Puluhan Rumah Terendam

Banjir di Dua Kecamatan Sekadau

21
TERENDAM. Banjir merendam sejumlah daerah di Kecamatan Nanga Mahap dan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau, Senin (16/4). BPBD-PK Sekadau for Rakyat Kalbar
TERENDAM. Banjir merendam sejumlah daerah di Kecamatan Nanga Mahap dan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau, Senin (16/4). BPBD-PK Sekadau for Rakyat Kalbar

eQuator.co.idSekadau-RK. Dua kecamatan di Kabupaten Sekadau dilanda banjir, Senin (16/4). Puluhan rumah warga terendam.

Banjir terjadi di Kecamatan Nanga Mahap dan Sekadau Hulu. Banjir diakibatkan tingginya curah hujan yang terjadi Minggu (15/4) hingga Senin (16/4). Di Kecamatan Nanga Mahap, banjir meninggi sejak Senin pagi. “Banjir merendam pasar Mahap,” kata Camat Nanga Mahap, Hermanto, Senin pagi (16/4). Selain hujan deras mengguyur, banjir dikarenakan luapan sungai Mahap.

Sementara di Kecamatan Sekadau Hulu, banjir karena kiriman air dari Nanga Mahap. Air mulai meninggi sejak Senin sekitar pukul 17.00 WIB. Ketinggian air mencapai lebih 35 cm. “Beberapa ruas jalan dalam pasar Rawak tergenang,” ungkap Camat Sekadau Hulu, Yangson.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Sekadau, Akhmad Suryadi membenarkan banjir terjadi di kedua kecamatan tersebut. “TRC (Team Reaksi Cepat) BPBD-PK sudah turun ke lapangan,” ujarnya.

Menurut Akhmad, di Nanga Mahap banjir menggenangi rumah warga di kawasan pasar Mahap. Terparah di Dusun Tanjung Desa Nanga Mahap. Banjir membuat sebagian ruas jalan protokol dalam Kota Nanga Mahap terendam. Aktivitas warga pun terganggung, terlebih daerah yang terendam merupakan daerah pasar.

Menurut Akhmad, di Nanga Mahap ketinggian air berkisar 20 cm hingga 100 cm. “Daerah rendaman banjir lebih dari 2 kilometer,” rincinya.

Banjir merendam puluhan rumah yang dihuni 41 kepala keluarga dengan 182 jiwa. Banjir juga berdampak terhadap 255 KK dengan 994 jiwa.

“Sejauh ini tidak ada korban jiwa. Tapi tidak menutup kemungkinan akan terjadi banjir susulan,” tukas Akhmad.

 

Laporan: Abdu Syukri

Editor: Arman Hairiadi