Warga Lumbang Bangga Dikunjungi Bule Australia

456
KUNJUNGAN. Usai acara penyambutan di Kantor Bupati Sambas, masyarakat Desa Lumbang menyambut rombongan Pemuda Indonesia-Australia, Senin (14/12) sore dengan tarian, atraksi silat dan adat tepung tawar. M Ridho/Rakyat Kalbar

eQuator – Sambas. Warga Desa Lumbang, Kecamatan Sambas bangga menjadi sasaran Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (PPIA). Pemberdayaan masyarakat melalui sektor pendidikan dan kebudayaan menjadi tujuan 36 pemuda-pemudi menetap di Dusun Penyengat selama sebulan.

“Selaku pemuda dan warga, kami merasa bangga desa kami dikunjungi dan dijadikan tempat tinggal sementara Pemuda Indonesia-Australia (PIA), karena selama ini saya dan warga desa lain belum pernah bertemu dengan orang asing atau luar negeri. Ini mereka tak hanya datang, tapi juga menginap,” kata salah satu warga Desa Lumbang, Abdi kepada Rakyat Kalbar, Senin (14/12).

Sementara itu, Camat Sambas, Halibus mengantarkan, peserta PPIA melakukan pengabdian ke Desa Lumbang guna mendukung kemajuan pendidikan dan budaya. “Ini sangat spesial dan suatu kebanggaan untuk masyarakat Sambas, khususnya Desa Lumbang yang menjadi tempat dilaksanakannya kegiatan PPIA,” ujarnya.

Antusias masyarakat terlihat saat menyambut kedatangan PIA. Dia berharap, kehadiran peserta PPIA mampu meningkatkan silaturahmi berkelanjutan antara Indonesia dan Australia. “Tentunya dengan menjunjung tinggi harkat martabat, tanpa adanya perbedaan,” tuturnya.

Halibus mengungkapkan, rombongan PPIA telah diserahkan kepada Kepala Desa (Kades) Lumbang Mahmud Junaidi, sekaligus menjadi anak angkat warga. Makanya, Halibus berpesan agar masyarakat menjalin hubungan yang baik dengan tamu dari negara Australia. “Saya minta mereka bisa dijaga sebaik-baiknya oleh masyarakat, karena telah menjadi anak angkat, ajarkan bahasa Melayu Sambas,” pesannya.

Di tempat yang sama, Kades Lumbang, Mahmud Junaidi menyambut baik kedatangan PIA. Mewakili warganya, dia berterimakasih Desa Lumbang ditunjuk sebagai tempat tinggal peserta PPIA. “Saya minta masyarakat Desa Lumbang menjalin kerjasama yang baik dengan PIA,” ajaknya.

Bagi warga Lumbang yang menjadi orangtua angkat bagi 18 bule, Mahmud berpesan, supaya menjalin hubungan yang baik, karena ini pertama kalinya Desa Lumbang didatangi dan ditinggali bule asal Australia. “Tolong berikan pelayanan yang baik. Kami juga berterimakasih kepada pemerintah pusat, provinsi dan daerah dengan dilaksanakan kegiatan ini di desa kami,” ucapnya.

Sedangkan Desain Officer PPIA dari Kemenpora RI, Desi Verianti ditemui disela-sela acara penyambutan di Desa Lumbang menjelaskan, peserta PPIA tahun 2015 akan melakukan sosialisasi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. “Juga melakukan berbagai kegiatan sosial bersama warga,” katanya.

Selama menggelar kegiatan di Sambas, tambah Desi, pihaknya juga bekerjasama dengan Politeknik Negeri Sambas saat melakukan sosialisasi, mengadakan les bahasa Inggris, perpustakaan, dan motivasi, serta melakukan kunjungan ke kelas-kelas di masing-masing sekolah yang ada di Sambas. Termasuk, melakukan penelitian mengenai kain tenun Sambas. “Semoga terjalin kerjasama dengan masyarakat selama kegiatan ini berlangsung,” harapnya. (edo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here