Rusman Ungkap Ada yang Pakai Klenik dalam Politik

100 % Mundur dari Tahapan Pilkada Kubu Raya 2018

93
MUNDUR DENGAN SENYUMAN. Bupati Kubu Raya, Rusman Ali, didampingi Wakil Bupati, Hermanus (paling kiri), Ketua DPC Golkar Kubu Raya, Suharso (kanan), anggota DPRD Kubu Raya, M. Iqbal (paling kanan), Camat Terentang, Sarino (belakang), mengumumkan secara resmi pengunduran dirinya dari tahapan Pilkada 2018, Kamis (30/11), di kantornya. Syamsul Arifin-RK

eQuator.co.id – Kubu Raya–RK. Meski telah didesak ribuan warga dari berbagai daerah di Kubu Raya, agar memimpin kabupaten itu untuk periode kedua, Bupati Rusman Ali kukuh pada keputusannya. Dia seratus persen mundur dari proses Pilkada Kubu Raya 2018.

“Saya mutlak tidak maju, saya ambil keputusan ini sudah penuh pertimbangan, sudah bulat keputusan saya untuk tidak maju dalam Pilkada di Kubu Raya,” tutur Rusman di depan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Kubu Raya, serta wartawan media cetak dan elektronik, di ruang rapat Bupati Kubu Raya, Kamis (30/11).

Pernyataan resmi ini disambut raut sedih jajarannya. “Saya yakin banyak yang berpotensi untuk menjadi Bupati Kubu Raya,” sambungnya.

Meski begitu, Rusman memberikan sedikit catatan soal siapa bakal suksesornya. “Jangan sampai salah pilih orang yang ambisi jadi bupati tapi harus menghalalkan segala (cara), bahkan mungkin bisa mencelakai orang lain,” pesan dia.

Ia mengaku tak habis pikir dengan kelakuan orang-orang yang seperti itu. Sebab, dikatakannya, jabatan hanya sementara.

“Saya bingung hanya karena ingin dapat jabatan bupati harus bedukun membunuh orang. Saya ini bukan fitnah, tapi karena memang saya dapatkan buktinya, ada orang yang nyalon sampai menempuh hal-hal seperti itu,” ungkap Rusman, tanpa menyebut nama.

Untuk itulah, ia meminta masyarakat bisa memilih pemimpin yang benar-benar bisa memberikan kepemimpinan terbaik. “Saya sampaikan ini karena saya takut masyarakat salah pilih, masyarakat harus hati-hati agar memilih pemimpin yang benar,” ucapnya.

Hanya saja, bukan pesaingan politik yang sangat keras —sampai melibatkan klenik seperti yang disebut Rusman— di Kubu Raya yang menyebabkan dia mundur. Melainkan pertimbangan dari orang-orang terdekatnya.

Dari musyawarah beberapa kali dengan keluarganya, anak perempuan Rusman tak menghendaki ayahnya bertempur di Pilkada Kubu Raya 2018. “Kalau yang laki-laki justru mendukung saya maju, namun setelah beberapa kali musyawarah lagi, akhirnya sepakat saya tidak maju lagi,” tegas Rusman.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, relawan, dan timnya yang sudah memilih dan bekerja untuknya selama ini. “Saya mohon maaf kepada semuanya yang menginginkan saya masih jadi bupati. Saya yakin banyak yang berpotensi dan tentunya saya akan dukung orang-orang yang bisa melanjutkam program saya sekarang,” pungkasnya.

Sebagai salah satu pengusung, DPC Partai Golkar Kubu Raya menyayangkan hal tersebut. Namun, keputusan Rusman tersebut tetap mereka hormati.

“Ini sudah hak asasi Beliau,” tutur  Ketua DPC Partai Golkar Kubu Raya, Suharso. Imbuh dia, “Jadi, saat ini sudah terjawab dan kami tidak bisa memaksa Beliau”.

Dengan wajah masygul, Harso, sapaan karibnya, berencana memunculkan calon-calon lain yang telah mendaftar ke Partai Golkar.

“Untuk diusulkan kembali ke DPP. Untuk mendapatkan persetujuan, kita adakan rapat pleno,” ungkapnya.

Menurut dia, Golkar Kubu Raya optimis dalam pelaksanaan Pilkada ini. Harso berjanji akan mengusung figur yang bisa membawa Kubu Raya semakin baik.

“Tetap memiliki visi dan misi yang merakyat dalam memimpin daerah,” jelas dia.

Dengan partai pendukung Rusman Ali yang lainnya, ia menyebut silaturahmi akan terus dibangun. “Kami tetap melakukan komunikasi politik untuk menjaga, menyatukan persepsi. Kalau bisa tidak berubah (koalisi,red) siapapun nanti dukungan kita,” terang Harso.

Laporan: Syamsul Arifin
Editor: Mohamad iQbaL