Sentimen SARA Pulau Reklamasi

19

eQuator.co.idSENTIMEN anti-Tionghoa yang membara selama perhelatan pilgub DKI Jakarta beberapa bulan lalu masih laris untuk dimanfaatkan menjadi bahan hoax. Berbekal blog gratisan, mereka menyebar informasi palsu untuk memicu disintegrasi bangsa.

Salah satu hoax itu disebarkan lewat blog liputan-harian-berita.blogspot.com. Blog itu membuat beberapa artikel clickbait tentang isu reklamasi. Di antaranya berjudul Kapal Perang Cina Mulai Berdatangan ke Pulau Reklamasi (di-posting 27 Oktober 2017).

Artikel lainnya, Ratusan Kapal Cina Mulai Berdatangan ke Pulau Indonesia, Cina Akan Serang Indonesia dalam Waktu Dekat (di-posting 28 Oktober 2017) dan Presiden Cina Perintahkan Militernya untuk Habibi Indonesia (di-posting 27 Oktober 2017, mungkin maksud kata Habibi adalah Habisi).

Judul artikel-artikel itu sebenarnya hanya tipuan. Tak ada tulisan apa pun di dalamnya. Pembuat artikel-artikel itu, sepertinya, sengaja membidik netizen tipe sumbu pendek. Cirinya, enggan membaca berita secara utuh serta mudah terhasut hanya dengan membaca sebuah judul tulisan. Karena itu, judul artikel-artikel tersebut sengaja dibuat hanya untuk di-share ke media sosial.

Salah satu tukang share artikel-artikel di atas adalah akun Facebook Ustadz Abdul Somad (www.facebook.com/ustadz.abdul.somad.real). Tampaknya, itu hanyalah akun palsu yang mencomot nama orang. Sebab, isi fanpage tersebut seperti kebanyakan ulah peternak akun Facebook. Hanya minta like, komen, dan share.

Yang lucu lagi dari artikel-artikel hoax itu adalah foto pelengkap yang digunakan. Mereka mengunggah foto yang menggambarkan deretan kapal perang sedang berlayar. Berdasar penelusuran di Google Image, ternyata foto tersebut merupakan armada Angkatan Laut Jepang. Kapal paling depan tersebut bernama Kurama. Foto diambil ketika ada kegiatan kemaritiman di Jepang pada Oktober 2015. (Jawa Pos/JPG)