Tiga Kecamatan Hadiri Festival Makam Juang Mandor

217
foto bersama setelah penyerahan hadiah juara lomba puisi tingkat SD. Antonius

eQuator – Mandor-RK. Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, (Disporaparekraf) kabupaten Lukas Kanoh, secara resmi membuka acara festival Makam Juang Mandor, Selasa (10/11).
Festival ini merupakan kegiatan yang pertama kalinya dilakukan di Mandor oleh Disporaparekraf kabupaten Landak. Terasa istimewa lantaran bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November.
“Kita mempunyai beberapa objek wisata, kalau di telususri dari provinsi maka makam juang Mandor ini objek wisata yang duluan di lewati kalau mau ke kota Ngabang. Objek wisata Mandor merupakan objek wisata sejarah,” kata Lukas.

Setelah wisata Mandor, ada objek wisata alam bukit Seha dan Riam Solakng, setelah itu masuk ke dalam ada objek wisata budaya di rumah betang Saham.  Sedangkan untuk di kota Ngabang ada objek wisata Keraton Ngabang.  Dan untuk kecamatan Air Besar ada objek wisata alam yakni Air terjun Banangar dan ada lagi yang sedang di kambangkan sekarang objek wisata Air Terjun Dait tujuh tingkat. Untuk kecamatan Banyuke Hulu juga ada objek wisata rohani yakni bukit Bandol.
“Jadi potensi wisata yang sudah terdata ini sudah termasuk objek wisata unggulan,” terangnya.
Ketua Panitia Festival, Supiana, mengatakan festival Makam Juang Mandor, bertujuan mempromosikan dan memelihara objek wisata makam juang Mandor sebagai aset sejarah.
“Kegiatan ini juga memberikan motivasi kepada para siswa seni agar lebih kreatif dalam mengembangkan seni budaya sehingga bisa meningkatkan kunjungan wisatawan. Selain itu untuk mengali dan menumbuhkan kerjasama, kreativitas, inovatif kepada para siswa dan pekerja seni, untuk menanamkan dan mengembangkan nilai kepahlawanan dalam upaya memperkuat jiwa dan nasionalisme di kalangan anak-anak, pemuda dan siswa,” katanya.
Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti festival tersebut dari kecamatan-kecamatan yang ada di  Kabupaten Landak. Dan peserta lomba juga terdiri dari siswa sekolah dasar (SD) mengikuti lomba baca puisi.
Siswa SLTP mengikuti lomba menulis cerpen tentang pahlawan, dan SLTA mengikuti lomba vokal group lagu-lagu nasional. “Jumlah peserta lomba baca puisi 33 peserta dari 11 sekolah, lomba menulis cerpen 15 peserta dari 8 sekolah, dan lomba vokal group 90 peserta dari 15 sekolah. Kegiatan di laksanakan dua hari, di mulai pada 10-11 Nopember,” jelasnya.
Dalam lomba puisi ini, juara 1 Triananda dari SDN 14 Kayua Tanam, juara II, Cosner Fernando dari SD Subsidi Pahauman kecamatan Sengah Temila, dan juara III, Clara Arista Hildegardis dari SDN 2 Mandor. (ius)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here