Spinner Booming di Pontianak.

Digemari Anak-anak hingga Dewasa

51
PENGGEMAR. Mett Mo memainkan spinner. RISKA NANDA

Fidget Spinner menjadi trend mainan anak-anak hingga dewasa di Kota Pontianak dan Kalbar pada umumnya. Bahkan mainan ini sudah merambah hingga pelosok desa.

Riska Nanda, Pontianak

eQuator.co.id – Spinner merupakan benda kecil dengan ukuran dan desain beragam yang dimainkan dengan jari tangan. Mainan ini ada yang berbentuk dua bagian. Bagian tengahnya dipegang dengan jari telunjuk dan jempol dan tiga cabang bulatan yang dapat berputar. Bulatan mirip bentuk roda ini bisa berputar ketika Anda mengibaskan tangan.

Syarid Rahmad Alqadri, 25 salah satu penggemar spinner di Kota Pontianak. Dia mengatakan pandangan dari orang mengenai spinner ini ada tiga jenis, yakni  kolektor, hanya sekedar ikut-ikutan dan pemain trik.

“Kalau kolektor dia mencari yang waw. Kalau yang ikut-ikutan dia mencari yang murah yang penting ada. Kalau pemain untuk trik dia mencari yang cocok di tangan. Masalah harga itu relatif lebih ke kualitas,” jelas pria yang akrab disapa Mett Mo ini di kedai rumahnya, Sabtu (1/7).

Katanya, spinner ini merupakan mainan penghilang rasa stress. Seperti yang sudah sering diberitakan dari berbagai sumber, spinner memiliki satu buah alat penyeimbang ditengah yakni bearing. Alat ini bisa stabil karena adanya efek gyroscopic yang sama seperti ketika kita mengayuh sepeda.

“Seperti yang booming dikatakan mainan ini bisa ngilangin stress. Saya pribadi tidak percaya, belum ada pembuktian secara ilmiah atau apa, tapi yang jelas mainan ini dibuat untuk anak autis yang diciptakan oleh perempuan. Tapi kalau saya sendiri karena suka aja punya kepuasan tersendiri lah,” tuturnya.

Walau sedang booming, mainan berputar ini hanya dianggap sebagai mainan musiman yang keberadaannya tidak bertahan lama. “Sempat ada yang minta buat komunitas tapi ini kan musiman dak bakal bertahan lama. Jadi kalau langsung buat komunitas emang agak beratlah, tapi pernahlah ngumpul bagi-bagi trik, sharing-sharing gitulah,” ungkap Mett Mo.

Terbilang permainan baru, para penggemar spinner masih belum menemukan nama-nama untuk setiap trik yang mereka dapatkan. “Kalau trik itu belum ada namanya, yang penting bisa nyangkut ditangan terus unik. Masalah nama dan berapa jumlah trik belum ada nama resminya,” kata dia.

Beda harga, beda jenis dan kualitas, spinner memiliki berbagai bentuk warna, model dan bahan. “Harganya mulai dari Rp5 ribu sampai Rp400 ribu lebih. Bedanya bahan plastik, keramik, besi,” terang Mett Mo.

Saking boomingnya di Kota Pontianak, Mett Mo beserta beberapa temannya memanfaatkan peluang tersebut untuk berbisnis online yang baru dibuka sejak awal bulan puasa lalu. Jumlah peminatnya membeludak hingga kini.

“Semakin berat spinner itu putarannya semakin lama, dan modelnya juga mempengaruhi harga jual. Begitu juga warnanya. Semakin unik orang semakin suka, sampai kapan akan bertahan, kita tak berani bilang. Tapi yang pasti jenisnya ini musiman gak mungkin lama peminatnya,” jelas Mett Mo. (*)

 

Editor: Hamka Saptono