Siswi SMP Dipaksa Isap Sabu dan Dicabuli

Dikira Hilang, Orangtua Lapor Polisi

310
DIPERIKSA. Caol, pelaku pencabulan asal diperiksa penyidik di ruangan Unit PPA Mapolresta Pontianak, Sabtu (12/11) malam. OCSYA ADE CP

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Anak gadisnya tak pulang-pulang, diduga sudah hilang. Orangtua Bunga, 14 (nama samaran), siswi kelas 2 SMP di Kota Pontianak itu pun membuat laporan kehilangan anak ke kantor polisi.

Belum sempat dicari polisi, Bunga pulang ke rumahnya di kawasan Pontianak Barat. Tentu saja orangtuanya naik pitam. Bunga pun diinterogasi orangtuanya.

Gadis 14 tahun ini akhirnya bercerita panjang lebar, apa saja yang dialaminya selama meninggalkan rumah hampir sepekan. Akhirnya terbongkar, Bunga ternyata menginap di salah satu indekos di Jalan Tanjung Raya I, Pontianak Timur bersama kekasihnya. “Lima hari lamanya, sejak Senin-Jumat kemarin,” kata Bunga.

Diceritakan Bunga, dia dijemput kekasihnya berinisial DAP alias Caol Senin malam. Kemudian dibawa ke indekos di Jalan Tanjung Raya I. Sejak Senin malam dirinya tak pulang ke rumah, alasannya Caol tak punya sepeda motor.

Pada malam pertama Bunga mengaku tidak diapa-apakan oleh Caol. Selasa malam (8/11), Bunga dicabuli pacaranya. Kata Bunga, dia tidak ditiduri, Caol hanya menggunakan jarinya. Perbuatan itu dilakukan Caol berulangkali hingga Rabu (9/11) dan Kamis (10/11) malam. Kemudian Jumat (11/11) Bunga diantar pulang.

Itu pun bukan diantar pacarnya. Bunga diantar seorang wanita, pacarnya teman Caol. Sesampainya di rumah, ibu Bunga menahan sepeda motor wanita yang mengantar putrinya.

Sang ibu meminta Caol datang ke rumahnya. Jika tidak, maka sepeda motor itu tidak akan dikembalikan.

Tujuan sang ibu, agar Caol mau datang ke rumahnya. Akhirnya Caol mendatangi kediaman El. Setelah itu Caol dijemput polisi dan dibawa ke Mapolresta Pontianak.

Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pontianak melakukan konfrontir (mempertemukan) Bunga dan Caol, Sabtu (12/11) malam. Di hadapan penyidik, Caol mengakui perbuatannya. Dia tidak melakukan persetubuhan, hanya mencabuli pacarnya. “Cuma pegang dan masukan jari, tidak sampai bersetubuh,” ungkap Caol kepada penyidik.

Caol berkelit, melakukannya tidak dengan paksaan. Dia mengaku suka sama suka. “Kami berpacaran sudah selama empat bulan lamanya,” kata Caol.

Mendengar tidak ada paksaan, Bunga langsung mengatakan kepada penyidik, Caol telah berbohong. Bunga mengaku dipaksa. “Dia paksa, akhirnya terjadi itu. Tidak ada persetubuhan, hanya pegang-pegang saja,” beber Bunga dihadapan penyidik dan ibunya.

Tak hanya itu, Bunga menegaskan, dirinya dipaksa mengisap sabu di kamar kos Caol. “Dikasih sabu, saya isap cuma sekali,” ungkap Bunga.

Ucapan Bunga itu dibenarkan Caol. Dia memaksa Bunga agar mengisap sabu. “Awalnya itu, dia nanya teman saya, apa obat kurus. Kemudian teman saya bilang, minta HP-nya digadaikan dulu. Setelah digadaikan, uangnya dibelikan sabu. Diberilah sabu itu kepada Bunga. Itu lah yang dibilang obat kurus,” beber Caol.

Saat mengisap sabu bersama rekan-rekannya, Caol mengaku dirinya meninggalkan Bunga di kamar kosnya. Tak lama kemudian, dia kembali melihat pacarnya (Bunga) sudah merokok.

“Pas masuk kamar lagi, dia sudah pandai merokok. Habis nyabu dia tidur,” ujar pemuda 18 tahun warga Jungkat, Kabupaten Mempawah itu.

Mendengar penjelasan ini, penyidik langsung meminta ibu Bunga membawa putrinya melakukan visum di Dokkes Polda Kalbar. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan oleh Unit PPA Sat Reskrim Mapolresta Pontianak. (zrn)