Siap Sambut Natal

134
Pdt. Setiyono S Th, Ketua PGI Kapuas Hulu di GKMI Maranatha, Jalan Ahmad Yani. Putussibau Kota, Minggu 20-12-215. ANDREAS-RK

eQuator – Putussibau RK. Menyambut perayaan Natal, jemaat atau umat Kristiani terus berbenah. Semangat Natal memang tak pernah pudar. Mulai anak-anak, pemuda, dan dewasa terlibat mendekorasi gereja masing-masing.

Natal selalu identik dengan kebiasaan memasang pohon Natal sebagai dekorasi. Itulah yang rutin dikerjakan umat Kristiani.

Pemasangan pohon Natal ini mengadaptasi bentuk pohon cemara dengan dihiasi kapas, lampu warna-warni, aksesoris lonceng, dan bintang. Tradisi menghiasi Gereja dengan pernak-pernik Natal ini sudah berlangsung cukup lama.

Bahkan, dulunya ketika belum ada aksesoris yang dijual di pasaran, umat membuat pohon Natal dari tumbuhan hutan yang berbentuk daun pohon cemara.

Perlengkapan yang tak kalah penting dipasang dalam gereja yakni lilin dilengkapi dengan tempatnya. Lilin yang sudah terpasang itu disiapkan untuk dinyalakan pada tanggal 24 Desember malam, yang dinamakan Malam Kudus.

Sejumlah gereja telah memasang spanduk berisikan tema Natal yang telah ditentukan oleh Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Di Putussibau, suasana menyambut Natal tersebut sudah berlangsung hampir dua pekan lalu atau awal Desember. Beberapa gereja di perkotaan maupun pinggiran juga sudah merayakan Natal Umum di gereja masing-masing.

Sehingga, sekarang gereja-gereja sudah siap menyelenggarakan ibadah pada 24 Desember malam dan pagi harinya, 25 Desember.

Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Kabupaten Kapuas Hulu Pdt. Setiyono S Th mengungkapkan pihaknya telah melaksanakan berbagai persiapan, baik dalam maupun luar gereja. “Bahkan jauh hari sebelumnya, mulai tangggal 10 Desember lalu, kita melaksanakan aksi sosial dengan membantu beberapa Gereja. Kemudian secara pribadi juga, aksi sosial kita dari Jemaat, hamba Tuhan yang tegerak membantu umat yang kurang mampu, terutama para janda-janda,” ungkap Setiyono di kediamannya, Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Maranatha, Putussibau Kota, Minggu (20/12).

Dijelaskannya, aksi sosial tersebut merupakan agenda rutin setiap tahun menyambut Natal. “Kalau tahun lalu, kita melaksanakan pengobatan gratis ke Tanjung Lasa, Kecamatan Putussibau Utara,” terangnya.

Ditambahkan Setiyono, sebelum pelaksanaan Natal tanggal 25 itu, beberapa Gereja juga telah mengadakan Natal umum dengan mengundang gereja-gereja sahabat pada jadwal yang berbeda.

“Kalau saya melihat umat Nasrani menyambut natal ini antusiasnya cukup tinggi. Karena Natal tahun kemarin ada yang berhalangan adakan Natal umum, seperti gereja belum selesai renovasi dan sebagainya, namun tahun ini sudah bisa adakan Natal umum,” bebernya.

Setiyono melihat meski musim penghujan, jemaat tetap semangat mempersiapkan diri dan gereja dalam menyambut Natal. Karena lanjutnya, Natal adalah moment penting yang sangat dinanti oleh seluruh umat Kristiani.

“Respon para jemaat dan pendeta-pendeta untuk saling mengunjungi itu sudah dilakukan. Pada puncaknya 25 Desember dan berlangsung hingga beberapa hari berikutnya. Jadi semangat sambut Natal tahun ini meningkat,” tutur pria yang menjabat ketua PGI Kapuas Hulu Periode 2013-2017 ini.

Setiyono melanjutkan, tema Natal tahun 2015 yang diangkat oleh PGIW dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yakni “Hidup Bersama Sebagai Keluarga Allah” diambil dalam Kitab Kejadian 9:16.

“Bersekutu sebagai keluarga Allah ini menunjukan kita sebagai keluarga Allah ada kerjasama, kesatuan untuk saling memperhatikan antara satu sama lain. Hidup bersama dalam keluarga Allah ini juga artinya saling tolong-menolong, bahu-membahu dalam berbagai bidang. Dalam Firman Tuhan dikatakan betapa Indahnya bila mereka hidup rukun bersama. Ini sedang digalakan. Kalau ada kerjasama, apabila ada cita-cita, pekerjaan besar itu akan mudah tercapai,” paparnya.

Keluarga Allah ini kata Setiyono menunjukan kepada Iman yang bersatu dalam menciptakan keamanan baik pada lingkup masyarakat sekitar hingga bangsa dan Negara.

“Sebagai keluarga Allah, saya pesankan kita tingkatkan kebersamaan dengan saling tolong-menolong. Ibarat DNA-nya Allah itu mengalir, maka kita perlu berbagi dengan sesama yang mengalami kekurangan,” tutup Setiyono.

Laporan: Andreas

Editor: Mohamad iQbaL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here