Prostitusi On-line di Pontianak Masih Marak

338
ilustrasi. net

eQuator.co.id-Pontianak. Walau sudah sering dilakukan pengungkapan oleh pihak kepolisian. Mucikari ditangkap, pelaku prostitusi juga diamankan. Namun seperti tak ada efek penindakan yang dilakukan bagi pelaku lainnya. Menggunakan aplikasi dunia Maya, mereka menawarkan jasa hubungan intim kepada pria hidung belang.

Yang masih trend digunakan oleh para wanita yang siap memuaskan itu, yakni Bertalk. Aplikasi bergambarkan lebah. Seperti mereka siap menghisap rupiah dari tangan para pria.

Walau tak semua akun wanita yang menawarkan jasa. Tapi akun prostitusi lebih mendominasi. Tak hanya siap menawarkan kepuasaan, melainkan juga bisa diajak kencan, menemani bahkan jalan-jalan. Serta menemani untuk sing a song.

Semuanya memiliki tarif tersendiri. Mulai dari 300-700 untuk short time. Sementara long time bertarif rata-rata diatas satu juta. “Tidak semua akun. Yang berprostitusi sangat kelihatan. Kita bisa melihat foto-foto yang ditampilkan,”kata pria dengan nama samaran Mr, yang merupakan salah satu pengguna jasa prostitusi online dari Aplikasi Bee-Talk.

Menurut Mr, kalau wanita yang biasa-biasa saja itu tarifnya Rp300 ribu. Kalau yang lumayan, bisa Rp500-700. “Tapi kalau hight class bisa diatas satu juta. Saya tahu ini karena saya sering melakukan penawaran. Jatuh-jatuh harga itu minimal Rp300 ribu,”katanya.

Tak hanya itu, dikataka Mr, kadang ada yang blak-blakan dalam menawarkan diri untuk berhubungan intim. “Biasa terlihat pada status akun Bee-Talk mereka. Itu blak-blakan dengan tulisan Short Time sekian rupiah. Tapi ada juga yang tidak. Nah yang tidak ini perlu basa basi, hingga sampai penawaran terjadi,”kata Mr mengungkapkan pengalamannya. (Zrn)