Tito Lantik Putra Singkawang Jadi Kapolda

Arief Titip Didi

82
SALING MERANGKUL. Di sela-sela sertijab sejumlah perwira tinggi di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/11), As SDM Polri Irjen Pol Arief Sulistyanto (tengah) berfoto bersama Brigjen Pol Didi Haryono (kanan) yang menggantikan Irjen Pol Erwin Triwanto (kiri) sebagai Kapolda Kalbar. As SDM Polri for RK

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian terus merombak kekuatan jajaran kepolisian di level perwira tinggi. Kali tiga kapolda dicopot dari jabatannya dan dimutasikan ke jabatan lain. Efek dari pergantian ini, sejumlah perwira menengah (pamen) ikut promosi.

Ketiga kapolda yang berganti jabatan tersebut yakni Kapolda Sulawsi Selatan Irjen Muktiono, Kapolda Kepulauan Riau Sam Budigusdian, dan Kapolda Kalimantan Barat Irjen Erwin Triwanto.

Pergantian kapolda itu tercantum dalam surat telegram Kapolri nomor ST/2750/XI/2017 yang diterbitkan Kamis (16/11) lalu. Dan, Rabu (29/11) kemarin, mereka sudah mengikuti serah terima jabaran (sertijab) di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan. “Pergantian posisi ini merupakan hal biasa. Ini untuk penyegaran di institusi Polri,” kata Tito seperti yang dikutip JawaPos.com.

Sementara itu, perwira tinggi lainnya yang ikut bergeser jabatan yakni Koorsahli Kapolri Irjen Pol Iza Fadri Yani dimutasi sebagai analis di NCB Interpol. Posisinya digantikan oleh Irjen Muktiono. Posisi Muktiono digantikan Kakorshabara Irjen Umar Septiono.

Irjen Sam Budigusdian dimutasi sebagai perwira tinggi SDM untuk penugasan di Lemhanas. Dia digantikan oleh Irjen Didid Widjanardi. Irjen Erwin Triwanto yang selama ini jadi Kapolda Kalbar dimutasi sebagai analis di Lemdiklat Polri. Dia digantikan oleh Wakapolda Kepulauan Riau Brigjen Didi Haryono.

Selanjutnya, posisi Brigjen Sistersins Mamadoa yang sebelumnya menjabat Kapuslitbang Polri akan digantikan oleh Kombes Indro Wiyono yang sebelumnya menduduki jabatan Sespuslitbang Polri.

Kemudian, Kepala Pelayanan Markas (Yanma) Besar Polri Kombes Yudi Amsyah menggantikan Kombes Budi Widjanarko yang diangkat sebagai Wakapolda Bengkulu.

Menurut Tito, sumpah yang diucapkan dalam sertijab itu disaksikan oleh yang hadir di ruangan dan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga apabila perwira yang diberi jabatan baru ini melanggar sumpah, maka akan menjadi konsekuensi pribadi, baik di dunia maupun di akhirat.

Terpisah, Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM), Irjen Pol Arief Sulistyanto yang menandatangani surat telegram Kapolri atas rotasi jabatan ini mengatakan, sebagai mantan Kapolda Kalbar dia mohon kepada seluruh tokoh dan masyarakat Kalbar untuk mendukung dan mangawal kepemimpinan Brigjen Didi Haryono.

“Ini adalah keputusan Pimpinan Polri yang terbaik dengan menunjuk Putra Kalbar sebagai Kapolda Kalbar. Semoga pak Didi sukses,” kata Arief saat berbincang dengan Rakyat Kalbar melalui WhatsApp, Rabu (29/11) sore.

Arief pernah menjadi Kapolda Kalbar periode 2014 sampai 2016. Pada masa dia menjabat, Polri di Kalbar terus berbenah. Tidak sedikit anggotanya yang dipecat. Pola kedisiplinan dan ketegasan dalam membina anggota, membuat internalnya jauh lebih ‘bersih’. Tak satu pun anggotanya berani ‘nakal’. Karena ancaman copot selalu di hadapkan.

Bukan hanya itu, para cukong atau pemain barang ilegal tidak berani menampakkan diri. Selama ada Arief di Kalbar, mereka seakan ‘mati’. Maka, ia berharap Didi dapat mengikuti pola dan gayanya sebagai pemimpin.

“Beliau (Didi) sudah paham betul bagaimana pola dan gaya leadership yang baik dan pernah dialami dalam mengelola organisasi Polda Kalbar,” ujarnya.

Arief yang ikut mengawal proses upacara sertijab ini sangat yakin Didi bisa memimpin Kalbar menjadi terbaik. Karena Didi merupakan putra daerah kelahiran Singkawang, Maret 1962.

“Pak Didi sebagai putra daerah pasti sudah tahu kondisi masyarakat, budaya dan tantangan serta harapan masyarakat Kalbar,” kata Arief.

Apalagi Didi bukanlah orang baru di lingkungan Polda Kalbar. Alumni SMA Negeri 1 Singkawang itu pernah menjabat sebagai Irwasda Polda Kalbar, semasa kepemimpinan Arief. Tentu, selama mendampingi Arief, Didi modal untuk memimpin Polda Kalbar. Lalu, jauh sebelumnya pun Didi pernah menjadi Kabid Humas Polda Kalbar.

“Beliau pernah dua tahun mendampingi saya sebagai Irwasda tentu semua itu menjadi modal dan pengalaman dalam memimpin Polda Kalbar agar bisa meningkatkan kinerja dan pelayanan yang terbaik untuk Kalimantan Barat,” pungkas Arief.

Laporan: Ocsya Ade CP