Sintang “Jakarta Selatan”

28
PERESMIAN. Bupati Sintang, Jarot Winarno menandantangi prasasti persemian Kantor Desa dan Balai Desa Teluk Harapan, Kecamatan Serawai, Jumat (8/12). Achmad Munandar-RK

eQuator.co.id – Serawai-RK. Untuk tiga tahun ke depan, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang ditopang penggerak utama (prime mover) pembangunan, Kabupaten Sintang mengusung jargon “Jakarta Selatan”, kependekan dari Jalan, Karet, Tanaman Pangan, Sekolah dan Kesehatan.

“Saya ingin kita semua memiliki satu pemikiran untuk menyejahterakan masyarakat, yaitu kita mempunya harapan untuk membangun jalan, jangan menjual kebun karet, dan yang paling penting adalah sebagian dari produk unggulan desa kita adalah kopi robusta,” kata dr H Jarot Winarno MMEdPh, Bupati Sintang, ketika Kantor Desa dan Balai Desa Teluk Harapan, Kecamatan Serawai, Jumat (8/12).

Di hadapan masyarakat, Jarot mengatakan, kedatangannya bersama rombongan ke Desa Teluk Harapan dengan menyusuri Sungai Serawai menggunakan speedboat ini untuk menyamakan persepsi masyarakat tentang pembangunan di Kabupaten Sintang.

“Ini kita sebut juga rembug dalam serawai. Kita datang ini untuk menyamakan persepsi bagaimana desa di pesisir Sungai Serawai ini tidak ketinggalan pembangunannya dari daerah lain, ingin memberikan rasa keadilan bagi masyarakat dalam hal pembangunannya. Agar daerah kita ini lebih maju lagi,” papar Jarot.

Dalam kesempatan tersebut, Jarot juga menyampaikan pesan Presiden Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Desa mengenai tingkatan pelaksanaan anggaran Dana Desa.

“Jadi anggaran Dana Desa ini merupakan penentuan kualitas hidup manusia di desa, karena komitmen kita ingin membangun wilayah dari pinggiran, maksudnya membangun daerah yang masuk dalam kategori 3T, kemudian kita membangun dari desa,” terang Jarot.

Empat pesan Presiden RI kalau setiap desa ingin maju, kata Jarot, Pertama, harus mempunya yang namanya produk unggulan desa atau Prudes. Jadi produk unggulan di desa dipromosikan demi kesejahteraan masyarakat di desa itu

Kedua, harus ada Badan Usaha Milik Desa (BUMdes). Ketiga, di desa harus membuat embung atau saluran irigasi air, dan Keempat, sarana olahraga desa yang berguna sebagai sarana rekreasi masyarakat. “Seperti membuat lapangan sepakbola, lapangan bola volo,” kata Jarot.

Sementara itu, Kepala Desa Teluk Harapan, Krispina Deta berahap pemerintah membantu desanya untuk fokus pada peningkatan ekonomi masyarakat. “Karena menurut kami, semua berpikir ke depan dengan penyesuaian dana pembangunan yang memadai, dapat membantu kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

 

Laporan: Achmad Munandar

Editor: Mordiadi