Runway Bandara Supadio Tergenang, Penerbangan Dibatalkan

Penumpang: Harus Jadi Pelajaran Angkasa Pura

23
SEDOT AIR. Petugas PT Angkasa Pura II melakukan penyedotan air di runway Bandara Supadio Pontianak, Minggu (12/11). Warganet for Rakyat Kalbar

eQuator.co.idSungai Raya-RK. Hujan deras yang berlangsung lama mengakibatkan runway atau landasan pacu Bandar Udara (Bandara) Internasional Supadio Pontianak tergenang. Pihak PT Angkasa Pura II  Bandara Supadio menutup total runway, Minggu (12/11).

Hujan dengan intensitas tinggi di Kota Pontianak dan sekitarnya terjadi sejak dini hari hingga siang. Ternyata landasan pacu Bandara Supadio tidak mampu menampung debit air yang besar. Sekitar 7,5 meter runway bagian sisi kanan tergenang dengan kedalaman 1 meter. Genangan sepanjang 1600 hingga 1750 meter.

Runway ditutup total, semua penerbangan dibatalkan. Pihak otoritas Bandara terus melakukan optimalisasi runway, dengan harapan penerbangan bisa dilakukan. “Kami usahakan ada yang terbang. Kami selalu berusaha, mudah-mudahan bisa,” ujar General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Supadio Pontianak Bayuh Iswantoro kepada Rakyat Kalbar.

Hingga pukul 17.00, tak satupun maskapai yang beroperasi. Pihak Angkasa Pura II Bandara Supadio Pontianak terus melakukan beberapa upaya agar kondisinya tak semakin parah. “Ini sedang kami usahanya dengan upaya penyedotan dan pemblokiran aliran ,supaya aliran air tidak masuk ke posisi tengah,” jelasnya.

Akibatnya, sebagian besar penumpang harus menunda keberangkatan hingga esok (hari ini, red). Untuk kompensasi kata Bayuh, tergantung kebijakan para maskapai. “Yang jelas para penumpang tetap dikasi makan. Tapi untuk selanjutnya, diserahkan ke masing-masing maskapai. Apakah ganti atau yang lain,”terangnya.

Bayuh menambahkan, pihaknya terus melakukan pemblokiran aliran air supaya tidak semakin masuk ke posisi tengah runway. “Ini bencana alam, hujan sangat lebat,” pungkas Bayuh.

Informasi yang diperoleh ada sekitar 20 penerbangan yang dibatalkan. Baik dari maskapai Lion Air, Garuda, Express, Nam Air dan Sriwijaya Air. Beberapa penumpang dari berbagai maskapai diberikan pilihan, apakah menganti jadwal penerbangan atau dikembalikan uang tiket.

Pantauan Rakyat Kalbar, ribuan penumpang dari berbagai maskapai itu tidak mengantre untuk mengurus reschedule atau jadwal ulang. Ada pula yang minta dikembalikan uangnya, karena ingin mengganti menggunakan moda transportasi lain. Kebanyakan penumpang dari Pontianak menuju kabupaten-kabupaten se Kalbar. Mereka tidak melakukan protes, karena paham ini disebabkan faktor alam. Lantaran pusat pelayanan dari berbagai maskapai terbatas, ribuan penumpang yang mengantre harus bersabar.

Salah seorang penumpang yang terpaksa menunda kebengkatannya adalah  Nancy Tsai. Dia bersama tiga keluarganya ini hendak terbang ke Taiwan, namun terlebih dahulu transit di Jakarta menggunakan Lions Air. “Seharusnya terbang pukul 14.00 ke Taiwan transit ke Jakarta. Tapi sampai saat ini belum juga berangkat,”katanya.

Dia sebenarnya masih berusaha mencari jadwal penerbangan hari itu. Jika tidak, tiket mereka yang dari Jakarta ke Taiwan akan hangus. Padahal mereka sudah menghabiskan Rp6 juta untuk beli tiket pesawat. “Yang jelas kalau ke Taiwa hangus. Mudah-mudahan ada kompensasi dari pihak penerbangan,” harapnya.

Nancy bersama keluarganya sudah sembilan hari di Kota Pontianak.

“Kami empat orang. Sekarang tinggal menuggu kepastian dari pihak maskapai. Mudah-mudahan, kami secepatnya bisa diberangkatkan,”ucap Nancy.

Penumpang Maskapai Garuda tujuan Jakarta, Dian Kartika Sari juga harus membatalkan penerbangan. Berdasarkan jadwal, dia seharusnya terbang pukul 10.30, namun hingga sore hari belum juga berangkat. Besok pagi (hari ini, red) baru akan diterbangkan ke Jakarta. Dian telah lima jam menunggu di Bandara, sebelum ada pengumuman semua penerbangan dibatalkan oleh petugas Bandara. “Semuanya penerbangan hari ini dibatalkan. Mudah-mudahan, besok jadi berangkat,”ungkap Dian.

Sementara penumpang lainnya, Ridwan dengan tujuan Ketapang memilih untuk mengambil kembali uangnya ketimabng merubah jadwal penerbangan. Sebab dirinya mengaku harus secepatnya berada di lokasi tujuan.

“Kami meminta gati uang, sore ini belum tentu bisa terbang. Saya usaha naik speed di penyebarang Rasau Jaya tujuan ke Ketapang, karena besok harus masuk kantor, tak boleh telat,” ujarnya ketika sedang mengantre untuk mengambil uang.

Menurutnya, kejadian genangan runway Bandara ini mesti menjadi pelajaran pihak Angkasa Pura II. Landasan pacu diperbaiki, terutam ditinggikan.  Supaya ketika hujan deras dengan waktu lama lagi tidak tergenang. “Ini harus menjadi PR Angkasa Pura. Jangan mikirin untung terus. Ini harus dipikirkan, bagaimana dalam pelayanan berjalan dengan baik,” sebut Ridwan

Terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak memprediksikan hujan disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di beberapa kabupaten/kota wilayah Kalbar. Berdasarkan data Peringatan Dini Cuaca Kalbar, Minggu (12/11) pukul 13.40 WIB masih terjadi hujan dengan intensitas sedang – lebat disertai kilat/guntur dan angin kencang dalam durasi singkat pada pukul 14.20 WIB di sebagian Kabupaten Bengkayang, Landak, Sanggau, Kubu Raya, Kayong Utara dan Ketapang. Diperkirakan akan meluas ke sebagian Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu dan Kota Pontianak. “Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 16.20 WIB,” ujar Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Sutikno, Minggu (12/11).

Dia menjelaskan, November memang sudah memasuki musim hujan. Bahkan intensitanya cukup banyak. Peluang hujan lebat masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan. “Hingga Desember, hujan masih akan cukup banyak,” jelas Sutikno.

Laporan: Syamsul Arifin, Ambrosius Junius

Editor: Arman Hairiadi