Waspada LGBT Bisa Menular

150
Ilustrasi - NET

eQuator.co.id – SERANG – Fenomena Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) semakin mengkhawatirkan. Pemkab Serang meminta peran orang tua di rumah untuk membentengi anak-anak dan keluarganya dari pengaruh LGBT. “Saya kira semua orang tua harus ditekankan, anak-anaknya kalau ada yang aneh-aneh dalam pergaulannya, agar diperhatikan, hati-hati sekarang, karena ajakan luar biasa orang-orang

yang sudah terbiasa dengan gay itu gampang sekali menular,” kata Sekda Kabupaten Serang Lalu Atharussalam Rais saat ditemui wartawan seusai acara di salah satu hotel di Kota Serang kemarin.

Lalu mengaku prihatin atas fenomena LGBT ini. Menurut dia, keprihatinan ini bukan hanya di Kabupaten Serang tapi secara nasional. Bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla, kata Lalu, mencurigai ada dukungan dana dari lembaga asing terhadap komunitas LGBT. Artinya lembaga asing itu

membiarkan LGBT berkembang di Indonesia.

“Nah ini yang bertentangan dengan kita, kalau di luar ini menyatakan hak asasi manusia, tapi kan tak sekadar menggunakan hak asasi manusia pertimbangan ini, tapi keimanan itu yang dipakai, akidah, di Islam tidak diajarkan untuk LGBT,” katanya.

Kepala Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Perempuan (BKBPMP) Kabupaten Serang Oyon Suryono mengatakan, program pencegahan LGBT ini harus lintas sektor. “Kita tahu semua bahwa itu (LGBT) menyangkut masalah etika dan norma, orang yang lesbi, sesuatu hubungan manusia dengan manusia tak wajar, yang wajar itu lelaki dan perempuan, itu pun melalui proses yang tidak melanggar aturan dan norma agama,” ujarnya.

Untuk mencegah perilaku LGBT di Kabupaten Serang, kata Oyon, pihaknya akan melakukannya melalui program penyuluhan pembinaan masyarakat melalui institusi masyarakat terutama melalui Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (TP2TP2A) dan Forum Anak Kabupaten Serang. “Kami akan bekerjasama dengan alim ulama, tokoh masyarakat, cendekiawan muslim untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar hal-hal yang melenceng dari aturan dan kebiasaan manusia ini tidak dilakukan di Kabupaten Serang ini,” ujarnya. (tnt/bha)