Ribuan Warga Padati GOR Opu Daeng Manambon

Pembukaan MTQ XXVII Kalbar

15
BUKA MTQ. Pj Gubernur Kalimantan Barat, Dody Ryadmadji dan Bupati Mempawah, H Ria Norsan menyampaikan kata sambutan ketika acara Pembukaan MTQ XXVII Kalbar di GOR Opu Daeng Mempawah, Minggu (1/7).
BUKA MTQ. Pj Gubernur Kalimantan Barat, Dody Ryadmadji dan Bupati Mempawah, H Ria Norsan menyampaikan kata sambutan ketika acara Pembukaan MTQ XXVII Kalbar di GOR Opu Daeng Mempawah, Minggu (1/7).

eQuator.co.id – Mempawah-RK. Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVII tingkat Provinsi Kalbar di Kabupaten Mempawah berlangsung semarak, Minggu (1/7) malam. Ribuan warga tumpah ruah di GOR Opu Daeng Manambon menyaksikan  seremonial MTQ yang diikuti perwakilan 14 kabupaten/kota se-Kalbar.

Turut hadir pada acara pembukaan tersebut yakni perwakilan Menteri Agama RI, Pj Gubernur Kalimantan Barat Dody Ryadmadji, Bupati Mempawah serta para pejabat daerah.

Pembukaan MTQ tambah semarak, karena seluruh perwakilan kafilah dari 14 kabupaten/kota turut hadir acara tersebut. Ratusan penari kolosal yang menceritakan mengenai asal usul Kabupaten Mempawah menambah semarak stadion kebanggaan kota Mempawah tersebut. Selain itu, kolaborasi tarian antar etnik tampak kompak yang dikemas rapi, ditambah paduan suara dari puluhan siswa-siswi dari ibukota Kabupaten Mempawah, menambah syahdu acara itu.

Bupati Mempawah, Ria Norsan mengapresiasi partisipasi masyarakat Kabupaten Mempawah yang turut membantu mensukseskan MTQ tingkat provinsi tersebut. Dia optimis, sebagai tuan rumah akan memenangkan piala bergilir yang sebelumnya pernah dimenangkan oleh Kabupten Kubu Raya.

Dia menjelaskan, kemeriahan juga dirasakan pagi sebelum pembukaan MTQ, yakni pelaksanaan pawai takruf yang diikuti oleh seluruh perwakilan mengendari kendaraan hias mengitari kota Mempawah. “Selain kendaraan hias kontingen atau kafilah, pawai juga diramaikan dengan kendaraan hias dari berbagai ormas Islam dan kelompok-kelompok pengajian di masyarakat Kabupaten Mempawah. Kendaraan hias akan mengelilingi Kota Mempawah sebagai syiar Islam di masyarakat,” tutur Norsan.

Norsan menyebut, kemeriahan bertambah karena dalam event tersebut juga menampilkan stand pameran yang diikuti 12 kabupaten dan kota se-Kalbar. Ia mengatakan, pameran di pusatkan di Komplek Stadion Opu Daeng Menambon Mempawah selama penyelenggaraan MTQ berlangsung. “Ada dua daerah yang tidak mengikuti pameran, yakni Kabupaten Bengkayang dan Sekadau,” ungkap Norsan.

Selain diikuti kontingen MTQ, imbuh calon Wakil Gubernur Kalbar terpilih ini, pameran juga diramaikan dengan stan-stan dari UKM, perbankan serta para pelaku usaha yang ada di Kabupaten Mempawah. Termasuk, para pelaku usaha kreatif dan organisasi kepemudaan yang ada di daerah itu. “Kami juga melibatkan pedagang kuliner di kota Mempawah untuk meramaikan pameran. Kami mendata 30 pedagang kuliner dengan beragam menu makanan dan minuman tradisional khas masyarakat Mempawah,” ungkapnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Kalbar, Dody Riyadmadji mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan MTQ di kota Mempawah. “Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah yang telah bersusah payah mempersiapkan segala sesuatunya demi kesuksesan dan kelancaran pelaksanaan MTQ,” kata Dody.

Dody berharap, penyelenggaraan MTQ dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan lingkungan masyarakat. Sebab, meningkatnya berbagai kegiatan syiar Islam semakin mempererat ukhuwah islamiyah umat Islam di Kalbar. “Sekaligus menjadi ajang seleksi untuk kontingen MTQ Kalbar di tingkat nasional,” tuturnya.

Disamping itu, Dody menyebut, kegiatan MTQ sebagai momentum untuk menumbuhkan semangat membaca di kalangan masyarakat. Khususnya membaca kitab suci Alquran bagi umat Islam. “Dengan giat membaca Alquran maka akan tercipta insan yang relegius dan berkualitas,” pendapatnya.

Hal terpenting, menurut Dody, semangat membaca Alquran akan membuka rahasia kehidupan di dunia dan akhirat kelak. Karena, Dody menyebut, seluruh kisah dan cerita kehidupan dunia dan akhirat telah tertulis nyata di dalam Alquran. “Jangan sampai kita hanya sibuk dengan belajar ilmu dunia saja, dan melupakan kewajiban mempersiapkan diri untuk ilmu akhirat. Karena, pada waktunya nanti kita semua akan meninggalkan dunia dan menuju pada kehidupan akhirat yang lebih kekal dan abadi,” pesannya.

 

Reporter: Ari Sandy

Editor: Yuni Kurniyanto