Sanggar Tuah Kayong hingga Simpang Mandiri

184
Miftahul Huda

eQuator – Sukadana-RK. Menyemarakkan launching (peluncuran) Lembaga Penyiaran Lokal Radio Kabupaten Kayong Utara (KKU) 101,5 FM, berbagai penggiat seni dan budaya Kayong Utara unjuk gigi. Mulai dari tarian, senandung Melayu, pencak silat, hingga seni musik Zapin dan Hadrah.

Adalah Hasanan, pemuda dari desa Rantau Panjang kecamatan Simpang Hilir, KKU, menggubah lagu Melayu Kayong berjudul “Lempok Durian” dan “Tuah Karimata”. Penggiat seni dan jurnalis dari Simpang Mandiri Productions ini tak jemu-jemu menjaga kesenian Melayu Kayong dari arus globalisasi ini.

“Pak Hasanan sangat konsen berusaha mengembalikan marwah Melayu Kayong Utara di tengah modernisasi. Penyayi lagu Melayunya bernama Hikmah Munawarah,” kata Miftahul Huda, Manajer Simpang Mandiri Produktions di ruang kerjanya, Jumat (20/11).

Huda mengatakan lagu-lagu Melayu yang dimasyhurkan Simpang Mandiri Productions bekerjasama dengan Radio Kayong Utara, selain Pak Hasanan juga kawan-kawan seniman lainnya. “Melalui Radio Kayong Utara, lagu-lagu Melayu asli karya warga Kayong Utara sering disiarkan ke udara,” ungkap Information Tecnology (IT) Radio Kayong Utara.

Pengarang lagu Melayu lainnya, Hermanto dan Rina menelurkan karya berjudul Tunduk Daun Tebu, Karimata Punye Cerite, hingga Pulau Datuk yang dinyanyikan Jaelani.

“Kita mengharapkan generasi muda Kayong Utara mencintai asal-muasal adat dan budayanya. Dalam budaya Melayu Kayong ada ungkapan, seni bersendi adat, adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah,” kata Hermanto, Ketua Sanggar Tuah Kayong.

Beberapa acara unggulan Radio Kayong Utara, Rona Kayong, Kayong Hari Ini, Sarapan Sambil Goyang, Mimbar Dakwah, dan lain-lain. Radio Kayong Utara mengudara dari jam 5 pagi hingga 10 malam. (lud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here