Rancangan APBD 2016 Sebesar Rp1.539.890.091.329

384
NOTA KEUANGAN: Pj Bupati Kapuas Hulu Marius Marcellus TJ menyerahkan nota keuangan APBD TA 2016 kepada Ketua DPRD Rajuliansyah untuk dibahas bersama-sama antara eksekutif dan legislatif, Senin (23/11) malam di ruang sidang paripurna DPRD Kapuas Hulu. Arman Hairiadi-RK

eQuator – Putussibau-rk. Rancangan APBD Kapuas Hulu Tahun Anggaran (TA) 2016 secara keseluruhan direncanakan sebesar Rp1.539.890.091.329. Terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan yang sah.

Rencana pendapatan terdiri dari PAD Rp40.164.114.000, pajak daerah Rp13.946.300.000, restribusi daerah Rp2.099.000.000, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp8.500.000.000, dan lain-lain asli PAD Rp15.618.814.000. Sementara dana perimbangan terdiri dari dana bagi hasil pajak dan bukan pajak Rp65.912.399.000, Dana Alokasi Umum (DAU) Rp983.714.397.000, Dana Alokasi Khusus (DAU) Rp248.218.960.000. Kemudian lain-lain pendapatan yang sah direncanakan sebesar Rp201.880.221.329. “Lain-lain pendapatan ini terdiri dari perkiraab bagi hasil pajak dari Pemprov Kalbar Rp30.410.849329 serta dana penyesuaian dan otonomi khusus berupa dana desa yang beradal dari APBN Rp171.469.372.000,” kata Marius Marcellus TJ, SH, MM, Penjabat (Pj) Bupati Kapuas Hulu ketika membacakan pidato pengantar nota keuangan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kapuas Hulu TA 2016, Senin (23/11) malam di Gedung DPRD Kapuas Hulu.

Pada sidang yang dipimpin Ketua DPRD Kapuas Hulu Rajuliansyah SPd.I itu, Marcellus memaparkan bahwa belanja Kapuas Hulu TA 2016 diarahkan untuk mendanai pelaksanaan pemerintah yang menjadi urusan kabupaten. Yaitu berupa urusan wajib, pilihan dan penanganannya dalam bagian atau bidang tertentu dapat dilaksanakan antara pemerintah dan Pemda. Belanja dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintah digunakan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat guna memenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan fasilitas sosial dan fasiltas umum yang layak. Rencana belanja daerah Kapuas Hulu TA 2016 secara keseluruhan Rp1.583.791.021.300. Belanja daerah ini terdiri dari belanja tidak langsung yang diperkirakan Rp741.052.035.300 dan belanja tidak langsung Rp842.738.988.000.

Dijelaskan Marcellus, pembiayaan daeran perkiraan penerimaan pembiayaan yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya direncanakan Rp68.194.712.220,73. Sedangkan pembiayaan direncanakan Rp24.293.780.249,73. “Pengeluaran pembiayaan ini merupakan pembiayaan untuk penyertaan modal kepada Bank Kalbar direncanakan Rp10 milyar, PDAM Putussibau Rp5 milyar, PT Jamkrida Rp875 juta, dan Rp8.418.780.249,73 akan digunakan untuk melunasi utang Pemda kepada Perpus,” jelasnya.

Dijelaskan Marcellus, terkait implementasi kebijakan Perpus dengan diterbitkan UU Nomor 6/2014 tentang Desa, mengakibatkan dialokasikannya dana desa yang berasal dari APBN. Ini sebagaimana diatur dengan PP Nomor 22/2015 tentang Perubahan Atas PP Nomor 60/2014, serta ADD yang bersumber dari APBD, sebagaimana PP Nomor 43/2014, menyebabkan terjadinya kenaikan anggaran yang sangat signifikan pada pemerintahan desa. Hal tersebut tentunya menjadi tugas semua, terutama BPMPD serta kecamatan untuk melakukan pembinaan dan pendampingan kepada desa dalam pengelolaan dana tersebut. “Kenaikan DAK sebesar 164,72 persen dibandingkan 2015, khususnya DAK reguler infrastruktur jalan yang mengalami kenaikan sangat signifikan, maka diharapkan kepada SKPD teknis yang menanganinya agar dapat mempersiapkan dan memprioritaskan pelaksanaannya. Sehingga paket-paket dari dana tersebut dapat terealisasi dengan baik sebagaimana yang diharapkan,” terang Marcellus.

Berdasarkan rancangan APBD 2016, lanjut Marcellus, diharap akan dapat meningkatkan efesiensi dan efektivitas program serta kegiatan yang telah direncanakan. Sehingga lebih berdaya guna dan berhasil guna serta bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan tersebut tidak lepas dari sikap mental dan kedisiplinan para penyelenggara pemerintahan serta partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi dan menjaga hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai. “Untuk itu perlu ada kesungguhan kita semua dalam menjalankan program-program pembangunan yang telah ditetapkan, serta dituntut untuk lebih meningkatkan kreativitas, sehingga dengan sumber daya yang terbatas tetap dapat mencapai hasil yang diharapkan,” tutur Pj Bupati Kapuas Hulu. (aRm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here