Sering Kecelakaan, Jembatan Desa Pulau Kumbang Kapan Rampung?

303
PEKERJAAN JEMBATAN: Kondisi jalan menuju jembata provinsi di Desa Pulau Kumbang, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara tampak rusak karena longsoe. Abdul Wahab for Rakyat Kalbar

eQuator – Simpang Hilir-RK. Memasuki tahun 2016 ini, jembatan jalan provinsi di Desa Pulau Kumbang, Kecamatan Simpang Hilir, belum rampung. Aktivitas roda dua dan roda empat pun sedikit terganggu karena kondisi jembatan belum maksimal.

Irwansyah Abdul Wahab dalam media sosialnya menyampaikan keluhan terkait jembatan yang belum rampung ini. Ia menuliskan surat yang ditujukannya kepada Bupati Kayong Utara, H Hildi Hamid Cq Dinas Pekerjaan Umum di Sukadana.

Dalam tulisannya, warga Pulau Kumbang ini menuturkan, sehubungan dengan kondisi jembatan Desa Pulau Kumbang semakin hari semakin susah untuk dilewati. Ia juga mengeluhkan, tak hanya sulit dilewati, akibat kondisi jembatan yang belum rampung, sering menyebabkan terjadinya kecelakaan. “Sudah beberapa orang menjadi korban,” kata Abdul Wahab.

Mengingat jalan ini merupakan akses utama, atas nama masyarakat, ia berharap kepada Pemkab Kayong Utara agar dapat menindaklanjuti persoalan ini dengan melakukan tindakan darurat. “Paling tidak, tanyakan masalah pekerjaan ini ke Pak Gubernur atau Dinas PU Provinsi karena ini ranahnya provinsi,” harapnya.

Diterangkannya, pekerjaan jembatan dilaksanakan oleh PT Antariksa Inti dengan Konsultan Supervisi PT Tri Tunggal Rekayasa Khatulistiwa dengan jumlah dana Rp 3.360.040.000 yang bersumber dari APBD Provinsi. Dana itu, kata dia, untuk dua unit jembatan yaitu jembatan Pulau Kumbang dan jembatan Air Gambur Sungai Kelik.

Ia menambahkan, jembatan Pulau Kumbang yang dikerjakan namun belum selesai, sudah mengalami kerusakan yang luar biasa. Alhasil, tak jarang pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat antre untuk melewatinya hingga menyebabkan macet. Bahkan, tak jarang membuat jatuh korban terutama pada malam hari. “Semoga pekerjaan cepat rampung, sehingga pengguna jalan lebih aman dan tidak lagi ada yang jatuh korban,” harapnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kayong Utara, H Akhmad Husni, ST, MT dihubungi via telephon, Rabu (6/1) mengatakan, pembangunan jembatan tersebut merupakan proyek Provinsi.

Ia pun mengaku telah koordinasi dengan PU Provinsi. Dikatakannya, bahwa penyelesaian pekerjaan jembatan sedang berlanjut. “Bukan jembatannya yang bermasalah, tetapi ofrid-nya,” kata H Husni.

Ia menegaskan, untuk jembatan tidak ada persoalan. Hanya yang jadi kendala di lapangan adalah ofrid atau jalan dekat jembatan. “Jadi ofrid jalan menuju jembatan terjadi longsor karena tanah pada bagian bawah labil, dan itu terjadi diluar dugaan dan akan diperbaiki dan diharapkan bisa selesai dalam waktu yang tidak lama,” ujarnya. (lud)