Wings Air Terbang Perdana Rute Pontianak-Kuching

Optimis Jumlah Wisman Kedua Daerah Kian Meningkat

57
TERBANG PERDANA. Sejumlah pejabat di Malaysia menyambut kedatangan maskapai Wings Air yang melakukan penerbangan perdana wings air rute Pontianak-Kuching di Kuching, Serawak, Malaysia, Kamis (25/1). Gusnadi-RK

eQuator.co.id – PONTIANAK-RK. Penerbangan rute Pontianak-Kuching, diyakini mampu meningkatkan wisatawan kedua wilayah ini. Kedua warga negara tetangga dari Kalbar, Indonesia maupun Serawak, Malaysia semakin  mudah ketika hendak berlibur hingga berobat.

“Selamat kepada Lion Group khususnya Wings Air telah memilih Kuching untuk menjadikan tujuan destinasi. Dengan dibukanya rute ini tentu mempermudah arus orang terutama wisatawan datang ke Kuching,” ujar Datuk Haji Abdul Karim Rahman selaku Manister of Tourism, Arts, Culture, Younh and Sports, saat terbang perdana Wings Air rute Pontianak-Kuching, Kamis (25/1) di Kuching, Serawak, Malaysia.

Ia menyatakan, di samping mempererat hubungan dengan keunggulannya masing-masing, termasuk Kalbar yang menjadi pintu masuk utama ke Indonesia. Sehingga banyak potensi yang ada bisa lebih berkembang lagi ke depannya. “Dari Indonesia ketika ke Kuching bisa langsung dan itu melalui Kalbar. Sekarang konektivitas terbuka lebar,” tuturnya.

Di Kuching sendiri kata dia, sedikitnya terdapat lima rumah sakit swasta yang kerap dikunjungi dari banyak wilayah, termasuk dari Kalbar. Kehadiran Wings Air akan semakin permudah memfasilitasi masyarakat. “Selama ini orang Kalbar ramai berobat di Kuching. Kita ada memiliki lima rumah sakit swasta yang siap melayani. Dengan adanya Wings Air tentu memudahkan orang berobat ke sini,” tukas Abdul.

Sementara itu, Konsul Jenderal RI di Kuching, Jahar Gultom menyatakan, kehadiran Wings Air berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan asing dari Sarawak ke Kalbar dan sebaliknya. Selama ini lalu lintas orang dari kedua wilayah tersebut masih didominasi urusan bisnis, kesehatan dan ketenagakerjaan. Namun belakangan tren berpelesir di kedua wilayah kian membesar. Apalagi beberapa maskapai mulai meramaikan rute penghubung kedua negara, di samping transportasi darat.

“Misalnya rute udara Pontianak-Kuching yang sudah banyak maskapai masuk. Ditambah lagi ada penerbangan langsung dari Pontianak ke Miri. Sekarang Wings Air menambah penerbangan Pontianak-Kuching pulang pergi menjadi dua kali sehari, dan terbang setiap hari. Tentu ini menjadi peluang bagi Kalbar untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara. Apalagi Bandara Kuching terhubung dengan banyak kota lain di Asia,” terangnya.

Kalbar kata dia, memiliki banyak potensi yang bisa mendatangkan wisatawan dari Sarawak. Selain alam yang terbentang luas, Kalbar juga punya keunikan budaya, walaupun punya sedikit banyak kesamaan dengan Sarawak.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami, dan kita semua. Agar Indonesia, termasuk Kalbar lebih dikenal lagi,” lugasnya.

Pihak Konsulat jauh-jauh hari sudah mensosialisasikan perhelatan tersebut kepada masyarakat maupun pihak pemerintahan di negara bagian Sarawak. Dengan harapan banyak wisatawan mancanegara (wisman) asal Malaysia yang datang. Sementara untuk kawasan perbatasan, hubungan antarnegara saat ini sudah semakin terbuka, batas-batas wilayah hanya sebagai pemenuhan ketentuan administrasi keimigrasian.

“Namun demikian tidak menjadi penghalang untuk meningkatkan hubungan antarnegara, apalagi Sarawak dan Kalbar penduduknya di perbatasan saling memiliki hubungan kekerabatan,” tukasnya.

Ia menjelaskan, Pemda bahkan pusat sejauh ini sangat mensupport pariwisata perbatasan melalui berbagai even-even besar yang dihadiri banyak daerah. “Semakin sering adanya kegiatan bersama yang melibatkan antara warga perbatasan ke dua negara akan meningkatkan good understanding, khususnya di wilayah perbatasan kedua negara,” jelasnya.

Menurutnya, KJRI Kuching pun berkomitmen senantiasa akan selalu mendukung dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan seperti ini. “Kami berupaya pula untuk mengajak berbagai pihak di Sarawak untuk hadir menyaksikan kegiatan ini,” lugasnya.

Laporan: Gusnadi
Editor: Arman Hairiadi