Tak Sekalipun Menang, Kalbar Pulang Awal

Kejurnas Sepak Bola U-15 di Yogyakarta

15
WAKIL KALBAR. Kontingen Tim U-15 Kalbar ketika dilepas Ketua PSSI Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berangkat ke Yogyakarta belum lama ini. FIKRI AKBAR

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Hasil draw yang ditorehkan Tim Provinsi Kalbar saat melawan Tim Bengkulu dalam kejuaraan nasional U-15 PSSI Grup A di Yogyakarta memaksa anak asuh Syarif Abdurrahma pulang ke Kota Pontianak lebih awal. Karena dari dua pertandingan sebelumnya, kesebelasan yang di isi klub Delta Khatuliatiwa ini, tak berhasil mengantongi kemenangan.

Pada laga pembuka, klub asal Kota Pontianak ini dicukur Tim Bali dengan skor 3-0. Sementara dipertandingan kedua lawan Papua, Tim U-15 Kalbar kalah tipis 2-1. “Sudah tidak ada harapan lagi,” kata Wakil Ketua PSSI Kota Pontianak, Nanang Setia Budi ketika dihubungi Minggu (21/10).

Nanang mengakui, bahwa secara umum kekuatan lawan-lawan yang berada di grup A cukup mendominasi, terutama Bali dan Papua. Tambah lagi adanya perubahan mendadak skema tanding yang tidak menguntungkan Tim Kalbar. “Awalnya waktu cabut undi saat manager meeting, kita lawan Bengkulu. Tapi pas waktu pembukaan diubah, jadinya kita lawan Bali. Waktu kami tanya, mereka jawab ini sudah keputusan panitia Pak,” kata Nanang menirukan salah seorang panitia penyelenggara.

Secara materi kata Nanang, Tim Bali memang cukup kuat. Tim Pulau Dewata ini sejak awal mendapat pelatihan yang baik di Sekolah Sepak Bola (SSB) di Bali United. “Dari awal sudah tidak menguntungkan. Bengkulu yang harusnya jadi lawan pertama jadi lawan yang terakhir. Tapi ya kita jalan terus lah,” tuturnya.

Belum lagi, secara fisik, pemain-pemain Kalbar jauh di bawah Bali. Fisik pemain Bali posturnya besar-besar. “Kita tidak menuduh ya, apakah umurnya pas 15 atau bagaimana. Sementara anak-anak kita kan pas-pasan, paling tingginya sedikit 160-an. Kalau mereka antara 170-175,” ujarnya.

Dengan di hadapkan dengan materi serta fisik yang lebih unggul sepetti itu, membuat Tim Kalbar kesulitan membaur. Alhasil kekalahan skor tanpa balas menjadi buah pahit yang harus ditelan. Padahal menurut Nanang, andai saja, Tim Kalbar kembali sesuai jadwal semula, maka hasilnya akan berbeda. “Karena lawan Bengkuku, kita bisa imbang,” pungkasnya.

Ketika lawan Bengkulu, secara skill individu pemain Kalbar cukup bagus. Hanya sedikit kurang mental dan kompak. “Waktu lawan Bengkulu performanya, ritme permainan dan penguasaan lapangan sudah bagus. Tapi karena awal-awal sudah lawan yang berat, jadi begini. Karena main kedua, lawan Papua kita mulai ngimbangi,” paparnya.

Kendati begitu, Nanang optimis, kekalahan U-15 Kalbar akan berbuah manis pada masa yang akan datang. Dia melihat potensi besar pada tim ini. Dia tidak berharap, gara-gara kekalahan ini justru melemahkan semangat juang mereka. “Mereka ini aset kita, aset Kota Pontianak, aset Kalbar. Anak-anak kita harus terus berlatih, karena perjalanan kita masih panjang, tahun depan masih bisa main, kedepan masih ada U-17, kedepan masih ada lagi U-19 dan seterusnya,” terang Nanang.

Laporan: Fikri Akbar
Editor: Arman Hairiadi