Setiap RW Mesti Punya Tossa

Wujudkan Pontianak Kota “BERSINAR”

104
TUNGGANGI TOSSA. Si penerima bantuan menunggangi Tossa setelah penyerahan secara simbolik, usai apel Hari Peduli Sampah Nasional di halaman Masjid Raya Mujahidin, Minggu (21/2) pagi kemarin. Humas Pemkot for Rakyat Kalbar

Pontianak-RK. Wali Kota Pontianak, H. Sutarmidji, SH. MHum berharap setiap Rukun Warga (RW) mesti punya kendaraan bermotor jenis Tossa untuk mengangkut sampah. Dengan demikian sampah tidak lagi banyak yang menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Selain mendapat disebut Kota Khatulistiwa dan Kota Seribu Parit, Pontianak juga berjuluk Kota “BERSINAR” (Bersih, Indah, Nyaman, Aman dan Ramah). Agar julukan ini benar-benar selaras, maka

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mengupayakan kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Membuang sampah pada tempatnya dan taat terhadap jadwal yang telah ditentukan. Bahkan Pemkot berencana memberikan bantuan motor Tossa yang akan diprioritaskan di setiap RW se Kota Pontianak. “Seluruh RW harus memiliki sebuah kendaraan sepeda motor tossa untuk mengangkut sampah agar sampah tidak lagi menumpuk di TPS, yang mengurangi keindahan kota,” ujar Sutarmidji, usai pertemuan Gabungan Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Selasa (23/3) kemarin.
Untuk itu, kata pria yang karib disapa Midji ini, Pemkot Pontianak berencana mengurangi jumlah TPS yang ada. “Nantinya diatur bagaimana supaya kendaraan-kendaraan Tossa yang mengangkut sampah itu bisa langsung membawa sampah ke truk pengangkut sampah tanpa melalui TPS,” katanya.

Menurut Midji ini bisa terwujud, asalkan masyarakatnya mau berlaku tertib dan menjunjung tinggi peraturan daerah terkait sampah ini. “Penegakkan aturan itu kunci dari segalanya, biar saja orang marah dengan saya karena ditilang buang sampah sembarangan,” tukasnya.

Selain itu, Wali Kota Pontianak dua priode ini meminta masyarakat turut memanfaatkan sampah dengan membentuk bank sampah. Apakah sampah-sampah didaur ulang, atau dijadikan kerajinan tangan dan sebagainya. “Misalnya sampah-sampah seperti plastik, kertas, kardus dan sejenisnya, semua itu bisa dikelola bank sampah dan dimanfaatkan melalui program daur ulang,” jelas Midji.

laporan: Gusnadi

Editor: Arman Hairiadi