Tujuh Jam Pasar Senakin Terendam Banjir

145
lokasi desa Senakin terendam banjir. Antonius

eQuator – Senakin-RK. Pasar Desa Senakin Kecamatan Sengah Temila dan beberapa rumah warga terendam banjir selama tujuh jam akibat hujan deras yang menguyur Rabu (6/1) sejak pukul 22.00-05.00.

Kepada awak koran ini, salah seorang warga Senakin, Refi mengatakan, banjir tiba-tiba merendam pasar Senakin menuju pasar Hulu Senakin pada malam hari dengan ketinggian setengah lutut orang dewasa di jalan raya. “Banjir ini sudah menjadi langanan setiap tahun. Apalagi kalau sudah hujan deras, daerah ini memang sering banjir,” ujar Refi via HP.
Dikatakannya, sekitar pukul 17:00 sampai pukul 18:00, turun hujan tapi tidak terlalu deras. Setelah itu hujan deras sekitar pukul 21:00 sampai pukul 22:00. “Sekitar pukul 22:00 itulah air langsung naik ke rumah warga hingga sampai ke jalan raya,” katanya.
Beberapa warga pun panik dan mengemaskan barang-barang dan peralatan rumah tangga. “Karena takut hanyut terbawa arus air,” katanya.
Kepala Desa (Kades) Senakin, Mardiro mengakui pasar Senakin yang lokasinya dekat jembatan, jalan menuju pasar Hulu Senakin dan kantor desa Senakin memang sudah menjadi langganan banjir setiap tahun.
“Apalagi kemarin hujan deras sampai dua jam lebih. Pasti daerah itu bisa banjir, hanya banjirnya tidak lama sudah suruh kembali,” ujar Mardiro.
Sudah tiga tahun ini rutin banjir di wilayahnya, lantaran di hulu sungai sudah tidak ada lagi pohon yang besar bisa menampung air.
“Walaupun tahun kemarin sungai sudah dinormalisasi, tapi di hilir sungai masih ada kegiatan masyarakat yang menyebabkan arus sungai itu menyempit. Untuk mengatasi banjir masih belum bisa,” akunya.
Mardiro berharap, ada program penanaman pohon di hulu sungai itu. Dan tak ada lagi kegiatan masyarakat yang membuat arus sungai menyempit. Menurutnya banjir ini terjadi lantaran daya tampung yang mencukupi terhadap curah hujan yang tinggi. Ditambah lagi sungai yang menampung air itu tidak mumpuni, hingga air meluap ke jalan raya.
“Jika ada penanaman pohon dan kesadaran masyarakat setempat untuk membersihkan arus sungai, mungkin tidak lagi terjadi banjir,” harapnya.

 

Reporter: Antonius
Editor: Kiram Akbar