Pramuka Aset NKRI

11
Anggota Pramuka bersalaman dengan para pejabat Forkopimda Kabupaten Mempawah, usai upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Gerakan Pramuka ke-65 di halaman Kantor Bupati Mempawah, Rabu (30/8). Ari Sandy

eQuator.co.id – Mempawah-RK. Gerakan Pramuka konsisten mendidik kaum muda agar berkarakter. Generasi Millennial—lahir dalam rentang tahun 1980-an hingga 2000—harus disiapkan agar tampil menjadi pemimpin terbaik.

Wakil Bupati Mempawah, H Gusti Ramlana menyebut Pramuka sebagai garda terdepan bangsa. Pramuka adalah aset penting bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Usia 56 tahun bukan waktu yang pendek untuk membuktikan, bahwa gerakan ini telah memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan di Indonesia,” ucapnya di halaman Kantor Bupati Mempawah, Rabu (30/8).

Ramlana mengatakan, semangat Gerakan Pramuka tidak pernah pudar. Pramuka bekerja keras memberikan yang terbaik bagi kaum muda dan bangsa Indonesia. Ia menegaskan, Gerakan Pramuka tidak mengenal sekat-sekat politik, daerah, dan agama. Semuanya terlebur menjadi kebinekaan yang indah. “Saya mengimbau kepada publik secara luas, khususnya para orangtua, agar tidak ragu mendukung putra-putrinya mengikuti kegiatan kepramukaan di gugus depan masing-masing,” pesannya.

Ramlana mengatakan, pembangunan karakter bangsa menjadi fokus saat ini dan nanti. Pembangunan sumber daya manusia, menurut dia, harus sejalan dengan pembangunan fisik. Karena kunci keberhasilan pembangunan bangsa terletak pada sumber daya manusia yang berkualitas.

Dia mengingatkan, jajaran Gerakan Pramuka untuk bekerja sinergis mewujudkan kaum muda yang andal. “Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan nonformal akan melengkapi pendidikan informal yang didapat anak-anak dalam keluarga dan pendidikan formal di sekolah,” katanya.

Ramlana menuturkan, pendidikan formal saja tidak cukup untuk menghasilkan kaum muda berkarakter. Adapun peranan keluarga yakni orang tua sebagai pelaku pendidik informal sangat penting. Namun, persoalan kaum muda sering terjadi di antara rumah dan sekolah. Maka menjadi penting peranan Gerakan Pramuka dalam mengatasi permasalahan kaum muda yang terjadi dewasa ini. “Kerja sama sinergis antara lembaga pendidikan formal, pendidikan nonformal, dan pendidikan informal dalam keluarga menjadi keharusan,” tegasnya.

Mencapai visi Gerakan Pramuka, Ramlana menyebut, pentingnya Pramuka menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. “Saya mengajak semua pihak terkait, mari bersama-sama meningkatkan kualitas gugus depan sebagai wahana pendidikan karakter bangsa,” imbaunya.(sky)