacak truk miras itu. Hingga akhirnya pukul 23:15 WIB aparat tak salah lagi memastikan, langsung truk diamankan.

Supir dan kernet yang diinterograsi, hanya menunjukan selembar nota angkutan saja dan legalitas mobil berupa STNK. “Didalami petugas terhadap izin usaha perdagangannya, kepemilikan, supir lalu berkomunikasi dengan pemilik barang yakni RIW,” ujar Kapolresta.

Ketimbang lolos, RIW pun diburu dan berhasil ditangkap di sebuah rumah kos di dalam Kota Pontianak. Belum banyak yang bisa diungkap dari RIW. Hanya saja berhasil mengamankan sedikitnya 12 jenis miras.

“Setelah kita hitung jumlahnya ada 4.111 botol minuman. Yang rata-rata kadar alkoholnya 40%,” jelasnya.

Namun, AKBP Ade Ary Syam mengaku masih melakukan pendalaman terkait kepemilikan miras seludupan tersebut. Sebab, jawaban pelaku berubah-ubah.

“Yang jelas pelaku RIW ini mengaku yang bertanggung jawab. Tapi kita juga tidak percaya begitu saja yang disampaikan tersangka. Kita akan kembangkan lagi. Asal-usulnya dari mana dan lain sebagainya,” tambahnya.

Tersangka RIW yang dihadirkan di jumpa pers itupun tak jelas wajahnya. Warga Surabaya itu ditutup wajahnya dengan masker. Di hadapan petugas dia mengaku baru dua kali melakukan bisnis ilegal tersebut.

“Baru dua aja Pak. Ini kali kedua pengiriman Pak,” kelitnya mengatakan Juni lalu berhasil membawa 240 botol miras.

RIW yang warga Jalan Sulung Utara, Kota Surabaya, itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan karena tidak bisa menunjukan izin usaha. Dia dijerat dengan pasal berlapis. Yakni UU Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999 dengan ancaman pidana lima tahun. Ditimpakan pula dengan UU Perdagangan pasal 106 dan 109 tentang kegiatan usaha tanpa izin, serta UU tentang pangan.

Kapolresta Pontianak AKBP Ade Ary mengingatkan, bahwa minuman keras adalah pencetus penyakit masyarakat yang harus diberantas. Untuk itu ia mengimbau masyarakat untuk tidak coba-coba melakukan perbuatan ilegal.

“Karena, kalau diketahui dan tertangkap, kami unsur Forkopimda pasti akan memprosesnya,” pungkasnya.

 

Laporan: Andi Ridwansyah

Editor: Mohamad iQbaL