Warga Pertanyakan Listrik Byarpet

Manajer PLN: Penyebabnya Faktor Alam

109
warga saat mempertanyakan masalah lampu padam kepada manager PT PLN Rayon Ngabang-- Antonius

eQuator – Ngabang-RK. Warga Ngabang mendatangi kantor PLN rayon cabang Ngabang, mempertanyakan dan mengeluhkan seringnya padam listrik (byarpet) di wilayah mereka.

Selain byarpet, tidak adanya pemberitahuan pemadaman juga menjadi keluhan warga.
“Kami hanya mempertanyakan apa penyebabnya lampu sering padam. Bahkan beberapa waktu lalu di wilayah jalan desa Munggu, tiba-tiba lampu mati dan bola lampu juga banyak putus,” kata Devi Zulkarnaen, Ketua RT, 15 RW 2 desa Raja. Senin (9/11).
Devi mengaku hanya menyampaikan keluhan warganya kepada PLN. “Warga banyak yang lapor ke saya sebagai ketua RT. Warga merasa banyak bola lampu yang putus, maka saya sampaikan,” ujarnya.
Manager PT PLN rayon Ngabang, Arief mengakui sering padamnya listrik selama ini. Pemadaman ini bukan sengaja tapi disebabkan alam. “Kalau sudah penyebabnya alam, kami juga sulit untuk menjaganya, kami hanya bisa memperbaikinya dimana jaringan yang megalami gangguan,” kata Arief.
Sementara untuk mesin, sejauh ini tak ada masalah. Pun demikian dengan jaringan yang ada. “Hanya yang sulit diketahui itu hanya masalah alam, seperti kayu tumbang, dan korslet pada kabel akibat hujan,” ujarnya.
Terlebih jika hujan disertai angin kencang, hampir dipastikan banyak jaringan yang mengalami gangguan. “Kami tetap berusaha memperbaiki jaringan yang mengalami gangguan,” akunya.
Karenanya, ia mengimbau masyarakat melapor ke PLN jika melihat pohon atau daun kayu yang menyebabkan gangguan listrik.
“Tapi, jangan masyarakat yang memotong kayu itu, cukup memberi informasi saja. Sedangkan untuk memangkasnya biar dari pihak PLN. Karena untuk memangkas pohon yang di dekat jaringan listrik itu sangat berbahaya, khawatir kena setrum. Tapi kalau karyawan PLN yang memangkasnya, kalau memang itu akan berbahaya bisa dimatikan dulu tegangannya,” terang Arief .

 

Reporter: Antonius

Editor: Kiram Akbar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here