Regenerasi Penyuluh Agama Sejak Usia Dini

122
Sebanyak 300 Penyuluh Agama menghadiri penyerahan insentif di Aula Kantor Bupati Mempawah, Rabu (30/12). Ari Sandy

eQuator – Mempawah. Saat ini Pemkab Mempawah baru mampu memberikan insentif bagi penyuluh agama utama dan madya. Ke depan, penyuluh pemula dari enam agama juga akan diperhatikan. Sejak usia dini, anak-anak sudah dikenalkan dengan agama agar terjadi regenerasi penyuluh agama.

Harapan itu disampaikan Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana saat menyerahkan insentif untuk 300 penyuluh agama dari seluruh kecamatan di Kabupaten Mempawah, Rabu (30/12) di Aula Kantor Bupati Mempawah.

Insentif diberikan kepada 50 penyuluh agama utama, dan 250 penyuluh agama madya dari agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Khonghucu. “Meski menurut perundang-undangan urusan agama itu kewenangan pemerintah pusat, tapi Pemkab berinisiatif membantu dengan memberikan santunan kepada para penyuluh agama. Kenyataannya, memang pemerintah pusat juga punya keterbatasan, sehingga tidak bisa mengakomodasi keseluruhan penyuluh agama,” tutur Ramlana.
Ramlana mengungkapkan, tidak setiap pemerintah daerah memberikan insentif kepada penyuluh agama. Karena itu, dia meminta para penyuluh di Kabupaten Mempawah untuk mensyukuri apa yang telah diupayakan Pemkab Mempawah melalui Bagian Kesra dan Mental Spiritual Sekretariat Daerah. “Dari segi jumlah penerima dan nominal relatif tidak banyak. Tapi inilah yang bisa kami lakukan, yakni sebuah sentuhan kepedulian dari Pemkab. Betapa besar jasa para penyuluh agama dalam memberikan pencerahan kepada umatnya masing-masing,” sebut Ramlana.
Mewakili Pemkab dan masyarakat Kabupaten Mempawah, Gusti Ramlana berterimakasih atas pengabdian seluruh penyuluh agama di Kabupaten Mempawah. Dia berharap, ke depan Pemkab Mempawah dapat mengupayakan pemberian insentif untuk penyuluh agama pemula. Hal itu penting agar ada pembinaan usia dini, sehingga terjadi regenerasi yang baik. “Pemkab telah memberikan insentif untuk penyuluh agama madya dan utama. Saya berharap, ke depan juga bisa diusahakan pemberian insentif bagi penyuluh agama pemula. Kita menilai ini penting, agar ada pembinaan kepada generasi muda untuk terjun ke dunia dakwah di masyarakat,” harapnya.
Secara khusus, Ramlana meminta agar pemantauan terhadap figur-figur penceramah di masyarakat terus digiatkan. Hal ini guna menjangkau para penyuluh agama yang belum terdata. “Jangan sampai ada figur yang aktif memberikan pencerahan agama di masyarakat, tapi tidak terpantau oleh kita. Karena itu, saya minta segera laporkan jika mendapati ada orang yang aktif dalam kegiatan dakwah keagamaan di masyarakat,” pintanya.
Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Kesra Pemkab Mempawah, Ismail menjelaskan, penyuluh utama mendapatkan insentif sebesar Rp 125 ribu perbulan, dan Rp 100 ribu perbulan untuk penyuluh madya. Penyerahan insentif dilakukan setahun dua kali, yakni setiap enam bulan sekali. Dia berharap, ke depan pendapatan daerah dapat meningkat, sehingga insentif kepada penyuluh agama bisa ditingkatkan, baik jumlah penerima maupun besaran insentif. “Angka 300 penyuluh dari seluruh kecamatan ini jumlah yang baru bisa kita akomodir. Mudah-mudahan ke depan, jika kemampuan keuangan daerah meningkat bisa kita pertimbangkan untuk menambah, baik jumlah penerima maupun nominal insentifnya,” sebutnya.
Di tempat yang sama, Penyuluh Agama Islam dari Kecamatan Mempawah Timur, Dimyati menyambut gembira penyerahan insentif. Menurutnya, adanya insentif cukup membantu dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Terkait nominal insentif, Dimyati tidak mempersoalkan. Menurutnya, berapa pun yang diberikan Pemkab, wajib disyukuri karena rezeki telah diatur oleh Tuhan. “Alhamdulillah, dana ini sedikit-banyak sangat membantu kita dalam memenuhi berbagai kebutuhan. Berapa pun kita harus syukuri,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Penyuluh Agama Kristen, Timotius Mansyur. Terlebih penyerahan insentif dilakukan pada saat yang menurutnya tepat, yakni menjelang momen pergantian tahun. “Terima kasih untuk pemerintah daerah yang sudah peduli kepada kami, para penyuluh,” ucapnya.

Reporter: Ari Sandy

Redaktur: Yuni Kurniyanto