Terjebak Macet, Jambret Dipelasah

348
BABAK BELUR. Dengan wajah bengkak serta lebam, Man dan Agus digelandang ke Ruangan Jatanras Polresta Pontianak, Senin (21/11) siang. OCSYA ADE CP

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Berdalih butuh uang untuk biaya anak sekolah di salah satu SMP ternama di Kota Pontianak, Hermansyah alias Man bersama rekannya Agus Suherman alias Roy menjambret pengendara wanita di Jalan Walter Mongonsidi (Pasar Mawar), Pontianak Kota, Minggu (20/11) pukul 17.00.

Aksi jambret amatiran ini berhasil ditangkap dan dipelasah warga di Jalan Patimura, tepat depan Gereja Katedral Santo Yoseph. “Kami dipelasah warga Bang,” kata Man saat ditanya kenapa wajah dan tangannya bengkak oleh wartawan di Ruangan Jatanras Polresta Pontianak, Senin (21/11) siang.

Merintih kesakitan akibat luka memar di mata kanannya, Man mengaku butuh uang untuk biaya sekolah anaknya. “Terpaksa Bang, untuk memenuhi kebutuhan anak,” kilahnya.

Pria yang tubuh dan wajahnya hampir mirip Kanjeng Dimas Taat Pribadi itu mengatakan, ia dan Agus usai menenggak minuman keras di depan Jalan Wak Dalek-Podomoro. Sedikit mengambang ditambah galau tak punya uang, ide jahatnya pun keluar. Warga Sungai Jawi dan Jalan Kutilang inipun memutuskan untuk menjambret.

Dari lokasi minum, mereka mengendarai sepeda motor matic KB 6139 WZ. Man dan Agus memburu kaum hawa yang lengah saat mengendarai sepeda motor. Di Jalan Walter Mongonsidi, mereka pun beraksi. “Saya lihat ada ibu-ibu bermotor di kawasan Pasar Mawar. Kemudian Agus pepet (hampiri) ibu itu dari arah belakang sebelah kiri, lalu saya ambil tas kecil yang berisi dompetnya,” cerita Man.

Tanpa memikir kondisi korban yang terjatuh, Agus si penjoki langsung mengegas sepeda motornya ke arah Jalan Patimura. Tak ada pilihan lain, jika keluar dari Jalan Walter Mongonsidi tembus ke Jalan Patimura, harus belok kiri ikut arah jalan dua lajur. Korban yang terjatuh tadi, lalu bangkit. Tak ada rasa sakit akibat luka terbentur aspal. Rasa sakit hilang karena semangatnya untuk mengejar pelaku dengan sepeda motornya.

Sesampainya di Jalan Patimura, Agus terus memacu sepeda motornya agar bisa jauh dari kejaran korban. Namun sayang, Agus dan Man lupa dan tak sadar bahwa saat itu adalah jam sibuk atau jamnya warga pulang kerja. Di pertigaan dekat Supermarket Kaisar dan Gereja Katedral Santo Yoseph itu jalan macet.

“Ibu itu mengejar kami sambil teriak ‘jambret’. Disaat motor kami terhenti karena macet dan tak bisa kemana-mana, kami ditangkap warga. Warga yang semakin ramai langsung pelasah kami,” cerita Man.

Beruntung, saat itu anggota polisi datang ke lokasi mengamankan kedua pelaku. Mereka nyaris dibakar massa. Man mengaku, aksi jambret ini bukan kali pertama yang dilakukannya. Dulu, beberapa tahun lalu, ia pernah menjambret nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Sungai Pinyuh yang baru saja menarik uang sebesar Rp200 juta. “Ini dulunya dengan Burhan. Kalau dengan Agus ini, baru sekali saja,” akunya.

Meski sudah tiga sampai empat kali menginap di balik jeruji besi, ternyata tak membuatnya kapok. Man berkolaborasi melakukan aksi kejahatan bersama Agus, si resedivis kambuhan. “Kedua pelaku ini residivis Curas (pencurian dengan kekerasan). Mereka selalu bekal senjata tajam setiap kali beraksi, untuk mengancam dan tak segan melukai korban yang melawan,” kata AKP Siswadi, Wakasat Reskrim Polresta Pontianak.

AKP Siswadi mengatakan, dalam penyidikan nanti, penyidik akan meresume sejumlah kasus yang pernah dilakukan kedua pelaku. “Untuk sementara, mereka dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman penjara paling lama sembilan tahun,” tegasnya. (oxa)

Facebook Comments