Tari Diduga Menderita Hidrosefalus

234
MEMBESAR. Tumor di kepala Tari Lestari semakin membesar sepulangnya dari RSUD Soedarso Pontianak, Jumat (12/2). Sukartaji-RK.

Nanga Pinoh-RK. Bayi berusia lima bulan dengan kepala bagian kiri membesar, Tari Lestari, diduga menderita hidrosefalus, yakni produksi cairan otak berlebihan yang menyebabkan ruang di dalam otak (ventrikel) nampak membesar.

Hidrosefalus ini karena tumbuhnya jaringan abnormal, yang mengalahkan jaringan normalnya. Jaringan abnormal yang dimaksud, yakni bagian kepala yang membesar,” jelas dr Ahmad Jawahir, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Melawi ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Jawahir mengetahui kondisi Tari itu setelah mendapatkan informasi dari pihak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kecamatan Sayan yang sempat menangani bayi malang asal Desa Kerangan Purun, Sayan tersebut.

Kini Tari sudah dipulangkan ke kampung halamannya, setelah RSUD Soedarso Pontianak angkat tangan untuk menanganinya. “Bukannya kita mematahkan semangat. Namun kita harus berdoa semoga bayi tersebut bisa sembuh. Meskipun sebetulnya sulit untuk ditangani,” kata Jawahir.

Dia mengaku, pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk mengobati Tari. Apalagi usianya masih lima bulan. “Kita juga prihatin melihat kondisinya demikian. Kita tidak bisa memastikan penyebab penyakit yang dideritanya itu,” ujar Jawahir.

Menurut Jawahir, mungkin saja kondisi Tari tersebut karena faktor lingkungannya, misalnya terpapar air raksa sebagai dampak penambangan emas. Tetapi ini belum pasti, karena warga lainnya yang juga memanfaatkan sumber yang sama, tidak mengalami hal tersebut.

Tetapi secara medis, jelas dia, hidrosefalus ini bisa dipicu beberapa faktor. Di antaranya,  pengkonsumsian obat antibiotik yang berlebihan atau terpapar zat pengawet, hingga bumbu masakan  yang mengadung Monosodium Glutamat (MSG). “Langkah pencegahan yang bisa dilakukan, ya…menghindari pengkonsumsian zat pemicu tersebut,” jelas Jawahir.

Khusus bagi ibu hamil, tambah Jawahir, memang sebisa mungkin untuk ceck up atau periksa kandungan, dan menjaga asupan gizinya. “Kita berupayalah melalui peran Puskesmas atau Puskesdes, secara perlahan mensosialisasikan tentang ini,” tutupnya.

Laporan: Sukartaji

Editor: Mordiadi