Saat Deklarasi di Rumah Radangk, Karol Menegaskan Jangan Ragukan Kejantanan Saya

Gidot: Perlu Dicatat, yang Mendaftar Ini adalah Dokter dan Guru

35
MEMBELUDAK. Ribuan mata simpatisan dan pendukung Paslon Gubernur dan Wagub Kalbar periode 2018-2023, Karol-Gidot terpana menyaksikan tarian adat budaya Dayak di Rumah Radakng Pontianak, Rabu (10/1)—Ocsya Ade CP

Merah dan biru memenuhi area stadion, lapangan, hingga selasar lantai dua Rumah Radakng, Pontianak, Rabu (10/1). Warna itu merupakan baju para simpatisan Karolin Margret Natasa (Karol) dan Suryadman Gidot, yang mendeklarasikan diri bertarung dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar 2018.

 

Rizka Nanda, Zainudin, Pontianak

 

eQuator.co.id – Ribuan massa gabungan dari PDIP, Partai Demokrat, PKPI, serta masyarakat seantero Kalbar tak beranjak dari tempat duduknya, tak peduli matahari menyengat, ketika Karolin-Gidot menegaskan niat mereka menjadi suksesor Gubernur Kalbar, Cornelis, dan Wakilnya, Christiandy Sanjaya. Deklarasi ini, tentu saja, dihadiri oleh Cornelis yang bertindak sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar beserta istri. Juga para petinggi partai pengusung.

Dalam deklarasi tersebut, seperti biasa, Karol terlihat cantik. Ia mengenakan pakaian adat Dayak warna merah, dengan aksesoris kalung khas Dayak, gelang di kedua pergelangan tangan, dan jam warna hitam di tangan sebelah kiri, serta sepatu berhak tipis warna cokelat kulit.

Calon wakilnya, Gidot, pun tampil dengan gagahnya. Ia memakai kemeja warna ungu muda dipadu jas warna biru muda khas bendera haluan politiknya, Partai Demokrat. Celana kain hitam dan sepatu kulit lancip mengkilat hitam menghiasi kaki Bupati Bengkayang dua periode itu. Dasi yang dikenakannya biru dengan motif berbentuk seperti salib warna merah dan sejumlah burung merpati. Di kepala Gidot juga terpasang songkok biru dengan motif Dayak.

Tak jauh darinya, Cornelis mengenakan kemeja panjang warna merah cerah dilapisi jas PDIP. Kacamata bergagang merah menyala terpasang di wajah pria yang juga Gubernur Kalbar dua periode itu.

Deklarasi dibuka dengan pembacaan doa dari lima tokoh agama. Kemudian, dipandu seruan riang pembawa acara, Karol-Gidot berdiri tegak melambaikan tangan kepada massa yang hadir.

Ketika Gidot mengepalkan tinju ke langit, teriakan “MERDEKA!!!!” dari massa menyambutnya.

“MERDEKA!!,” sambut Cornelis, juga mengepalkan tinjunya ke udara. “MERDEKAA!!! Adil ka’talino bacuramin ka’saruga basengat ka’jubata,” teriak Karolin serentak.

“Arussssss,” massa kembali bersorak. Seolah mengeluarkan seluruh energi yang mereka miliki.

Karol memulai pidatonya di atas podium panggung deklarasi dengan perkenalan diri. Bupati Landak itu mengatakan, dirinya lulusan Fakultas Kedokteran di Universitas Atmajaya.

Setelah sempat mengabdikan diri sebagai anggota DPR RI, ia tertarik untuk kembali mengurus tanah kelahirannya: Kalimantan Barat. Dikatakan Karol, ia membuktikan omongan itu dengan berhasil menjabat sebagai bupati.

“Semoga bisa menjadi sebuah awal yang baik bagi Kalbar di masa yang akan datang,” ujar Karol.

Tiba-tiba dia berteriak, “Di mana orang landak?”.

“Kami,” sambut gemuruh massa.

“Kalian siap bupatinya jadi gubernur?,” tanya dia.

“Siapppppp!!!,” jawab massa.

Usai dialog singkat dengan ribuan massa pendukung itu, Karol menyatakan keyakinannya berpasangan dengan Gidot. Dan memenangkan pertarungan di Pilkada 2018.

“Saya, secara biologis, memang perempuan, tapi jangan meragukan kejantanan saya. Kami berdua menyatukan tekad untuk membangun dan mengabdi kepada masyarakat Kalbar terutama di pedalaman,” paparnya.

Ia memiliki visi misi untuk melanjutkan pembangunan yang telah dilakukan oleh pemimpin sebelumnya. Kata Karol, sepuluh tahun lalu, kota Pontianak belum memiliki kemajuan seperti sekarang, dan hari ini, masyarakat  bisa melihat kemajuan di kota Pontianak.

“Itu semua dikarenakan kepemimpinan Bapak Cornelis dan Cristiandy Sanjaya. Itu semua dapat tercapai di bawah kepemimpinan kader PDIP dan Demokrat. Itu semua karena Kalbar ini aman,” papar dia.

Imbuh Karol, “Saya orang kampung, kita masyarakat pedalaman begitu merindukan pembangunan yang begitu tertinggal dari yang ada di kota. Kami yakin harus melanjutkan perjuangannya masyarakat pedalaman”.

Memilih Suryadman Gidot menjadi wakil, karena Karol beranggapan pemimpin muda punya energi dan semangat baru untuk membangun Kalbar. Pun, berdasarkan hasil survei, Gidot sangat dikenal masyarakat.

“Apa yang belum kurang dari saya dapat dilengkapi oleh calon wakil gubernur. Yang tau betul Kalbar adalah saya dan Gidot. Kita akan memenangkan pertarungan ini,” serunya.

Ketika gilirannya berorasi, Gidot menyatakan, partainya menyepakati bahwa dua putra dan putri daerah ini maju dalam Pilkada 2018. “Perlu dicatat yang mendaftar (Karol dan dirinya,red) ini adalah dokter dan guru. Karena salah satu indikator IPM (Indeks Pembangunan Manusia) itu dua hal ini yang bergaransi,” sebut dia.

Dengan track record yang dimilikinya –antara lain mantan anggota DPR Bengkayang, satu periode Wakil Bupati Bengkayang, hingga sekarang menjalani dua periode sebagai Bupati Bengkayang, juga ketua DPD Partai Demokrat— merupakan paket lengkap. “Ibu Karol masih muda dan saya juga belum tua. Artinya kami ini memberikan harapan yang sungguh luar biasa kepada Kalbar akan generasi kini di masa depan yang akan jadi maju. Itu yang penting. Kita akan memberikan semangat yang luar biasa untuk kami abdikan kepada Kalbar dari 2018 hingga 2023,” papar Gidot.

Setelah deklarasi itu, rombongan simpatisan Karol-Gidot berkonvoi dengan tertib menuju kantor KPU Kalbar sekitar pukul 13.40 WIB. Hanya beberapa perwakilan massa yang boleh menemani mereka masuk ke kantor KPU. Namun, sisa rombongan terlihat tetap setia menunggu di luar gedung.

Aula kantor KPU Kalbar pun dipenuhi rombongan pasangan calon gubernur dan wakilnya itu. Cornelis lah yang secara langsung mewakili Karol-Gidot menyerahkan berkas syarat pencalonan. Setelah menerima dokumen itu, KPU langsung melakukan pemeriksaan.

Sekitar sejam mengecek, penyelenggara Pemilu menyatakan berkas Karol-Gidot komplit. Tepuk tangan dan gemuruh ratusan massa pun berkumandang menyambut keputusan tersebut.

Sesuai pengumuman dari KPU, Karol-Gidot didukung 3 partai dengan kekuatan politik di Parlemen Kalbar sejumlah 27 kursi. Yakni 15 kursi dari PDI Perjuangan,  9 kursi dari Partai Demokrat, dan 3 kursi dari PKPI.

Cornelis menuturkan, setelah semua syarat administrasi tersebut dinyatakan sah oleh KPU, maka Karol-Gidot akan melakukan tes psikologi di RSJ Sungai Bangkong, pada Kamis (11/1). Dilanjutkan dengan tes kesehatan jasmani dan rohani di RSUD dr. Soedarso pada  Jumat (12/1).

“Yang namanya bertarung, kita harus menyiapkan berkas. Syaratnya sudah dipenuhi, tinggal memeriksa kesehatan, baru atur strategi. Sementara ini kita biasa saja,” tuturnya.  

Ia mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada KPU, masyarakat, dan pendukung, bahwa pemeriksaan berkas pendaftaran calon Pilgub bisa sekali jalan langsung beres. “Ini semua karena kita sungguh-sungguh sehingga apa yang menjadi ketentuan KPU kita jalankan,” papar Cornelis.

Kepada pemimpin yang terpilih nanti, ia berpesan agar berpikir menyeluruh.  Kalbar adalah daerah yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan negara lain.

“Kita harus bisa bekerja sama dengan masyarakat, bupati, dan walikota, dan pemerintah pusat. Kita punya program tak usah muluk-muluk, harus nyata dan yang menjadi wewenang gubernur,” tandasnya.

Selama masa pendaftaran, dari 8 hingga 10 Januari 2018, KPU Kalbar telah menerima 4 bakal pasangan calon yang mendaftar. Tiga diantaranya berasal dari gabungan partai politik, yakni Karol-Gidot, Sutarmidji-Ria Norsan, dan Milton Crosby-Boyman Harun. Sedangkan pasangan Kartius-Pensong mendaftar melalui jalur perseorangan.

“Jumlahnya secara keseluruhan sudah 61 dari 65 kursi di DPRD Kalbar. Jadi tersisa 4 kursi (dari PPP,red), tidak mungkin lagi ada pasangan calon yang mendaftar. Dari perseorangan juga tidak, karena hanya Kartius-Pensong yang kami verifikasi,” tutur Umi Rifdiyawati, Ketua KPU Kalbar.

Selanjutnya, ia menerangkan, mulai dari tanggal 10 hingga 16 Januari, KPU akan melaksanakan pemeriksaan berkas yang telah diterima dan akan diumumkan pada tanggal 17 Januari mendatang. “Lalu tanggal 18 sampai 20 adalah masa perbaikan, apabila ada berkas yang belum lengkap. Dan penetapan pasangan calon itu tanggal 12 Februari 2018,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Mohamad iQbaL