Suami Kaya Raya Tapi Suka Jajan PSK Pinggir Jalan

422
ilustrasi.

Derajat tinggi belum tentu diikuti dengan selera terhadap lawan jenis yang wah. Pria yang tinggal di kawasan elit, Pakuwon City, Surabaya bernama Donjuan (nama samaran) ini misalnya.

 

Di balik penampilannya yang parlente dengan harta dan uangnya yang melimpah, ternyata dia hobi jajan PSK (Penjaja Seks Komersil) di pinggir jalan. Kelakuan Donjuan ini membuat sahabat-sahabatnya yang selevel heran dan geleng-geleng kepala.

Awalnya, Donjuan yang kaya raya itu selalu menolak saat diajak booking ‘wanita’ cantik dari kelas atas. Bapak dua anak itu pun lebih memilih jalan-jalan sendiri di pinggir jalan dan jembatan.

Mulai dari jembatan Jagir, JMP, kawasan Kenjeran, kawasan Dupak dan sebagainya.

“Sebenarnya saya sudah tahu kebiasaan suami jajan itu sembilan tahun silam. Mungkin karena pergaulan juga. Teman bisnisnya banyak, tapi ndak nyangka aja, kalau jajannya di kelas menengah super bawah,” kata istrinya, sebut saja Karin, 37, di sela-sela sidang gugat cerainya di Pengadilan Agama (PA), Jalan Ketintang Madya, belum lama ini.

Mengetahui kebiasaan suami yang hobi sembarangan di kelas yang tidak selevelnya, Karin pun memilih menggugat cerai Donjuan. Sebagai istri seorang pengusaha, sebenarnya Karin memahami kehidupan Donjuan sebagai lelaki yang suka jajan.

Kesadaran itu muncul juga, tidak lepas dari ayahnya yang dulu pernah tepergok selingkuh dengan ‘wanita’ penghibur. Ketika bertemu dengan sesama pengusaha, biasanya mereka menyewa ‘wanita’ penghibur untuk menemani rapat atau meeting.

Begitupula dengan kehidupan sang suami. Karin tahu bila Donjuan pesan ‘wanita’ penghibur bila rapat dengan rekan-rekannya.

Karena kelasnya pengusaha, Karin berpikir bila sang suami bakal mencari ‘wanita’ penghibur sekelasnya. Tapi dugaan Karin salah. Karena itulah dia rela menceraikan Donjuan.

“Suami itu ndak save. Apa dia itu ndak takut digrebek sama Satpol PP. Saya sebagai istri malu dan jijik. Bayangkan sudah menyentuh wanita kelas bawah gitu, terus gitu sama saya. Takut ah,” tegas Karin. (Radar Surabaya/JPG)