Tak Ada Ampun Buat Anggota Pelaku Pelanggaran

131
Arief Sulystianto

eQuator – Putussibau-rk. Kapolda Kalbar Brigjen Pol Arief Sulistyanto akan menindak anggotanya yang melakukan pelanggaran disiplin dan kode etik. Apalagi ada anggota yang melakukan tindak pidana seperti melakukan penyuapan, pemerasan, maupun lainnya.
“Kan saya tidak pernah menutupi kelakuan anggota kami yang salah. Seperti Kasat Narkoba Melawi beberapa waktu yang lalu menerima suap bahkan memeras saya kenakan 3-4 tahun penjara. IPDA Pristiono kami proses kena 9 tahun. Sekarang tengah kami proses mantan Kabid TI AKBP IT, karena mengkorupsi anggaran jasa internet Rp6,5 miliar kami proses, bahkan rumahnya kami sita,” ujarnya, saat ditemui di Mapolres kapuas Hulu, Kamis (27/11) kemarin.
Menurut Kapolda tidak ada ampun bagi anggotanya yang melakukan pelanggaran. Di negeri ini tidak ada yang kebal hukum, termasuk anggota polisi sendiri. “Untuk anggota kepolisian yang melakukan pelanggaran disiplin, kode etik maupun pidana pada tahun ini jauh lebih berkurang ketimbang tahun 2014 lalu. Pelanggaran disiplin 2015 berkurang 50 persen ketimbang 2014, begitu juga dengan kode etik,” ungkapnya.

“Tidak akan memberikan toleransi pada anggotanya yang yang nakal. Kalau ada anggota yang nakal di luar, silakan lapor. Nomor handphone saya sebagian besar masyarakat Kalbar sudah tahu, silakan ditelepon,” timpal Kapolda.
Saat ini, sambung, Arief anggota polisi di Kalbar ini sudah tidak ada lagi yang melakukan pelanggaran kode etik maupun pidana. Hanya saja, masih ada anggotanya yang melakukan pelanggaran disiplin. “Seperti, pacaran lagi padahal sudah punya istri. Tapi akhirnya anggota seperti itu ketangkap juga,” jelas Kapolda.
Polda Kalbar terus mencari cara agar anggotanya tidak melakukan pelanggaran disiplin. Dia mengingingkan semua anggotanya,menjadi polisi yang beradab. Sehingga dapat membangun masyarakat yang beradab. “Karena tugas polisi ialah membangun peradaban,” cetusnya.
Ketika disinggung ada anggapan bahwa di Polres Kapuas Hulu sebagai tempat buangan polisi yang bermasalah, hal tersebut secara tegas dibantah Kapolda Kalbar. Bahkan menurutnya, Polres Kapuas Hulu ini bukan tempatnya anggota yang didemosi melainkan promosi. “Polres Kapuas Hulu lebih baik dari Polresta Pontianak, karena Polres ini belum pernah mendapatkan bendera tengkorak,” jelasnya.
hanya saja, Kapolda memang mengakui bahwa di Polres Kapuas Hulu masih banyak kekurangannya seperti rentan banjir, wilayah kerja yang luas, anggota kurang, sarana mobilitasnya juga kurang. “Tapi kalau untuk kemampuan, SDM-nya hampir samalah dengan Polres yang lain,” demikian Kapolda Arief. (aRm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here