Terampil, Cerdas, dan Kompetitif Hadapi MEA

105
Gusti Ramlana

eQuator – Mempawah. Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tidak bisa dihindari lagi. Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana mengingatkan masyarakat menyambut era perdagangan bebas dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terampil, cerdas, dan kompetitif.

“Jadi persaingan akan semakin ketat. Siap tidak siap, mau tidak mau, itu akan terjadi. Mari kita tingkatkan kualitas,” ujarnya disela acara Pelantikan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kecamatan Siantan, Senin (28/12).

Ramlana mengatakan, iklim kompetitif yang akan terjadi pada MEA memberikan beberapa kemungkinan sekaligus. Terbukanya pintu masuk bagi arus barang dan jasa dari luar, menurutnya, menjadi tantangan bagi seluruh anak bangsa. Jika tidak siap menghadapi itu, maka tantangan akan berubah menjadi ancaman. “Jika kita menyongsong MEA dengan persiapan yang matang, maka semua bakal menjadi peluang yang menguntungkan. Beragam potensi akan masuk ke Indonesia,” sebutnya.

Dia menambahkan, persaingan bebas yang terjadi pada MEA menjadi fakta yang tidak bisa dihindari. “Nanti bisa saja ada tukang bakso dari Thailand. Maka kita harus siap bersaing,” ucapnya.

Secara khusus, Ramlana berharap, masyarakat di desa dapat siap menghadapi MEA. Caranya, desa harus produktif baik secara ekonomi maupun kualitas SDM. Untuk itu, dia menegaskan, Pemkab Mempawah komit memberikan perhatian kepada pembangunan desa. Alokasi dana untuk desa diperbesar, sehingga kelak terjadi pergeseran, di mana ada gerakan kembali membangun desa. “Melalui alokasi dana desa, di antaranya kita berharap ada usaha ekonomi kreatif yang dikembangkan dengan kualitas yang bersaing,” sebutnya.

Ada tiga hal yang harus dilakukan, tegas Ramlana, untuk mendongkrak kualitas SDM. Pertama, knowledge transfer. Menurutnya, pengetahuan yang tinggi saja tidak cukup, namun harus didukung wawasan yang luas. Kedua, punya skill atau keterampilan.

Dia menilai, banyak orang yang punya ijazah pendidikan maupun keterampilan, tapi sayang kemampuan aslinya tidak terbukti. “Yang pintar ijazahnya, bukan orangnya,” sindirnya.

Ketiga, Ramlana menyebut, pentingnya punya sikap mental dan perilaku yang baik. “MEA harus dihadapi dengan attitude yang positif,” ujarnya.

Ramlana mengingatkan, keberhasilan pembangunan tidak lepas dari sinergi tiga pihak, yakni pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. “Sukses pembangunan ada di tiga domain, yakni pemerintah, swasta, dan masyarakat. Ini harus sinergi. Tidak bisa dibebankan hanya kepada salah satu pihak,” pungkasnya. (sky)