Sopir Bus yang Jadi Bupati Dua Periode

Sekilas tentang AM Nasir

466
Bupati AM Nasir bersama istri

Setelah dilantik 17 Februari 2016 di Kantor Gubernur oleh Gubernur Drs. Cornelis, MH, pasangan Abang Muhammad (AM) Nasir dan Antonius L. Ain Pamero resmi menjabat Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu periode 2016-2021.

Pasangan ini mengungguli rivalnya Fransiskus Diaan-Andi Aswad pada Pilkada Kapuas Hulu 9 Desember 2015 lalu.

Siapa AM Nasir dan bagaimana jalan hidup pria yang karib disapa Pak Lay ini?

AM Nasir merupakan anak keempat dari enam bersaudara. Pria kelahiran Nanga Bunut, 13 Juli 1961 ini adalah anak seorang nelayan dari pasangan Abang Husin-Dayang Arpah.

Pria penghobi olahraga sepakbola ini merupakan sosok pekerja keras.

Hidup sederhana dan bekerja keras sudah dia lakukan sejak kecil, hingga meneruskan ke perguruan tinggi di UPB (Universitas Panca Bhakti Pontianak) pada tahun 1982-1989.

Lulusan SDN 01 Nanga Bunut (1968-1974), Nasir melanjutkan ke SMP Harapan Nanga Bunut (1974-1977) dan SMA Muhammadiah Pontianak (1977-1981). Selain pekerja keras, Nasir juga memiliki sifat pantang menyerah dan tidak memilih pekerjaan.

“Saya sudah terbiasa hidup susah. Kerja kayu di hutan sudah biasa. Tahun 1990-an saya sopir bus Uncak Kapuas, sambil jual ayam. Apa pun pekerjaan saya lakoni, asal halal. Bagi saya waktu tidak boleh terbuang percuma,” ungkap Nasir ketika ditemui di kediamannya, Jalan Lintas Selatan No. 156, Kelurahan Kedamin Hulu.

Sebelum bekeluarga, dia sempat numpang tinggal di rumah adiknya.

Nasir menceritakan, ketika membawa bus (angkutan umum) Pontianak-Putussibau, dirinya sering makan hanya dengan indomie. “Hanya makan indome tiga hari tiga malam itu biasa,” tutur Nasir dengan ramah.

Dua tahun menjalani profesi sebagai sopir bus, masa itu Nasir mulai menabung dan membuat perusahaan jasa konstruksi (kontraktor) dan akhirnya secara perlahan ekonominya mulai membaik.

Hingga pekerjaan sebagai sopir bis selama dua tahun dia tinggalkan dan konsen sebagai pengusaha (kontraktor).

Adik kandung Drs. Abang Tambul Husin, Bupati Kapuas Hulu dua priode (2001-2005 dan 2005-2010) ini pun mulai aktif di dunia politik. Nasir bergabung ke DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kapuas Hulu, akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum DPC PPP Kabupaten Kapuas Hulu dua priode (2004-2010).

Sebagai Ketua DPC PPP Kapuas Hulu, mengantarkannya sukses menjadi anggota DPRD Kapuas Hulu, masa jabatan tahun 2004-2009 dan 2009-2010. AM Nasir juga didaulat sebagai Ketua MABM (Majelis Adat Budaya Melayu) Kapuas Hulu dua priode, hingga sekarang.

Tahun 2010, pada Pilkada langsung Nasir terpilih sebagai Bupati Kapuas Hulu berpasangan dengan Agus Mulyana, SH politisi Partai Golkar, berhasil mengungguli lima calon bupati lainnya, yakni Yoseph Alexander-Abang Chairul Saleh, H. Baiduri -Antinius L.Ain Pamero, Kamsidi-Zainudin dan Imennuah-Sugiri serta Syaiful Bahri-Pius Soeka.

Pria yang hanya bercita-cita ingin menjadi pegawai negeri sipil (PNS) ini tidak pernah menyangka jadi Bupati Kapuas Hulu, menggantikan abang kandungnya (Abang Tambul Husin). “Waktu itu kalau sekolah cita-citanya hanya ingin jadi PNS, tidak pernah terpikir sebelumnya menjadi Bupati Kapuas Hulu,” kata Nasir.

Baginya, terpilih sebagai Bupati Kapuas Hulu pada Pilkada langsung adalah mukjizat. Demikian juga pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu pada 9 Desember lalu, bersama Antonius L. Ain Pamero, SH, bisa mendulang suara terbanyak. “Kemenangan ini adalah mukjizat. Rasa-rasa tidak mungkin, tapi masyarakat melihat kinerja saya lima tahun lalu,” ucap bapak empat anak ini.

Kemenangannya dengan memproleh suara terbanyak pada Pilkada ini adalah kemenangan masyarakat Kapuas Hulu. Karena partisipasi masyarakat luar biasa. “Partisipasi masyarakat sangat luar biasa. Banyak kegiatan kami yang dibantu masyarakat,” ungkapnya terharu.

Bisa membangun daerah hingga ke pelosok desa, sambung Nasir, adalah kepuasan tersendiri. Berbasis kontraktor, Nasir mengaku paham betul apa yang dibutuhkan masyarakat Kapuas Hulu hingga ke pelosok desa.

“Bisa membantu masyarakat saya senang. Tekad saya ingin memajukan daerah Kapuas Hulu. Saya yakin bersama masyarakat, ke depan Kapuas Hulu akan lebih maju,” ujarnya.

Nasir dibesarkan dalam keluarga yang amat sederhana, di Dusun Sungai Peredah, Desa Bunut Hulu, Kecamatan Bunut Hilir. Dia pernah tinggal di komplek pasar Impres Putussibau Kota, Kecamatan Putussibau Utara pada awal membina rumah tangga bersama Erlinawati Nasir, SH yang kini menjabat anggota DPRD Kapuas Hulu masa bakti 2014-2019.

Di mata sahabat kecilnya, AM Nasir dipandang sosok yang santun dan pekerja keras. Seperti yang diungkapkan Abang Hamidi yang merupakan teman sekelas ketika duduk di bangku SMP Harapan. “Dia tak pernah kelahi dengan kawan-kawan. Suka berteman dan pola hidup sangat sederhana,” ungkap Abang Hamidi.

Menurut Hamidi, sosok AM Nasir juga disiplin dan suka membantu orang. “Beliau di pemerintahan merasa puas apabila bisa melayani masyarakat,” pungkasnya.

Laporan: Andreas

Editor: Hamka Saptono