Video Karya Pelajar SMAN 1 Pontianak Juara Pertama Kompetisi se Indonesia

Tampilkan Wakeskate Sebagai Daya Tarik Wisata Kapuas

12
KAMPIUN NASIONAL. Para pelajar SMA 1 Pontianak pemenang juara pertama Magnificity Video Competition didampingi guru ketika bertemu Sutarmidji di kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (30/11). Humas Pemkot for RK

Pelajar SMAN 1 Pontianak berhasil menjadi juara pertama nasional Magnificity Video Competition. Video berjudul ‘The Harmony of Pontianak’ menyisihkan 180 video lainnya se Indonesia.

Maulidi Murni, Pontianak

eQuator.co.id – Magnificity Video Competition digelar salah satu operator telekomunikasi di Indonesia yang bekerja sama dengan Kemenkominfo dan Kemendikbud. Video berjudul ‘The Harmony of Pontianak’ ditangani Albarra Naufala Erdanto, Ade Gilang Alparizi, Muhammad Rafif  dan dan Muhammad Syaldan Nurazka.

Video berdurasi 2 menit 29 detik tersebut dapat disaksikan di Youtube. berikut videonya:

Kompetisi ini mengusung tema potensi yang dimiliki masing-masing daerah. Keinginan menggali potensi-potensi wisata yang dimiliki kota berjuluk Khatulistiwa ini menjadi latar belakang dibuatnya video singkat tersebut. “Kami ingin menunjukkan bahwa Kota Pontianak juga kaya dengan potensi wisata, terutama wisata Sungai Kapuas,” kata Albarra didampingi rekan-rekannya yang terlibat dalam pembuatan video usai bertemu dengan Wali Kota Pontianak Sutarmidji di Kantor Wali Kota, Kamis (30/11).

Ketiganya membuat video berjudul ‘The Harmony of Pontianak’, karena ingin menunjukkan kepada khalayak ramai bahwa Kota Pontianak mempunyai sungai Kapuas yang menarik. Makanya, dalam video mereka ditampilkan pula permainan wakeskate atau olahraga skate air yang dilakukan di sungai Kapuas. “Sengaja kami kemas dalam video ini untuk menunjukkan bahwa Pontianak memiliki banyak daya tarik wisata,” sebutnya.

Tidak lama bagi ketiganya membuat video tersebut. Hanya sepekan, mencakup proses syuting dan lain sebagainya. Setelah melalui proses syuting, dilanjutkan dengan editing video yang membutuhkan waktu sekitar lima hari. Kendala yang dihadapi hanya ketika melakukan syuting. Untuk mengambil gambar di tempat-tempat tertentu, terlebih dahulu mereka harus memperoleh izin. “Tetapi ada pula beberapa tempat yang hanya dengan izin secara lisan terus kita ambil gambar,” ujar Albarra.

Video ‘The Harmony of Pontianak’ nampilkan narasi  “Indonesia mempunyai kota yang bersinar.Sebuah kota yang dilintasi garis khatulistiwa. Sebuah kota yang mempunyai sungai terpanjang di Indonesia. Sebuah kota yang menjadi tempat adanya sejarah. Sebuah peradaban yang mengedepankan kesatuan. Sebuah kota yang penuh dengan keharmonisan antar beragama. Rasakan ketenangan yang ada dari semua perbedaan yang ada. Perbedaan merupakan hal yang sudah menjadi budaya sejak dahulu kala. Mulai lah harimu dengan mengeksplorasi budaya yang ada. Sebuah kota yang membuat kamu seperti di rumah. Sebuah kota yang membuat kamu merasa terhibur.

Rasakan euforianya dengan keramahan masyarakat yang ada dan rasakan kenikmatan dari secangkir kopi dengan semua filosopi yang ada. Tidak perduli seberapa jauh kamu pergi sungguh susah untuk melupakannya. Selamat datang di Pontianak. Sebuah kota yang memiliki kehidupan yang harmoni”.

Tak lupa pula mereka menunjukkan beberapa ikon Kota Pontianak. Seperti Tugu Digulis, Tugu Khatulistiwa, Sungai Kapuas, Istana Kadriah, Masjid Jami, Vihara Bodhisatva, Masjid Raya Mujahidin, Gereja Katedral Santo Yosef, Rumah Radakng, Taman Alun Kapuas. Termasuk menampilkan wakeskate di sungai Kapuas.

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengapresiasi prestasi yang diukir para pelajar SMAN 1 Pontianak. Ia berharap, industri kreatif di Kota Pontianak tidak hanya berkembang di kalangan profesional. Tetapi juga merambah pada anak-anak muda terutama pelajar. “Ini suatu hal yang membanggakan dan membuktikan industri kreatif di Kota Pontianak ini terus berkembang,” katanya.

Pemkot akan terus mendorong mereka yang berhasil menjadi juara ini untuk terlibat dalam bagian promosi wisata Kota Pontianak, terutama kuliner. Mereka akan mengangkat kuliner yang ada di Pontianak, seperti Warung Kopi Asiang, paceri nanas dan lain sebagainya melalui sajian video. “Ini bagus, artinya anak-anak muda berupaya untuk mempromosikan Kota Pontianak ini supaya lebih dikenal keunikannya juga. Mungkin nanti kita akan lombakan video tentang sisi unik Kota Pontianak bagi anak-anak muda,” tuturnya.

Rencananya, hadiah senilai Rp5 juta sekaligus workshop videografi eksklusif dari YouTuber terkenal Bayu SKAK akan diserahkan langsung oleh pihak penyelenggara di SMAN 1 Pontianak pada 17 Desember 2017. “Dari sekian banyak lokasi syuting, yang paling menarik ketika kami mengambil gambar anak-anak bermain wakeskatedi Sungai Kapuas,” sebut Sutarmidji. (*)