Semarak Pawai Obor Sambut Ramadan di Sukadana

8
Pawai Obor. Peserta pawai obor memulai pawai dari Masjid Agung Oesman Al Khair di Sukadana, Rabu (16/5) malam. Kamiriluddin/RK.
Pawai Obor. Peserta pawai obor memulai pawai dari Masjid Agung Oesman Al Khair di Sukadana, Rabu (16/5) malam. Kamiriluddin/RK.

eQuator.co.id – Sukadana-RK. Sedikitnya 300 umat muslim yang terdiri dari para pelajar ikut memeriahkan pawai obor menyambut bulan suci Ramadan 1439 Hijriah yang digelar di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Rabu (16/5) malam.

Pawai dimulai sekitar pukul 20.30 WIB setelah umat muslim menunaikan ibadah salat tarawih berjamaah yang dikumandangkan di Masjid Agung Oesman Al-Khair. Tak jauh dari Tugu Durian yang merupakan ikon kota kecil ini.

Pawai dimulai dari halaman Masjid Agung Oesman Al-Khair. Kemudian menyusuri Jalan Bhayangkara, Jalan Sepakat, Jalan Manunggal, Jalan Tanjungpura serta kembali ke halaman masjid.

Selain pelajar yang masih berusia belasan tahun, sejumlah anak-anak dibawah 10 tahun yang didampingi orangtuanya juga ikut berpartisipasi dalam perhelatan budaya tahunan ini.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan Kayong Utara, Jumadi Gading berpendapat, kegiatan pawai obor selain untuk menyambut bulan suci Ramadan juga berperan mengajak remaja di Kabupaten Kayong Utara agar jauh dari kegiatan-kegiatan negatif.

“Apalagi belakangan banyak peristiwa diluar yang mengkhwatirkan kita, sehingga diharapkan kegiatan ini menjauhkan remaja-remaja kita dari pikiran negatif seperti radikalisme,” ujarnya.

Pawai obor tersebut diikuti oleh para pelajar SMP, SMA dan SMK. Meski ada pula beberapa pelajar SD yang ikut berpartisipasi dengan didampingi orangtua.

“Insya Allah tahun depan kalau tidak ada halangan akan kita laksanakan lagi,” imbuhnya.

Menurutnya, Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kayong Utara hanya mengambil peran di awal Ramadan. Sementara untuk kegiatan malam Idul Fitri nanti akan diambil alih oleh pengurus Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) setempat.

“Untuk tahun ini sebelumnya kita targetkan 250 obor, tapi ternyata habis. Ada juga remaja Masjid Tanah Merah yang membawa obor sendiri. Jadi ada sekitar 300 obor yang ikut,” ulasnya.

Selain pawai obor, Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kayong Utara juga akan menggelar Festival Keriang Bandung selama bulan suci Ramadan 1439 Hijriah. “Nanti akan kita lombakan dan akan ada hadiahnya,” jelasnya.

Reporter: Kamiriluddin

Redaktur: Andry Soe