Tim RA ‘Digoyang’

121
TUNJUKKAN UANG. Telly Yohanes memperlihatkan uang sebesar Rp 400 ribu kepada jajaran Panwaslu Sekadau di kantor Panwaslu, Jumat (11/12) malam. ABDU SYUKRI

eQuator – Sekadau-RK. Proses Pilkada Sekadau yang awalnya tenang, perlahan-lahan mulai memanas pasca perhitungan suara. Pasangan calon nomor urut 2, Rupinus, SH, M.Si-Aloysius, SH, M.Si (RA) yang menang berdasarkan hasil hitung cepat KPUD Sekadau, kini mulai digoyang isu pelanggaran kampanye oleh sejumlah pihak.

Tadi malam sekitar pukul 20.00, Panwaslu Sekadau didatangi tim pasangan nomor urut 3, Simson, SKM, M.Mkes-Drs. Paulus Subarno, M.Si. Mereka yang datang adalah Heryono, relawan tim pemenangan Simson-Subarno.

Heryono datang ke kantor Panwaslu Sekadau di Jalan Sekadau-Sintang, KM 4 bersama belasan warga. Dua diantaranya adalah Telly Yohanes, warga Terajuk, Dusun Bayur, Desa Sekonau, Kecamatan Sekadau Hulu, serta Heronimus Aron, warga Kelulut, Desa Seberang Kapuas, Kecamatan Sekadau Hilir.

“Kami datang atas kehendak sendiri. Tidak ada yang menekan,” kata Aron, panggilan akrab Heronimus Aron di kantor Panwaslu Sekadau.

Kedatangan warga ini disambut Ketua Panwaslu Sekadau, Marcelinus Oktavianus, S.Pd beserta anggotanya, Niko Bohot. Puluhan aparat kepolisian dari Polres Sekadau sudah standby melakukan penjagaan di kantor Panwaslu Sekadau.

Setelah mengisi daftar tamu, Heryono bersama Heronimus Aron dan Telly Yohanes langsung dipersiakan masuk ke kantor Panwaslu. Mereka kemudian melaporkan dugaan pelanggaran Pilkada yang dilakukan oleh Tim RA.

Kepada Panwaslu, Aron melaporkan dugaan Short Massage Service (SMS) berbabau ancaman untuk memilih pasangan RA pada kelompok petani karet Karya Nyata di Dusun Kelulut. “SMS itu saya terima pada tanggal 7 Desember 2015 pukul 09.24,” cerita Aron.

SMS berbahasa setempat itu isinya, “Padah ke anggota kelompok karet kitak di Tapang Kelulut semua harus milih RA no. 2. Kalau kelompok kitak mau berlanjut sapaikan ke semua anggota”.

Dalam bahasa Indonesi, SMS itu bermakna “Kasi tahu kepada semua kelompok karet kalian di Tapang Kelulut, semua harus memilih RA. Nomor 2, kalau kelompok kalian mau berlanjut. Sampaikan ke semua anggota”.

“Di HP saya memang tidak ada namanya. Tapi sudah saya selidiki orangnya siapa,” kata Aron, tanpa merinci identitas pengirim SMS itu.

Sementara Telly Yohanes melaporkan tentang dugaan pelanggaran money politic, menurutnya dilakukan oleh tim RA. Tim yang dimaksud adalah Katarinus Bagul, warga Dusun Bayur, Desa Sekonau.

Telly mengatakan, pada 8 Desember pukul 06.00, ia didatangi Katarinus. Ia kemudian diberikan uang Rp400 ribu oleh Katarinus.

“Waktu itu, ia meminta saya membagikan uang itu kepada enam rekan-rekan yang berada di RT 3, Rejuk, Dusun Bayur. Tapi saya tidak mau,” kata Telly.

Menurut Telly, meski pun dirinya tidak mau, namun Katarinus tetap memaksa. Katarinus bahkan meninggalkan uang tersebut di atas mejanya. “Ada saksi dan ada uangnya,” kata Telly sembari memperlihatkan uang Rp400 ribu yang dimaksud.

Menanggapi adanya laporan itu, Ketua Panwaslu Sekadau, Marcelinus Oktavianus menegaskan, laporan itu masih sebatas dugaan. “Sekarang kita terima dulu,” kata Okta.

Ditegaskkan Okta, laporan itu akan ditindaklanjuti. Panwaslu akan melakukan crosscheck kepada para saksi dan terlapor. “Nanti saksi dan terlapor akan kita panggil,” tegasnya.

Relawan tim Simson-Subarno, Heryono yang dikonfirmasi prihal laporan itu, membantah jika dua pelapor adalah tim pemenangan Simson-Subarno. “Mereka warga biasa,” kata Heryono.

Lantas kenapa keduanya bisa membuat laporan ke Panwaslu, menurut Heryono, warga itu yang datang ke posko pemenangan tim Simson-Subarno di Jalan Sekadau-Sintang. “Mereka meminta kita mendampingi untuk membuat laporan ke Panwaslu,” klaim Heryono.

Dikonfrimasi via selularnya pukul 21.40 tadi malam, calon Wakil Bupati Nomor urut 2, Aloysius menanggapi dingin laporan itu. Ia megaku sudah mendapat informasi soal laporan itu. “Hak semua orang untuk melapor, sekarang harus bisa dibuktikan kebenaran laporan itu,” ujar Aloy.

Tugas untuk mengecek kebenaran laporan berada di Panwaslu. Aloy meminta Panwaslu untuk bersikap bijak menanggapi laporan itu. “Jangan terpengaruh kepentingan apa pun,” tekan Aloy.

Soal laporan dugaan money politic, Aloy mempersilakan saja. “Itu akan membuka kedok mereka (tim Simson-Subarno) sendiri,” tegas Aloy.

 

Laporan: Abdu Syukri

Editor: Hamka Saptono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here