Yang Keracunan Makanan di Sintang Nambah 36 Orang

209
ilustrasi. net

eQuator – Sintang-RK. Awalnya, korban keracunan makanan pesta Ulang Tahun (Ultah) di rumah Bidan Lilis hanya 58 orang. Kini jumlahnya bertambah 36 orang. Sembilan puluh empat orang itu mendapat penanganan medis gratis.

“Semua korban yang mengalami gejala keracunan sudah ditangani di Puskesmas Mensiku dan RSUD Ade M Djoen Sintang,” kata Hary Sinto Linoh, Kepala Dinas Kesehatan Sintang ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/12).

Hary memastikan, sebagian besar korban keracunan makanan itu terdiri atas Balita dan anak-anak. “Gejalanya bermacam-macam, ada yang muntah-muntah, diare dan lainnya. Efeknya memang ada yang cepat dan ada yang lambat, makanya sekarang baru ketahuan masih ada korban lainnya,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, peristiwa keracunan makanan di pesta Ultah ini sempat membuat warga Desa Telaga I panik. Sebab, kebanyakan warga mengalami gejala keracunan secara serentak. “Warga setempat juga membantu petugas dalam menangani korban-korban tersebut. sehingga mereka cepat ditangani,” ujar Hary.

Hingga kini, tambah dia, petugas medis masih standby dalam menangani korban keracunan makanan tersebut. “Kita juga menambah petugas dan dokter termasuk perlengkapan medis dan ambulans di Puskesmas Mensiku Kecamatan Binjau Hulu,” ungkap Hery.

Apabila petugas tersebut mendapat laporan, masih ada warga yang mengalami keracunan, akan langsung dikirim ambulans untuk menjemputnya. “Kita sangat berterima kasih kepada masyarakat setempat yang turut membantu para korban,” kata Hery.

Selain standby memantau dan menangani korban, Hary juga telah mengirim sampel makanan dan minuman yang diduga menjadi penyebab keracunan massal di Desa Telaga I. “Kue lapis, cake, lauk pauk, chiki-chiki termasuk minuman kemasan kita ambil sampelnya dan dikirim ke BBPOM Pontianak,” ungkapnya.

Dia mengharapkan, warga yang mengalami gejala keracunan tidak panik dan khawatir dengan biaya pengobatan. Pasalnya semuanya sudah digratiskan. “Di Puskesmas pelayanan kita gratis. Tapi kalau di RSUD masyarakat bisa gunakan Kartu JKN atau Jamkesda,” kata Hary.

Diberitakan sebelumnya, Sepulang pesta Ultah anak dari seorang bidan desa, Sabtu (19/12) malam, 58 orang merasa pusing, mual dan muntah. Mereka yang sebagian besar anak-anak ini diduga keracunan kue lapis dan snack.

“Awalnya keluar buih-buih putih, kemudian muntah kuning. Lebih dari sepuluh kali kedua anak saya ini muntah,” ungkap Bagio, salah seorang orangtua korban ditemui di Puskesmas Mensiku, Desa Telaga 1, Kecamatan Binjai Hulu, Kabupaten Sintang, Minggu (20/12).

Laporan: Achmad Munandar

Editor: Mordiadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here