Teman Pria Ditikam

Sakit Hati Cintanya Bertepuk Sebelah Tangan

175
TERKAPAR. Afong terkapar di Rumah Sakit St Vincentius Singkawang, Minggu (28/2). SUHENDRA

eQuator.co.id – Singkawang-RK. Cintanya bertepuk sebelah tangan, membuat wanita berinisial AF kalap mata dan menusuk teman prianya, Irianto alias Afong, 35, Sabtu (27/2) sekitar pukul 05.00. Afong ditusuk di kediamannya, di Jalitata atau tepatnya belakang Bioskop Kota Indah, Kota Singkawang.

Tersangka AF tiba-tiba saja menusuk Afong dari belakang, menggunakan pisau. Senjata tajam itu sengaja dibawa AF untuk menusuk pria yang dia cintai itu. Ketika Afong membuka pagar rumahnya, pisau pun menancap di tangan dan perutnya.

“Kejadiannya di rumah, saat saya mau membuka pagar. Tiba-tiba dia menikam saya dari belakang, dan kena ke tangan kiri saya dan langsung melesat ke perut saya,” ujar Afong ditemui di Rumah Sakit St Vincentius Singkawang, Minggu (28/2). Afong pun tumbang, ususnya terburai.

Dia menceritakan, Jumat ditelpon AF. Lantaran Afong sibuk, sehingga telepon dari AF pun tak diangkat. Namun, pada malam harinya, dia menelepon balik AF. “Saya tanya ada apa nelepon, AF bilang, mau main ke rumah saya, karena lagi bête,” katanya.

Setelah tiba di rumah, lanjut cerita Afong, AF pun duduk di kamar belakang sambil menonton TV. “Sedangkan saya lagi nyuci pakaian di kamar mandi. Selesai mencuci, saya langsung menemani AF nonton di kamar,” ujarnya.

Saat ngobrol-ngobrol dengan AF di kamar, Afong berpesan agar AF segera pulang sebelum matahari terbit. “Dia tidak mau saya suruh pulang. Sedangkan saya kan paginya mau kerja lagi,” jelasnya.

Setelah diwanti-wanti, akhirnya AF pun berhasil dibujuk untuk segera pulang. “Dia suruh saya buka pagar. Saat saya mau buka pagar itulah, tiba-tiba dia menikam saya dari belakang. Dan kena ke tangan kiri saya, dan langsung melesat ke perut saya,” ujarnya.

Dia memprediksikan, jika pisau dapur yang digunakan pelaku bukan pisau yang ada di rumahnya. “Sepertinya bukan pisau di rumah saya. Mungkin dia bawa sendiri, dan disimpan di dalam jaket. Karena dia saat itu pakai jaket,” katanya.

Setelah menikam Afong, AF pun berjalan keluar, sambil melirik korban. Takut AF mengejar lagi, akhirnya Afong langsung menutup pagar dengan gembok.

“Habis itu saya teriak ada pembunuhan. Namun, tak satupun warga yang keluar untuk membantu saya,” ujarnya.

Afong lari ke belakang rumahnya, langsung menelepon kedua rekannya untuk meminta bantuan. “Tapi tidak ada yang angkat telepon saya,” ungkapnya.

Takut kehabisan darah, akhirnya Afong pun mengambil motor, dan pergi sendiri ke rumah sakit. “Kalau saya tak datang sendiri, mungkin saya sudah mati kehabisan darah,” katanya.

Menurut informasi, kata Afong, AF sudah ditangkap jajaran Mapolres Singkawang. “Saya minta pelaku dihukum sebagai pengajaran. Padahal saya kan sudah baik sama dia. Saya baik sama dia, bukan berarti saya cinta sama dia. Saya cuma anggap dia sebagai teman saja,” katanya.

Sementara Afung, abang korban mengaku, saat adiknya ditusuk, dirinya sedang tidur di kamar sebelah. “Jadi saya tidak tahu bagaimana kejadiannya,” ujarnya.

Hanya saja, sewaktu dirinya bangun tidur, dia melihat sudah banyak darah di lantai dapur, lantai depan dan luar pagar. “Tetangga saya bilang, kalau adik saya dibacok sama teman ceweknya,” katanya.

Saat ini tersangka AF masih dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Sayangnya, belum ada keterangan resmi terkait pembacokan yang dilakukannya terhadap Irianto alias Afong dari pihak kepolisian. (hen)