Sutarmidji Layak Memimpin, Saya Siap Jadi Nomor Dua

Wasekjen DPP Golkar Mengenang Ucapan Norsan kepadanya,

38
JALAN KAKI. Usai Deklarasi rakyat Kalbar, Midji-Norsan didampingi istri berjalan kaki menuju KPU Kalbar untuk menyerahkan berkas pendaftaran sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar periode 2018-2023, Senin (8/1) pagi. Ocsya Ade CP-RK

eQuator.co.idPONTIANAK-RK. Warna kuning, hijau, biru, oranye, dan putih, berbaur memadati halaman dan hall Pontianak Convention Center (PCC), Senin (8/1) pagi. Rakyat plus kader-kader partai politik pendukung Sutarmidji-Ria Norsan (Minor) rela berdesakan menunggu pasangan pemimpin Kalbar usungan mereka.

Sekitar pukul 09:00 WIB, Minor beserta istri masing-masing hadir di tengah-tengah kerumunan pendukung yang sudah menanti. Bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar itu kompak.

Sutarmidji-Norsan mengenakan baju koko putih dan celana kain plus kopiah hitam. Para istri mereka pun tampak cantik dan berpakaian seragam. Mengenakan gamis biru dipadukan celana hitam dan kerudung serta selendang kuning.

Pendukung di luar dan dalam hall PCC bersorak-sorai sembari mengibarkan bendera kecil menyambut kedatangan Minor. “Plok, plok, plok.., grrrr.. Midji-Norsan, Midji-Norsan..” Tepuk tangan para audience di PCC bercampur seruan nama mereka menyambut Wali Kota Pontianak dan Bupati Mempawah yang mendeklarasikan diri maju ke pemilihan gubernur (Pilgub) Kalbar 2018 itu. Atmosfer PCC sontak meriah.

Maman Abdurahman, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar, mengapresiasi ribuan rakyat Kalbar yang hadir pagi itu. Ia menganggap Minor tokoh teladan.

“Ini titik awal masa depan Kalbar, kita bangun dengan semangat kebesaran jiwa, kita bangun dengan semangat menghancurkan ego kita. Selama ini, yang menjadi hambatan paling utama dalam membangun Kalbar adalah ego yang masih bersemayam dalam diri kita,” seru Maman dalam orasinya.

Ia mengklaim, demi masyarakat Kalbar, Partai Golkar akan memulai sebuah tradisi baru. Yang betul-betul bisa menyelaraskan nafas masyarakat Kalbar, agar mau berpikir bahwa kepentingan masyarakat di atas segalanya. Tidak berpikir pribadi untuk ambisi kelompok maupun haluan politiknya.

Maman menyebut, tradisi itu mungkin tak lazim. Ia mengilas balik apa yang pernah disampaikan Norsan kepadanya.

“Man, demi kebaikan orang banyak, demi masyarakat Kalbar, saya siap jadi nomor dua,” tuturnya, menirukan ucapan Norsan.

Kata dia, Norsan menyampaikan bahwa Sutarmidji layak memimpin Kalbar kedepan. Dan, Norsan siap mendampinginya.

“Kalbar harus berubah, Kalbar harus jadi milik kita semua, tidak hanya satu kelompok. Kalbar harus kembali kepada kiprahnya,” ujar Maman.

Sambungnya, “Melalui deklarasi rakyat ini, saya menyampaikan bahwa proses penggabungan terhadap dua orang putra terbaik Kalbar ini bukan lah sebuah proses yang mudah. Namun saya meyakini bahwa semua proses yang dilalui dengan ketidakmudahan pasti nanti hasilnya akan baik”.

Dari 171 Pilkada 2018, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, DPP Golkar memberikan target minimal 60 persen usungannya menang. Melihat animo masyarakat, trend survei, maupun tingkat kepuasan publik, akan pasangan Sutarmidji-Norsan, Maman yakin Golkar akan menghasilkan sejarah baru.

Ia sedikit membeberkan analisa basis suara Golkar untuk memenangkan Minor. Golkar, dikatakannya, sudah memegang Kota Pontianak, Kabupaten Sambas, Ketapang, dan Kubu Raya.

Partai pengusung lainnya, lanjut Maman, Partai Nasdem akan meraup suara dari Sintang dan Melawi. Kemudian, meski terdapat masalah internal di PPP, ia meyakini bisa meraih suara signifikan dari Kabupaten Kapuas Hulu.

“Kita bisa memenangkan pertarungan. Jadi insya Allah saya berharap kepada seluruh masyarakat Kalbar, ini sebuah momentum lima tahun sekali yang tidak akan terlewatkan. Oleh karena itu, mari memilih pemimpin yang betul, sesuai dengan objektifitas dan rasionalitas kita,” tandas Maman.

Senada, Ketua DPW Partai Nasdem Kalbar, Syarif Abdullah Alkadrie. Ia bahkan dengan tegas menyatakan, Minor adalah pasangan baru pemimpin Kalbar, yang disebutnya sebagai gubernur rakyat. Buktinya, semua pendukung datang tanpa biaya.

“Dalam waktu dekat, kita buat surat dukungan pemekaran Kapuas Raya dari komisi lima,” ujar anggota DPR RI itu.

Bagi Ketua DPD Partai Hanura Kalbar, Suyanto Tanjung, deklarasi yang digelar ini akan membuat  pasangan calon lainnya bungkam dan takut. Sebab, ia meyakini, kehadiran masyarakat di PCC bukan atas perintah siapapun, tapi berdasarkan hati nurani untuk mendukung gubernur dan wakil gubernur yang baru.

“Bukan dari kota Pontianak saja, tapi dari seluruh penjuru Kalbar hadir bersama kita pada pagi hari ini. Dengan kita bersama di sini, yakinlah, percayalah, bahwa Pilkada Kalbar 2018 pasti dimenangkan oleh Sutarmidji dan Ria Norsan,” tegas Tanjung.

Ia mengajak seluruh masyarakat dari kota hingga desa untuk menyampaikan pesan bahwa pasangan ini adalah pasangan yang berbobot. “Wali Kota (Sutarmidji) dua periode. Kalau gubernurnya dua periode, wakilnya juga harus dua periode, kalau prestasi tidak usah ditanyakan lagi, di kantor itu sudah tidak mampu menampung piagam penghargaan yang diraih oleh bapak Sutarmidji,” paparnya.

Ditambahkan Tanjung, “Wakilnya juga luar biasa, salah satu yang pantas kita puji adalah gantengnya wakil gubernur yang akan kita usung”.

Kemudian, ia menyatakan, program kerja Minor sudah jelas. Tanjung mengaku mewakili masyarakat timur Kalbar, tepatnya Kabupaten Sintang. Mereka, kata dia, menunggu  janji-janji pemimpin sebelumnya yang akan memekarkan provinsi baru, Provinsi Kapuas Raya.

“Tapi, apa daya, kami masyarakat timur Kalbar sampai saat ini belum dimekarkan lagi. Hari ini, kami meyakini dan kami titip seluruh keinginan kami ini kepada Sutarmidji dan Ria Norsan,” pungkasnya.

Sependapat dengannya, Ketua DPD PKB Kalbar, Mulyadi Tawik. Ia menuturkan, dengan jiwa membangunnya, Sutarmidji dan Ria Norsan harapan baru untuk Kalbar agar menjadi  lebih baik dan indah.

Mulyadi menyampaikan pesan Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskandar, yang karib disapa Cak Imin kepada Minor, tim sukses dan simpatisan. Untuk menjaga keutuhan, kebersamaan dan persaudaraan. Pilkada segala tingkatan hanyalah proses demokrasi.

“PKB berharap tidak ada intimidasi atau hal-hal mengatasnamakan Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA). Yang kita dorong adalah prestasi, program dan yakin calon kita adalah yang terbaik. Dalam perjalanan kampanye, kita jaga keutuhan. Kalbar ini miniatur Indonesia, hidup berbagai suku, agama, budaya dan sebagainya, namun tetap damai,” jelasnya.

PKB menghargai pasangan lain yang muncul dalam kontestasi Pilgub Kalbar 2018. PKB tidak mempermasalahkan apakah yang berkompetisi dua pasangan, tiga pasangan, atau lebih. “Saya yakin calon-calon yang muncul adalah tokoh-tokoh terbaik yang akan dipilih masyarakat Kalbar. Khusus Midji-Norsan, dengan jiwa pembangunan yang dimiliki, saya nilai ini menjadi modal agar Kalbar tidak kalah dengan provinsi lain,” papar Mulyadi.

Ia berharap, selama berjalannya pesta demokrasi ini, tidak ada intimidasi mengatasnamakan agama dan suku dalam memilih. Seharusnya, kata Mulyadi, memilih dalam Pemilu didasari keyakinan akan kemampuan calon, yakni pengalaman, prestasi, dan keyakinan, bahwa pilihan masyarakat adalah yang terbaik.

“Dengan segenap sumber daya yang kita miliki dan bersama masyarakat Kalbar, kita akan memenangkan pasangan Midji- Norsan untuk gubernur Kalbar 2018-2023,” tegas dia.

Orasi disambung Ketua DPW PKS Kalbar, Arif Joni Prasetyo. PKS, kata dia, senantiasa berkoordinasi dengan seluruh partai pengusung, partai koalisi, dan partai pendukung, serta masyarakat Kalbar untuk bersama mengawal kemenangan Minor menuju pembangunan Kalbar baru. “Tentu saja kita memiliki strategi kemenangan sebagaimana yang telah disusun oleh tim pemenangan dimana PKS termasuk di dalamnya. Kita akan sosialisasikan kepada seluruh masyarakat Kalbar, door to door (dari pintu rumah ke pintu rumah lainnya) dan melalui kampanye yang mendidik. Dengan berdialog,” paparnya.

Tambah Arif, “Masyarakat Kalbar memilih pasangan Midji-Norsan dengan alasan utama visi misi mereka untuk Kalbar”.

TEKANKAN PEMEKARAN

KAPUAS RAYA

Ketika giliran bintang utama menyampaikan orasi, provinsi baru sebagai daerah otonomi baru (DOB) ditegaskan Sutarmidji sebagai janji untuk diwujudkan pemerintahannya bersama Ria Norsan jika terpilih nanti. Kabupaten Sintang dianggapnya cocok jadi ibu kota provinsi.

“Kalau yang lain selama ini sudah berjanji mekarkan Kapuas Raya tapi tidak terjadi, maka serahkan ke saya dan Pak Ria Norsan. Tahun pertama, APBD (Kalbar) yang saya kelola akan saya bangunkan Kantor Gubernur Kapuas Raya dan Kantor DPRD Kapuas Raya,” janji Midji, karib Sutarmidji disapa.

Jika dua gedung pemerintahan itu sudah dibangun, infrastruktur lain akan mengikuti. Bekerja sama dengan pemerintah kabupaten, Midji yakin infrastruktur seperti jalan bisa selesai cepat. Jalan yang dibangun harus dengan kekuatan 75 ton. Dengan demikian, biaya perawatan tak akan mahal.

“Saya setuju membiayai tiga tahun anggaran. Setelah itu, kita datang ke Menteri Dalam Negeri. Kalbar lebih layak dimekarkan daripada Kaltim,” tegasnya.

Dari sisi demografi, Wali Kota Pontianak dua periode itu yakin Kalbar lebih ramai daripada Kalimantan Timur. Selain itu, berdasarkan amanat Presiden, Provinsi Kapuas Raya masuk dalam 67 daerah pemekaran baru. Amanat itu sudah ada sejak zaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin Indonesia.

“Kalau perlu kita bersama menghadap Presiden, saya yakin bisa. Apalagi ada Amanat Presiden, jadi mewujudkan tidak begitu sulit,” terang Midji.

Di hari yang sama, ada calon lain yang mendaftar, yakni Milton Crosby-Boyman Harun. Midji mengakui, visinya memekarkan Kalbar akan sama dengan Milton. Meski begitu, ia berkeyakinan konsepnya lah yang paling jitu untuk mewujudkan Provinsi Kapuas Raya.

“Walaupun Pak Milton juga misalnya jualannya Kapuas Raya, tapi kalau kita (lebih) konkret. Kapuas Raya itu, apapun persyaratan yang diinginkan kementerian, kita akan berikan,” bebernya.

Midji juga memaparkan visi misinya membangun infrastruktur jalan provinsi yang lebih baik. Demikian pula dengan indeks pembangunan manusia (IPM). Kedepan, jika terpilih, dirinya bersama Norsan akan meningkatkan IPM Kalbar yang saat ini stagnan bahkan turun peringkat.

Setelah orasi-orasi tersebut, bersama para pendukung, Minor berjalan kaki untuk mendaftarkan diri ke KPU Kalbar. Kepada awak media di kantor penyelenggara Pemilu itu, Midji menyebut yakin menang, namun tak mau takabur. Ia enggan mengungkap target suara yang ingin digapainya dalam Pilgub Kalbar ini.

“Kita tidak memasang target, tapi strategi kita sudah ada, nanti kita paparkan dengan tim,” ujarnya, usai berkas pendaftarannya dinyatakan lengkap oleh KPU Kalbar.

Untuk proses selanjutnya, Minor akan menjalani cek kesehatan, Selasa (9/1), di RS Soedarso dan RSJ Sungai Bangkong. Besoknya (Rabu, 10/1), dilanjutkan psikotes dan pemeriksaan narkoba.

“Insya Allah, kalau narkoba (aman), kecuali ya kalau narkobanya itu nagasari, kroket, bakwan, kalau itu insya Allah setiap dua hari sekali makan,” seloroh Midji.

Di kantornya, Ketua KPU Kalbar, Umi Rifdiyawati mengatakan, berdasarkan pemeriksaan berkas yang dilakukan KPU, Minor memenuhi syarat.  “Untuk itu, kami sudah mengeluarkan tanda terima untuk bakal calon Midji-Norsan,” terang Umi.

 

Laporan: Zainudin, Rizka Nanda

Editor: Mohamad iQbaL