Waspada Diabetes, Bisa Menyebabkan Kebutaan

28

eQuator.co.id–Pontianak-RK. Diabetes telah menjadi ancaman tersendiri. Kementerian Kesehatan mendata, 6-8 persen masyarakat Indonesia mengidap penyakit kelebihan gula dalam darah yang bisa menyebabkan kebutaan itu.

Menteri Kesehatan, Nila Djuwita Anfasa Moeloek mengatakan, penderita penyakit diabetes tidak hanya dari kalangan dewasa dan lanjut usia, tapi juga anak-anak. “Saya khawatir, mereka (anak-anak) juga bisa terkena diabetes,” ujarnya ketika menghadiri peringatan Hari Penglihatan Sedunia tahun 2017 dan Launching Peta Jalan Penanggulanan Gangguan Penglihatan, di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak,  Kamis (12/10).

Lanjut dia, penderita diabetes atau kencing manis berisiko mengalami kebutaan. Penyakit ini dapat merusak retina mata atau biasa dikenal dengan retinopati diabetik. Alhasil, sudah lama Kementerian Kesehatan meminta masyarakat tidak menganggap sepele diabetes.

Nila memaparkan, risiko retinopati diabetik meningkat jika gula darah sering tidak terkontrol. Lamanya seseorang mengidap diabetes juga meningkatkan risiko kerusakan pada retina mata itu. Retina merupakan lapisan dalam dari dinding bola mata yang mengandung sel saraf dan berfungsi untuk menangkap cahaya.

“Jadi namanya renopati, dan yang terkena itu adalah sarafnya. Jika sarafnya rusak dan terjadi pendarahan dan sebagainya maka buta permanen,” terangnya.

Ia menambahkan, launching peta jalan penanggulanan gangguan penglihatan itu sebagai upaya penanggulangan kebutaaan akibat penyakit Diabetes. Satu diantara strategi dalam peta jalan ini adalah membuat Pos Binaan Terpadu.

Posbindu tersebut dijadikan tempat konsultasi bagi masyarakat atau untuk memeriksakan penyakit yang dideritanya. Setakat ini, Nila menyebut, Kementerian Kesehatan telah membuat 35.400 unit Posbindu se-Indonesia.

“Saat ini Posbindu sudah jalan, inilah yang menjadi strategi penanggulangan kebutaan,” ungkapnya.

Senada, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Andy Jap. Ia mengatakan penyakit tak menular seperti Diabetes Mellitus memang mengalami trend peningkatan. Disebabkan cara hidup yang tidak sehat.

“Contohnya pola makan tak teratur maupun mengkonsumsi makanan yang banyak kolesterol,” tuturnya.

Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang disebabkan tingginya kadar gula dalam darah akibat kurangnya insulin. Di Indonesia, data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan terjadi peningkatan prevalensi Diabetes di Indonesia dari 5,7 persen tahun 2007 menjadi 6,9 persen atau sekitar 9,1 juta orang pada tahun 2013 (data dari lembaga lainnya bisa dilihat di grafis).

Laporan: Rizka Nanda
Editor: Mohamad iQbaL