Sindikat Gendam Dua Negara Incar WNI

138
ilustrasi.net

eQuator.co.id – Kuching-RK. Kejahatan penipuan dan perampokan dengan modus menawarkan barang antik berkhasiat disertai dengan aksi perampokan (gendam/hipnotis), ternyata sudah sering terjadi di terminal besar negara bagian Sarawak, Malaysia.

“Sudah puluhan tahun kejahatan ini terjadi. Ya orang kita juga yang buatnya,” kata Komisaris Taufik Noor Isya, Liaison Officer (LO) Polri di Kuching kepada kepada Rakyat Kalbar, Minggu (28/8) siang.

Taufik mengatakan, kejahatan yang selalu menghantui para WNI ataupun TKI ini, menjadi perhatian serius Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching dan Kepolisian RI. “Ini menjadi perhatian kami. Semoga demikian juga dengan pihak tetangga,” harapnya.

Kepolisian Malaysia memang diharapkan mendukung pemberantasan kejahatan ini, meski korbannya adalah WNI. Sebab ada juga kaitan dengan warga lokal Malaysia yang berkolaborasi dengan WNI, melakukan kejahatan itu. “Mereka ini sindikat berjamaah. Kejahatan yang teroganisir dilakukan oleh dua kelompok warga negara,” tegas Taufik.

Taufik menegaskan, pada kunjungan kehormatan kepada pihak Kepolisian Malaysia beberapa waktu lalu, ia dan piahk KJRI Kuching telah meminta pihak Malaysia serius menindak kejahatan dimaksud. Sebagai bentuk koordinasi kedua negara yang baik, seperti pengungkapan kasus yang dialami Subandi, Sabtu kemarin.

“Kepolisian Malaysia merespon sangat baik dan cepat. Sewaktu diinfokan ada kejadian gendam kepada Ketua Jabatan Siasatan Jenayah (JSJ) atau Direskrim-nya, langsung diteruskan dan izin ke Commisioner Ibu Pejabat Polis Kontinjen (IPK) atau Kapolda Sarawak untuk melaksanakan kerjasama dengan Polri dan KJRI,” katanya.

Itu artinya, kata Taufik, sudah dapat dilihat bahwa pihak Malaysia mendukung pemberantasan kejahatan gendam, meski korban maupun pelaku adalah WNI. “Mudah-mudahan sinegritas ini berlangsung lama, demi keamanan dan kenyaman kedua negara,” harapnya.

Mencegah Gendam

Gendam adalah keahlian yang dapat mempengaruhi alam sadar manusia, menggunakan kekuatan energi batin spiritual atau metafisika seseorang. Sehingga orang yang terkena ilmu gendam seperti kena sihir dan seketika itu juga akan menuruti apa saja keinginan si pemilik ilmu gendam.

Sebenarnya ilmu gendam merupakan warisan budaya leluhur Jawa, pada awalnya digunakan untuk pengobatan atau mempengaruhi seseorang agar berbuat kebaikan. Tapi dijaman sekarang, ilmu gendam lebih cenderung disalahgunakan untuk kejahatan atau bersifat merugikan orang lain.

Sedangkan hipnotis merupakan suatu teknik untuk memanfaatkan dan mengendalikan alam bawah sadar seseorang, dengan berbagai cara seperti menggunakan pengaruh tatapan mata, tulisan, sugesti (ucapan-ucapan) dan lain sebagainya. Hipnotis dapat efektif, jika korban bersedia dihipnotis. Jika korban sadar dan menolak, maka hipnotis tidak akan bisa berjalan.

Metode hipnotis ini dapat dipelajari secara ilmiah dan dikuasai dengan mengikuti proses pelatihan yang panjang dan bertahap.

Gendam dapat diibaratkan metode hipnotis secara paksa, menggunakan ilmu hitam atau sihir. Karena menggunakan ilmu hitam atau bantuan ghaib, gendam tidak tergantung pada bersedia atau tidaknya korban. Dan bahayanya gendam atau sirep bisa dikuasai dalam sekejap, dengan melakukan ritual atau mantra tertentu. Sekarang gendam lebih banyak terjadi saat menjelang hari raya keagamaan atau libur panjang. Pelaku gendam mengincar para pemudik, terutama yang menggunakan fasilitas bus, kereta dan alat transportasi umum lainnya.

Mengacu berbagai sumber, cara mencegah gendam, menghindari orang asing yang bertanya masalah pribadi. Seperti bertanya kerja di mana, mau mudik ke mana. Hindari juga orang asing yang ingin menyentuh atau menepuk tubuh. Biasanya dari itulah gendamnya dimulai. Intinya selalu waspada dan jaga jarak dengan orang asing.

Ada pula cara lain untuk mencegah gendam. Jangan membiarkan pikiran kosong atau melamun, ketika berada di daerah umum. Pikiran kosong dapat mengakibatkan gerbang telepathic terbuka, sehingga pihak lain dapat dengan mudah menyampaikan pesan secara telepathic. Waspadalah jika tiba-tiba timbul rasa kantuk yang tidak wajar, ada kemungkinan bahwa seseorang yang bermaksud negatif sedang melakukan ‘telepathic forcing’.
Bagi mereka yang memiliki kebiasaan ‘latah’, sebaiknya jangan bepergian ke tempat umum tanpa teman. Mereka yang mempunyai kebiasaan latah cenderung memiliki gerbang bawah sadar yang mudah dibuka paksa, dengan bantuan kejutan (shock induction). Hal yang sama juga berlaku bagi mereka yang mudah terkejut.

Kemudian, jangan mudah panik, jika tiba-tiba ada beberapa orang yang tidak dikenal mengerumuni Anda untuk suatu alasan yang tidak jelas. Sekali lagi jangan mudah panik. Karena rasa panik akan mempermudah terbukanya gerbang bawah sadar seseorang. Jangan mudah panik jika tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahu. Usahakan agar pikiran dan panca indera tetap aktif ke seluruh lingkungan. Jangan terfokus pada ucapan-ucapan orang yang menepuk. Segera berpindahlah ke daerah yang lebih ramai.
Jika secara tiba-tiba, tanpa alasan yang jelas, dada terasa sesak dan diikuti dengan perut agak mual, dan kepala sedikit pusing, waspadalah, karena mungkin ada seseorang tengah mengerahkan energi gendam. Segera lakukan ‘grounding’, yaitu meniatkan membuang seluruh energi negatif ke bumi (cukup visualisasi).

Jika terjadi hal-hal yang mencurigakan, segera sibukkan pikiran, agar tetap berada difrekwensi yang mengakibatkan efek hipnotis tidak dapat bekerja. Antara lain, berdoa dalam hati, menyanyi dalam hati, atau memikirkan hal-hal yang berat. Akhirnya, tanamkan terus menerus di dalam diri, bahwa hipnotis tidak akan bekerja, bagi mereka yang menolaknya. Hal ini juga berlaku untuk ilmu gendam.

Laporan: Ocsya Ade CP

Editor: Hamka Saptono