Rute Menyelundupkan Narkoba ke Indonesia

Perbatasan Kapuas Hulu Diincar Jaringan Internasional

112
Ilustrasi : Internet

eQuator.co.id – Putussibau-RK. Tujuh dari 23 kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu berbatasan langsung dengan Malaysia. Di kecamatan tersebut terdapat banyak jalan tidak resmi alias jalur tikus yang dimanfaatkan jaringan internasional mafia memasok Narkoba ke Kalbar.

Tujuh kecamatan yang berbatasan langsung dengan negeri Jiran itu, Putussibau Utara, Putussibau Selatan, Embaloh Hulu, Batang Lupar, Badau, Empanang dan Puring Kencana. Jalur-jalur tikus di kecamatan tersebut dapat diakses masyarakat Indonesia masuk ke wilayah Malaysia atau sebaliknya.

Komandan Kodim 1206/ Putussibau, Letkol Inf. M. Ibnu Subroto mengungkapkan, jalur tikus yang ada di Kapuas Hulu cukup banyak. Perlu pengamanan dan pengawasan yang ketat. Sebab, jalur-jalur tersebut sangat rawan dijadikan rute penyelundupan, terutama barang-barang ilegal, baik Narkoba dan lainnya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Batalyon 502/Ujwala Yhuda Divisi 2 Kostrad dalam pengawasannya. Jalur itu memang perlu diperketat pengawasannya,” tegas Ibnu kepada wartawan belum lama ini.

Dandim beranggapan, kawasan perbatasan Kapuas Hulu sudah jadi incaran para pemasok Narkoba jaringan internasional. Terbukti akhir tahun 2016 lalu, terjadi upaya penyelundupan puluhan kilogram Narkoba jenis sabu dan ribuan pil ekstasi melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau.

“Penangkapan Narkoba di perbatasan memang jarang, tetapi sekali kedapatan sangat banyak sabu dan ekstasinya. Ini berarti perbatasan kita sudah menjadi incaran, sebab perbatasan lain sudah ketat penjagaannya,” ujar jebolan Akabri 1998 ini.

Ibnu menegaskan, jajarannya memiliki empat koramil yang posisinya berada di lini satu perbatasan. Koramil-Koramil ini bersama instansi terkait lainnya bersama-sama mengawasi daerah perbatasan.

“Koramil tersebut berada di Kecamatan Puring Kencana, Badau, Embaloh Hulu dan Batang Lupar. Empat koramil di perbatasan ini, komandannya berpangkat Mayor semua,” tegas pria asal Pemalang, Jawa Tengah ini.

Dandim berharap dengan pengawasan ekstra ketat oleh semua pihak, dapat mencegah aktivitas penyelundupan melalui perbatasan.

“Semoga ke depan tidak ada lagi Narkoba masuk ke Badau seperti yang lalu,” harap Dandim.

 

Reporter: Andreas

Redaktur: Arman Hairiadi