Siap Tebus KTP di BNNP Meski Harus Bayar Rp5 Juta

113

eQuator – Pontianak-RK. Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik Sya’bandi hingga kini belum dikembalikan. Ia diamankan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalbar beberapa waktu lalu saat razia di salah satu lounge hotel di Kota Pontianak.

“Malahan, pada saat mau mengambilnya di BNNP Jalan Parit Haji Husin 2, Kecamatan Pontianak Tenggara, pada Selasa (15/12), saya dipersulit,” jelas Sya’bandi kepada Rakyat Kalbar, Kamis (17/12).

Menurut dia, selama dua jam lebih dirinya menunggu kartu identitas tersebut dikembalikan oleh BNNP. “Saya dibiarkan begitu saja di lantai atas kantor BNNP tanpa ada kejelasan,” bebernya.

Lanjut Sya’bandi, padahal pucuk pimpinan BNNP Kalbar sudah menyerahkan hal tersebut ke bawahannya dan menyatakan bahwa tidak ada masalah. Soal tes urine Sya’bandi dari negatif jadi positif telah beres.

“Bawahannya ini yang tidak merespon. Malah saya disuruh ketemu Rudolf dan Sukardi,” tutur dia, bingung.

Walaupun dipingpong sana-sini untuk mendapatkan KTP-nya, Sya’bandi masih manut. Ia pun menemui Rudolf. “Rudolf mengatakan bahwa saya bukanlah direhab. Dan Rudolf menyebutkan nama Sukardi yang merupakan bagian rehabilitasi, saya pun meminta nomor telpon Sukardi,” cerita dia.

Namun, tak ada petugas BNNP yang mau memberikan nomor telpon Sukardi. “Saya kesal. Kenapa KTP saya tidak dikembalikan BNNP?” tanya Sya’bandi yang berprofesi sebagai advokat.

Saking kesalnya, pengacara ini menyatakan siap mengeluarkan duit jika memang itu persyaratan mengambil KTP dari BNNP. “Kalau memang minta ditebus untuk mengambil KTP, saya siap. Walau harus bayar lima juta,” berangnya.

Bagi Sya’bandi, “tarik ulur” yang dilakukan BNNP itu telah bikin dia sakit hati. “Seolah-olah saya ini penjahat. Saya tegaskan, mereka (BNNP) merampok KTP milik saya,” tegasnya.

Pencemaran nama baik pun diduga telah dilakukan seorang oknum petugas BNNP yang menyatakan Sya’bandi sebagai pecandu Narkoba.”Saya bukan pecandu, saya jelas tidak terima dikatakan seperti itu,” ungkapnya.

Belakangan, Sya’bandi menyatakan telah melaporkan seorang dokter yang bertugas di BNNP ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI). “Namanya adalah Dokter Petrus, dia tahu kok saya tidak konsumsi Narkoba karena dia pernah merawat saya selama satu minggu saat saya sakit jantung. Dia juga yang mengeluarkan resep terkait sakit jantung. Tetapi dia juga yang menyatakan saya positif Narkoba,” papar dia.

Anehnya, lanjut Sya’bandi, ketika dia bertanya nama Sang Dokter, lanjut Bandi, yang bersangkutan enggan mengaku sebagai Dokter Petrus. “Jelas saya tahu itu Dokter Petrus. Dia pernah merawat saya kok,” ucapnya lagi.

Apa yang dipaparkannya ini, kata dia, bukan untuk menolak program pemerintah melainkan melawan oknum-oknum nakal yang bercokol di BNNP Kalbar. “Saya mendukung pemberantasan Narkoba di Kalbar, tapi jangan mengkriminalisasi pada orang-orang tertentu dengan cara dijebak,” pungkas Sya’bandi. (Zrn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here